Bulog Sudah Serap 7 Ribu Ton Beras dari Trenggalek, Target 10 Ribu Ton Kian Dekat

Bulog Tulungagung mencatat serapan gabah petani Trenggalek hampir 7 ribu ton setara beras. Angka ini sudah mendekati target pengadaan tahun 2026.

Bulog Sudah Serap 7 Ribu Ton Beras dari Trenggalek, Target 10 Ribu Ton Kian Dekat

Petani Trenggalek jual hasil panen ke bulog. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Serapan gabah Trenggalek mencapai hampir 7 ribu ton setara beras.
  • Capaian tahun 2026 melampaui realisasi tahun lalu yang sekitar 5 ribu ton.
  • Bulog masih membuka penyerapan karena sejumlah wilayah belum memasuki panen terakhir.

TRENGGALEK – Hasil panen petani di Trenggalek tahun ini tampaknya menjadi kabar baik bagi Bulog. Saat sejumlah wilayah masih menunggu masa panen berikutnya, serapan gabah yang dilakukan Perum Bulog sudah mendekati target yang ditetapkan untuk tahun 2026.

Hingga awal Juni, Bulog mencatat pengadaan dari wilayah Trenggalek hampir mencapai 7 ribu ton setara beras. Angka tersebut sudah menembus lebih dari separuh target yang dipatok sebanyak 10 ribu ton setara beras untuk satu tahun.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan capaian serapan gabah di Trenggalek tahun ini menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Advertisement

"Serapan kita di wilayah Trenggalek sudah hampir 7 ribu ton setara beras. Dari target 10 ribu ton setara beras," ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut Yonas, capaian tersebut bahkan melampaui realisasi tahun 2025 yang berada di kisaran 5 ribu ton setara beras. Dengan kata lain, pengadaan tahun ini sudah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

"Serapan ini juga meningkat dari realisasi serapan tahun 2025 sebanyak 5 ribu ton setara beras," terangnya.

Bulog memperkirakan angka serapan masih akan bertambah. Pasalnya, sejumlah daerah di Trenggalek masih belum menyelesaikan musim panen dan diprediksi masih ada satu periode panen lagi yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

"Penyerapan masih akan terus berlanjut menunggu panen berikutnya mas," katanya.

Yonas menjelaskan bahwa angka 10 ribu ton yang menjadi target merupakan hitungan setara beras. Jika dikonversikan ke bentuk gabah, jumlahnya mencapai sekitar 14 ribu ton.

"Nah itu kan setara beras ya, jadi kalau angka gabahnya sekitar 14 ribu ton lah yang sudah terserap," akuinya.

Secara keseluruhan, Bulog Cabang Tulungagung yang membawahi Kabupaten Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar mendapat target pengadaan sebanyak 64.695 ton setara beras pada tahun 2026.

Dari target tersebut, realisasi hingga saat ini telah mencapai sekitar 55 ribu ton setara beras.

"Dan saat ini sudah terealisasi untuk 4 wilayah tersebut secara komulatif sebanyak 55 ribu ton setara beras," terangnya.

Selain fokus menyerap hasil panen petani, Bulog juga menjalankan program penyaluran bantuan pangan beras untuk mendukung stabilisasi pangan dan menjaga daya beli masyarakat.

Per 8 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan telah mencapai 55,72 persen dari target penerima yang ditetapkan pemerintah.

"Kami telah terealisasi hampir 55,72 persen atau telah diterima oleh hampir 260 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari total target 465 ribu PBP," bebernya.

Untuk mendukung pengadaan beras di Trenggalek, Bulog mengoperasikan dua gudang penyimpanan yang berada di Karangsoko dan Kecamatan Karangan. Kedua gudang tersebut menjadi titik utama penyimpanan hasil serapan dari petani setempat.

"Total realisasi setara beras Kabupaten Trenggalek tahun 2026 untuk gudang Karangsoko dan Karangan totalnya 6.630 ton," ujarnya.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait