Serunya Peringatan Hari Anak Nasional di Trenggalek: Bermain Engklek di Alam Terbuka
KBRT – Suasana ceria menyelimuti bantaran Sungai Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, saat puluhan anak dari PAUD, TK, hingga SD berkumpul merayakan Hari Anak Nasional (HAN) 2025.Peringatan HAN tahun ini digelar di Saung Ledokan Widoro (Slow) dengan nuansa yang tak biasa. Anak-anak tidak hanya bermain, tapi juga diajak menyelami kembali kekayaan budaya lewat aneka permainan trad...
27 Jul 2025 • 08:00 WIB
Anak-anak cukup asik menikmati permainan tradisional. KBRT/Zamz
KBRT – Suasana ceria menyelimuti bantaran Sungai Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, saat puluhan anak dari PAUD, TK, hingga SD berkumpul merayakan Hari Anak Nasional (HAN) 2025.
Peringatan HAN tahun ini digelar di Saung Ledokan Widoro (Slow) dengan nuansa yang tak biasa. Anak-anak tidak hanya bermain, tapi juga diajak menyelami kembali kekayaan budaya lewat aneka permainan tradisional.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Desa Widoro bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Malang (UM) dan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU).
Advertisement

Beragam aktivitas menyenangkan disuguhkan untuk anak-anak, mulai dari lomba mewarnai hingga memainkan permainan khas Nusantara seperti engklek, dakon, dan ular naga.
Jovan, siswa kelas 2 SD di desa setempat, tampak antusias mencoba permainan engklek atau yang juga dikenal dengan nama gedrik.
"Tadi main engklek, menyenangkan karena bisa bermain bersama dengan teman-teman," ungkapnya senang.
Meski mengaku jarang bermain permainan tersebut, Jovan berhasil memainkannya dengan lincah hanya dalam beberapa kali percobaan.
Menurut Muhammad Fardhan Kusuma Atmaja, salah satu mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi bagian dari program mereka untuk memperingati HAN 2025.
"Kami ingin mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak agar tidak punah," jelas Fardhan.
Lebih dari sekadar hiburan, permainan tradisional diyakini mampu mengasah keterampilan motorik, membangun kreativitas, hingga meningkatkan rasa percaya diri anak-anak.
"Harapannya, dengan kegiatan ini anak-anak bisa lebih aktif bergerak dan tidak terlalu bergantung pada gadget," imbuh Fardhan.
Peringatan HAN 2025 di Desa Widoro menjadi momen sederhana namun bermakna—menghadirkan kebahagiaan anak-anak sekaligus menjaga warisan budaya permainan tradisional tetap hidup dari generasi ke generasi.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Bukan Cuma Lolos Standar, Nilai TKA Siswa Trenggalek Ternyata Ungguli Rata-rata Nasional
TKA Perdana di Trenggalek: Siswa SD Inovatif dan SMPN 1 Jadi Pemilik Nilai Matematika Sempurna
Daftar dan Alamat TPA dan TPQ Se Kabupaten Trenggalek
Sebelum Plastik Populer, 7 Daun Ini Jadi “Kemasan Andalan” Makanan Tradisional Indonesia
Tak Masuk Desil 1 dan 2? Anak Miskin di Trenggalek Tetap Punya Peluang Masuk Sekolah Rakyat