Pasar Rakyat Hari Jadi Trenggalek Didominasi UMKM Lokal, Pedagang dan Pengunjung Diminta Tanggung Jawab Soal Sampah
Pasar rakyat Hari Jadi ke-832 Trenggalek melibatkan 188 UMKM lokal. Pedagang dan pengunjung juga diminta bertanggung jawab mengelola sampah selama event.
21 Aug 2026 • 08:00 WIB
Pasar Rakyat Trenggalek bergulir 10 hari di alun-alun trenggalek. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Sebanyak 188 UMKM lokal ikut dalam pasar rakyat Hari Jadi ke-832 Trenggalek.
- Pedagang diminta menyediakan tempat penampungan sampah masing-masing.
- Pemkab mengingatkan event organizer agar tidak mengganggu fasilitas umum.
TRENGGALEK - Sekitar 188 pelaku UMKM lokal Trenggalek ikut meramaikan pasar rakyat dalam rangka Hari Jadi ke-832 Trenggalek. Selain mendorong aktivitas ekonomi, para pedagang dan pengunjung dalam event yang berlangsung 20-30 Agustus 2026 itu juga diminta bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
Pasar rakyat tersebut digelar dengan konsep “Trenggalek Zaman Dahulu”. Berbagai makanan tradisional dijajakan dengan suasana dan dekorasi bernuansa masa lalu. Para pedagang juga mengenakan pakaian jadul untuk menyesuaikan konsep kegiatan.
Pemimpin Event Organizer Menak Sopal Group, Khusnudin, mengatakan UMKM lokal menjadi kelompok yang mendominasi peserta pasar rakyat tersebut.
Advertisement
“Untuk UMKM lokal mendominasi ada sekitar 188 untuk stand yang jadul sekitar 18, untuk UMKM luar daerah yang ikut memeriahkan acara ini sekitar 98. Kalau total yang jualan stand kami pasang 230, yang sekitar 30 kami berikan kepada OPD untuk dikasihkan kepada yang membutuhkan,” kata Khusnudin.
Menurutnya, konsep “Trenggalek Zaman Dahulu” sengaja diangkat untuk menghadirkan kembali suasana masa lalu sekaligus membangun kepedulian terhadap daerah.
“Konsep awal kami mengusung tema dari teman-teman Menak Sopal group bisa mengusung trenggalek itu ke jaman dulu, biar rasa kepedulian kami jaman dulu bisa timbul kalau mengenang jaman dulu, termasuk di momentum ini HUT RI, mengenang pahlawan trenggalek,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Trenggalek.
“Semoga dengan adanya ini trenggalek bisa tertata adil dan makmur, berkecukupan, gemah ripah loh jinawi tentunya akan dijauhkan dari mara bahaya,” katanya.
Khusnudin juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang memberikan ruang bagi penyelenggara untuk menggelar kegiatan tersebut.
“Kami juga berterima kasih kepada pemerintah trenggalek, memberikan kesempatan kepada kami untuk menampilkan skil dari pemerintah trenggalek, jadi menak sopal ini bergerak disini semua bergerak dan merangkul agar bisa bersatu nyengkuyung dan maju,” ujarnya.
Asisten Perekonomian Trenggalek sekaligus Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Trenggalek, Cusi Kurniawati, mengatakan aspek kebersihan menjadi perhatian selama pelaksanaan pasar rakyat.
Ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran bahwa sampah yang dihasilkan selama kegiatan merupakan tanggung jawab pihak yang menghasilkan sampah tersebut.
“Dari tim Dinas Lingkungan Hidup selalu siap, ya harus ditanamkan sampahku tanggung jawabku, dan sampahmu tanggung jawabmu seperti itu, setiap pedagang harus punya penampungan sendiri, dan komunal diurusi DLH,” kata Cusi.
Menurut Cusi, pedagang diwajibkan memiliki tempat penampungan sampah masing-masing. Sementara penanganan sampah secara komunal akan dibantu oleh DLH.
Pihak penyelenggara juga menyiapkan tempat penampungan sampah selama kegiatan. Khusnudin mengatakan timnya akan membantu memobilisasi sampah dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah.
“Dari tim kami berusaha untuk memobilisasi sampah, tentu kami juga membantu dari pemerintah yang terkait menangani sampah, dan kami menyediakan untuk limbah sampah berupa tong, nanti akan memobilisasi sampah dan akan kami buang yang sudah disediakan,” katanya.
Kepala Dinas Komidag Trenggalek, Saniran, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan UMKM.
Menurutnya, kolaborasi antarkomponen tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
“Harapan kami sebagaimana diamanatkan pak Bupati bahwa trenggalek akan bangkit apabila kolaborasi antar komunitas, maka kami gerakkan komunitas, mulai dari kolaborasi dari pengusaha besar, UMKM bergabung jadi satu dalam kegiatan ini sehingga guyub rukun dan berdampak pada perekonomian maju bersama sejahtera bersama,” kata Saniran.
Selain persoalan kebersihan, pemerintah daerah juga mengingatkan penyelenggara agar kegiatan tidak mengganggu fasilitas umum. Salah satunya area di depan SMPN 3 Trenggalek yang digunakan untuk aktivitas sekolah pada pagi hari.
“Kami juga memberikan himbauan kepada EO agar tidak mengganggu fasilitas umum seperti di depan SMPN 3 Trenggalek, karena pagi ada anak sekolah tidak diizinkan mendirikan tenda jadi bolehnya hanya malam saja, fasilitas umum seperti ATM jangan ditutup, kemudian di depan pendopo acara tertentu disterilkan untuk kegiatan seremonial,” jelasnya.
Pasar rakyat tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-832 Trenggalek dengan mengusung tema “Hambeging Bumi”. Kegiatan berlangsung selama 10 hari, mulai 20 hingga 30 Agustus 2026.
Pada puncak acara, penyelenggara juga menyiapkan konser amal dan kemanusiaan dengan menghadirkan Opick. Kegiatan tersebut didukung Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Trenggalek dan menjadi bagian dari ajakan berdonasi untuk membantu masyarakat di Palestina, Sumatera, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Pawai Karnaval HUT ke-80 RI di Trenggalek, Penonton Buang Sampah Sembarangan
Surat Edaran Direvisi, Pemkab Trenggalek dan APKLI Sepakat Lanjutkan Event Agustus
Bupati Ipin Ungkap Makna “Hambeging Bumi” di Hari Jadi ke-832 Trenggalek
Novita Hardini DPR RI: Dorong UMKM Trenggalek Tembus Pasar Nasional
OPINI: Hari UMKM Nasional 2026: Ayo Beli Produk Trenggalek