Bupati Ipin Hadiri Pengajian Akbar Gus Muwafiq, Peringati HUT ke-116 Desa Bendoroto Munjungan

Bupati Trenggalek M. Nur Arifin hadiri pengajian akbar Gus Muwafiq di HUT ke-116 Desa Bendoroto, Munjungan. Gus Muwafiq singgung pengorbanan pendahulu dan semangat kemerdekaan.

Bupati Ipin Hadiri Pengajian Akbar Gus Muwafiq, Peringati HUT ke-116 Desa Bendoroto Munjungan

Bupati Trenggalek hadir bersama Gus Muwafiq dalam pengajian di Munjungan. KBRT/Humas

Ringkasan

  • Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menghadiri pengajian akbar KH. Ahmad Muwafiq dalam rangka HUT ke-116 Desa Bendoroto, Kecamatan Munjungan, Senin malam (11/8/2026).

  • Gus Muwafiq mengajak masyarakat menghargai pengorbanan para pendahulu, mulai dari lingkup keluarga hingga perjuangan merebut kemerdekaan.

     

  • Ia mendorong masyarakat tetap mengibarkan bendera dan menggelar kegiatan seperti karnaval untuk mengisi kemerdekaan.

TRENGGALEK - Dalam kesempatan itu, Gus Muwafiq banyak mengulas soal kemuliaan generasi sekarang dalam memperingati haul para pendahulu. Menurutnya, ada banyak kenangan, sejarah, bahkan perjuangan dan pengorbanan dari para pendahulu demi lahirnya kondisi saat ini. 

Ia berpesan agar kegiatan semacam ini dilaksanakan sebaik mungkin, sebab pengorbanan para pendahulu jauh lebih besar dibandingkan apa yang dilakukan generasi sekarang.

Ia mencontohkan hal sederhana dalam keluarga, yakni peringatan haul orang tua. Biaya yang dikeluarkan anak untuk memperingati haul orang tuanya tidak sebanding dengan harta warisan yang ditinggalkan orang tua atau leluhurnya. Bahkan semasa hidup, orang tua rela berutang demi membahagiakan anaknya.

Advertisement

Hal serupa berlaku untuk kemerdekaan. Gus Muwafiq menegaskan pengorbanan generasi sekarang tidak sebanding dengan para pendahulu yang berjuang merebut kemerdekaan, yang tidak hanya mengorbankan harta benda, tetapi juga jiwa raga. 

“Tugas kita saat ini tidak berjuang dengan berperang akan tetapi hanya mengisi kemerdekaan,” katanya.

KH. Ahmad Muwafiq menyayangkan masih adanya masyarakat yang menikmati kemerdekaan namun enggan mengibarkan bendera saat peringatan HUT Kemerdekaan. 

“Bendera adalah sebuah identitas yang harus kita hargai dan junjung tinggi, apalagi merebutkannya dengan pengorbanan darah, jiwa dan raga. Saya usul kalau ada masyarakat yang tidak mau mengibarkan bendera dihukum sehari semalam dan ini harus ditegaskan,” pesan kiai karismatik itu.

Gus Muwafiq juga berpesan agar kegiatan-kegiatan seperti karnaval dan lainnya dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan tetap diadakan. Menurutnya, ini menjadi salah satu tugas generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan. 

Kegiatan-kegiatan tersebut dinilai dapat menumbuhkan semangat dan jiwa patriotisme serta cinta tanah air.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait