Gudang Bulog di Trenggalek Bertambah, Wakil Gubernur Emil Dardak Bicara Nasib Petani
Gudang Bulog di Gandusari Trenggalek resmi digunakan. Fasilitas ini disebut penting untuk menyerap hasil panen dan menjaga stok beras.
10 Aug 2026 • 19:33 WIB
Emil Dardak saat peresmian gudang bulog di Trengalek. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Gudang tambahan Bulog di Gandusari diposisikan sebagai penguat logistik pangan di wilayah selatan Jawa Timur, terutama menghadapi musim kemarau.
- Penggilingan padi lokal Trenggalek ikut dilibatkan dalam pengisian stok, sehingga rantai pasok tidak hanya berorientasi pada penyimpanan tetapi juga melibatkan pelaku usaha daerah.
- Serapan gabah dan beras Bulog Jatim mencapai 927.000 ton, melampaui target 883.000 ton, sementara stok beras yang dikuasai mencapai sekitar 1,3 juta ton.
TRENGGALEK - Trenggalek kini punya tambahan ruang untuk menyimpan cadangan pangan. Gudang yang berada di Kecamatan Gandusari itu resmi digunakan Perum Bulog untuk memperkuat penyerapan hasil panen sekaligus menjaga ketersediaan beras, terutama saat Jawa Timur mulai memasuki musim kemarau.
Peresmian gudang tersebut berlangsung di Gudang PT Mutual Pangan Utama – Filial Bulog KP Karangsoko, di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan tambahan fasilitas penyimpanan dibutuhkan karena sistem logistik pangan tidak bisa hanya mengandalkan gudang yang sudah dimiliki Bulog.
Advertisement
"Saya ingin mengapresiasi Pak Langgeng, pimpinan wilayah Bulog Jawa Timur, beserta segenap jajaran yang telah aktif melakukan penyerapan," ujar Emil Dardak usai meninjau gudang, Senin (10/8/2026).
Menurut Emil, kebutuhan terhadap sarana penyimpanan semakin penting ketika memasuki musim kemarau. Pemerintah tetap berupaya menjaga produksi padi, tetapi hasil panen juga perlu diserap dan disimpan dengan dukungan logistik yang memadai.
"Kita tahu sekarang sudah masuk kepada musim kering, meskipun segala ikhtiar kita lakukan untuk menjaga produksi padi dan kesejahteraan petani kita. Tentunya dibutuhkan ketersediaan sarana dan prasarana logistik yang memadai," ulasnya.
Bagi Trenggalek, keberadaan gudang tersebut dinilai punya posisi strategis. Wilayah selatan Jawa Timur selama ini perlu tetap terhubung dengan sistem logistik pangan, termasuk dalam penyimpanan cadangan beras.
"Trenggalek ini tentunya daerah yang juga harus bisa terjangkau. Dia kabupaten yang berlokasi di selatan dan Gandusari ini juga agak selatan. Di sini ada gudang yang dikerjasamakan," jelasnya.
Yang menarik, pengisian stok gudang tersebut juga melibatkan penggilingan padi lokal. Bagi Emil, pola seperti ini tidak hanya soal memperpendek jalur distribusi, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku usaha daerah untuk ikut dalam rantai pasok pangan.
"Saya tadi cek ternyata bahkan untuk pengisian stok di sini, ini memberdayakan juga mitra-mitra penggilingan yang berada di Trenggalek. Jadi, efisiensi jarak dan juga memberdayakan pelaku ekonomi setempat ini menjadi sangat-sangat penting," ungkapnya.
Bulog Jatim Sudah Serap 927 Ribu Ton
Penambahan kapasitas gudang di Trenggalek berjalan ketika Bulog Jawa Timur mencatat penyerapan gabah dan beras yang telah melampaui target 2026.
Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan, hingga Minggu (9/8/2026), penyerapan gabah dan beras di Jawa Timur telah mencapai 927.000 ton.
Angka tersebut sudah melewati target awal yang ditetapkan sebesar 883.000 ton.
"Alhamdulillah, untuk Bulog Jawa Timur kita sudah mencapai target. Per hari kemarin kita sudah 927.000 ton dari target 883.000 ton," ujar Langgeng.
Meski target sudah terlampaui, Bulog Jatim memastikan penyerapan tidak berhenti. Hasil panen berikutnya tetap akan diserap untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus membantu mempertahankan harga di tingkat petani.
"Ini berkat dukungan Pak Wagub dan TNI-Polri yang luar biasa. Kita bisa mencapai target di semester satu. Tapi memang kita tetap akan jalan untuk menyerap pengadaan hasil panen berikutnya nanti," jelasnya.
Untuk mendukung penyerapan tersebut, Bulog Jatim saat ini memiliki 352 gudang milik sendiri. Selain itu, ada 269 gudang yang disewa di berbagai daerah.
Dengan total fasilitas tersebut, kapasitas penyimpanan yang dikuasai Bulog Jatim hampir mencapai 2 juta ton.
"Gudang Bulog sendiri ada 352, ditambah sekarang kita sudah sewa 269 unit gudang. Jadi, kita hampir 2 juta ton sanggup untuk stok yang kita kuasai," ujarnya.
Sementara stok beras yang saat ini berada dalam penguasaan Bulog Jatim mencapai sekitar 1,3 juta ton. Jumlah tersebut disebut setara sekitar 25 persen dari total cadangan beras nasional.
"Saat ini posisi stok, perlu sedikit koreksi, kami 1,3 juta ton. Saya ulangi, 1,3 juta ton. Ini 25 persen dari nasional. Jadi, Jawa Timur sangat-sangat aman," jelasnya.
Harga Gabah Ikut Jadi Perhatian
Di tengah penguatan stok, pemerintah juga perlu menjaga agar harga pangan tetap seimbang. Harga gabah yang tinggi memang memberi keuntungan bagi petani, tetapi pemerintah juga harus memastikan kenaikan harga tersebut tidak berujung pada tekanan bagi konsumen.
Emil menyebut harga gabah di sejumlah wilayah saat ini telah menembus lebih dari Rp8.000 per kilogram. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi kesejahteraan petani.
"Kondisi ini baik bagi petani karena dapat meningkatkan kesejahteraan mereka," ulasnya.
Namun, Emil mengingatkan keseimbangan harga tetap perlu dijaga agar manfaatnya tidak berhenti di tingkat produsen saja.
"Sangat tentu bagus petani sejahtera. Yang tinggal kita harus lakukan adalah pantau harga di level konsumen," ujarnya.
"Jangan sampai terjadi inflasi yang memberatkan rumah tangga. Harus sejahtera dua-duanya. Petaninya sejahtera, tetapi jangan sampai rumah tangga mengalami kesulitan membeli beras," akuinya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Bulog Ungkap Daerah Penyumbang Gabah Terbesar di Trenggalek
Bulog Sudah Serap 7 Ribu Ton Beras dari Trenggalek, Target 10 Ribu Ton Kian Dekat
Inovasi Petani Trenggalek: Minim Modal, Sawah Tetap Subur dan Panen Maksimal
Tanpa Pestisida Kimia, Petani Trenggalek Berhasil Atasi Wereng
Petani Trenggalek Pilih Mandiri Tangani Wereng, Dinas Minta Semprot Serentak