Bulog Ungkap Daerah Penyumbang Gabah Terbesar di Trenggalek
Bulog memastikan pembelian gabah petani Trenggalek tetap Rp6.500 per kilogram. Pembayaran dilakukan langsung ke rekening petani untuk mempercepat transaksi.
20 Jul 2026 • 20:00 WIB
Bulog serap gabah petani dan pembayaran langsung di transfer. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Bulog tetap beli gabah petani Trenggalek Rp6.500 per kilogram.
- Pembayaran hasil panen langsung masuk rekening petani.
- Gudang Bulog Trenggalek menyimpan stok beras ribuan ton.
TRENGGALEK - Petani di Kabupaten Trenggalek masih memiliki jalur penjualan resmi untuk hasil panennya. Perum Bulog memastikan tetap menyerap Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Tak hanya menjaga harga pembelian, Bulog juga mengubah pola transaksi dengan memastikan pembayaran langsung masuk ke rekening petani. Langkah tersebut dilakukan agar proses pembayaran lebih cepat sekaligus mengurangi risiko transaksi yang tidak transparan.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan harga pembelian gabah tersebut berlaku untuk seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.
Advertisement
"GKP yang ditetapkan oleh pemerintah yang dilaksanakan oleh Bulog tetap kita beli dengan harga Rp6.500," ujar Yonas.
Menurutnya, gabah yang diserap Bulog merupakan Gabah Kering Panen (GKP), yakni gabah yang sudah selesai dipanen, dikemas dalam karung, dan berada di lokasi yang mudah dijangkau untuk proses pengangkutan.
"Gabah GKP, gabah kering panen kondisinya sudah dipanen, diletakkan di pinggir jalan, sudah di karung," jelas Yonas.
Ia menjelaskan, pengajuan pembelian gabah bisa dilakukan melalui kelompok tani (Poktan) maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan). Namun, pembayaran tetap dilakukan langsung kepada petani pemilik gabah.
"Pembayarannya langsung kita transfer ke rekening petani," terang Yonas.
Menurutnya, sistem pembayaran langsung tersebut telah diterapkan Bulog dalam dua tahun terakhir. Tujuannya agar petani mendapatkan hasil penjualan secara lebih cepat tanpa harus melalui proses yang panjang.
"Sebagai petani bisa mengajukan langsung, ada yang dari Poktan, ada dari Gapoktan. Tapi karena dua tahun ini kita langsung bayarnya ke petani, jadi memang transaksinya langsung dengan petani," ungkap Yonas.
Dari sisi wilayah penyerapan, Kecamatan Tugu menjadi salah satu daerah dengan kontribusi gabah terbesar bagi Bulog Trenggalek. Wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu sentra produksi pertanian.
"Kalau kecamatannya yang paling banyak mungkin di daerah Tugu. Mungkin sentra pertanian itu yang serapannya lebih banyak," kata Yonas.
Meski demikian, ia menilai produksi gabah di wilayah lain juga cukup merata. Menurutnya, hampir seluruh kecamatan di Trenggalek memiliki potensi produksi pertanian.
"Kalau Trenggalek saya rasa juga hampir-hampir sama," imbuh Yonas.
Dalam proses penyerapan gabah petani, Bulog juga menggandeng sejumlah mitra penggilingan padi lokal. Saat ini terdapat sekitar empat penggilingan padi di Trenggalek yang menjadi mitra Bulog.
"Mitra penggilingan Trenggalek kalau tidak salah ada empat. Yang mitranya Bulog," jelas Yonas.
Selain bekerja sama dengan penggilingan, Bulog juga melibatkan sejumlah pihak lain seperti Dinas Pertanian, Babinsa, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk mendukung kelancaran penyerapan hasil panen.
"Kita tidak kerja sendiri. Jadi kita melibatkan Dinas Pertanian juga dengan Babinsa, dengan PPL," terang Yonas.
Sementara itu, stok beras Bulog di wilayah Trenggalek saat ini masih tersedia dalam jumlah ribuan ton. Gudang Karangsoko tercatat menyimpan sekitar 1.776 ton beras, sedangkan Gudang Karangan memiliki stok sekitar 1.613 ton beras.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement