Kabar TrenggalekKabar Trenggalek
Kabar TrenggalekKabar Trenggalek

Press ESC / Click X icon to close

My Account

PMI Trenggalek Gunakan Koramil Pogalan sebagai Posko Mudik Selama 5 Tahun, Tangani Banyak Laka

  • 02 Apr 2025 20:00 WIB
  • Google News

    KBRT Palang Merah Indonesia (PMI) Trenggalek, dengan dukungan dan kerja sama dari Komando Rayon Militer (Koramil) Pogalan, telah mendirikan posko mudik setiap tahun selama lima tahun terakhir. Posko ini bertujuan membantu dua posko induk terpadu yang didirikan oleh gabungan beberapa instansi di Durenan dan dekat Hotel Widowati.

    Koordinator posko mudik PMI Trenggalek, Hadi Triyono (54), mengungkapkan bahwa posko yang didirikan PMI telah berkontribusi dalam pengawasan dan penanganan kegiatan mudik di Trenggalek. Khususnya dalam pelayanan medis pertolongan pertama serta penanganan kecelakaan ringan hingga sedang.

    “Tahun-tahun sebelumnya, posko mudik PMI di Pogalan telah menangani peristiwa kecelakaan ringan dan sedang dengan lancar. Hal ini tentunya berkat peralatan yang memadai serta kerja sama tim PMI dan bantuan dari Koramil Pogalan,” ujarnya.

    Hadi menjelaskan bahwa korban kecelakaan ringan biasanya dapat langsung melanjutkan perjalanan karena hanya mengalami luka baret atau ringan. Sementara itu, korban kecelakaan sedang akan dirujuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat setelah mendapatkan pertolongan pertama.

    “Posko induk terpadu yang merupakan gabungan tenaga medis, polisi, tentara, serta adik-adik pramuka memang memiliki lokasi strategis. Namun, kami mendirikan posko di Pogalan bukan tanpa alasan. Lokasi ini adalah titik tengah dari kedua posko induk sehingga bisa membantu keduanya saat dibutuhkan,” jelasnya.

    ADVERTISEMENT
    Migunani

    Hadi menambahkan bahwa posko PMI memiliki peluang besar dalam pengawasan dan penanganan peristiwa mudik. Lokasi posko ini dapat menjangkau area yang tidak dapat diakses secara cepat oleh posko induk, seperti wilayah Gandusari, Pogalan, hingga Bendorejo.

    “Meski tidak memiliki personel tenaga medis, PMI dapat langsung berkoordinasi dengan dokter PMI di Trenggalek jika diperlukan. Misalnya, setelah melakukan penanganan pertama pasca kecelakaan, kami dapat membawa korban ke rumah sakit terdekat jika memerlukan perawatan lebih lanjut,” ungkapnya.

    Ia juga mengonfirmasi bahwa tim relawan yang menjalankan posko mudik telah mendapatkan pelatihan dalam Korps Sukarela (KSR) yang mencakup ilmu penanganan medis dasar.

    “Yang dapat kami lakukan adalah pertolongan pertama, hal dasar yang penting saat terjadi kecelakaan. Selain itu, persediaan obat dan peralatan di dalam posko sudah memadai untuk pelaksanaan pertolongan pertama,” tandasnya.

    Kabar Trenggalek - Sosial

    Editor:Zamz

    ADVERTISEMENT
    Lodho Ayam Pak Yusuf