Sangu Sampah Trenggalek Dipuji OJK, Pelajar Bisa Menabung dari Sampah

Program Sangu Sampah Trenggalek mendapat pujian OJK Kediri karena mengajarkan pelajar menabung sekaligus memilah sampah bernilai ekonomi.

Sangu Sampah Trenggalek Dipuji OJK, Pelajar Bisa Menabung dari Sampah

Sangu sampah trenggalek menjadikan siswa terbiasa nabung. KBRT/Humas

Ringkasan

  • OJK Kediri memuji program Sangu Sampah yang dijalankan di Trenggalek.
  • Sebanyak 853 pelajar mendapat rekening baru dalam peringatan Hari Indonesia Menabung.
  • Sangu Sampah mengajarkan pelajar memilah sampah sekaligus mengenal literasi keuangan.

TRENGGALEK - Program Sangu Sampah yang digagas Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat pujian dari Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Ismirani Saputri, dalam peringatan Hari Indonesia Menabung di Kabupaten Trenggalek, Kamis (20/8/2026).

Ismirani menyebut program tersebut menjadi salah satu cara yang menarik untuk mengajarkan pelajar mencintai lingkungan sekaligus mengenal pengelolaan keuangan.

“Ini satu-satunya dan hanya ada di Trenggalek,” ucap Ismirani dalam kegiatan yang dipusatkan di GOR Gajah Putih Trenggalek.

Advertisement

Peringatan Hari Indonesia Menabung yang digelar OJK Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek tersebut juga mendorong gerakan satu pelajar satu rekening. Sebanyak 853 pelajar dari berbagai sekolah mendapatkan rekening tabungan baru dalam kegiatan tersebut.

Program itu diharapkan dapat membiasakan pelajar mulai menata keuangan dengan menabung sejak dini.

Namun, kebiasaan menabung menjadi tantangan bagi pelajar yang memiliki uang saku terbatas. Pemkab Trenggalek kemudian mengembangkan Sangu Sampah sebagai salah satu cara agar pelajar tetap dapat memiliki sumber uang yang bisa ditabung.

Melalui program tersebut, pelajar diajak memilah sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Sampah yang telah dipilah kemudian dibawa ke sekolah untuk ditukarkan dengan uang atau dicatat sebagai nilai Sangu Sampah.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus literasi keuangan kepada pelajar.

“Hari ini kami beserta OJK Kediri kami memperingati Hari Indonesia Menabung. Dan salah satu kejaran yang ingin kita capai satu rekening satu pelajar,” katanya.

Arifin mengatakan program Sangu Sampah juga berkaitan dengan target Trenggalek menuju net zero carbon pada 2045.

“Kebetulan di Trenggalek itu kita stimulasi dengan program sangu sampah. Trenggalek ingin net zero karbon di 2045. Kita ingin kelola sampah kita yang bisa mendorong siswa-siswa punya rekening,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi perlu dipilah sejak dari sumbernya agar tidak tercampur dengan sampah lain.

“Jadi kumpulkan sampah yang masih punya nilai ekonomis. Itu jangan sampai kotor tercampur. Dipisahkan kemudian didayagunakan, hasil ekonominya kita kembalikan.”

Menurut Arifin, hasil dari pemilahan sampah tersebut dapat menjadi uang yang kemudian ditabung oleh pelajar. Ia juga menyebut mekanisme penukaran sampah melalui PT JET dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.

“Tadi teman-teman bisa lihat ada beberapa juara yang mereka mendapatkan uang dari situ. Begitu juga bisa di cek PT. JET sekarang per satu poin yang ditukarkan nilai satu poinnya itu berapa.”

Arifin menilai Sangu Sampah dapat menjadi sarana untuk mengajarkan dua hal sekaligus kepada pelajar, yakni kepedulian terhadap lingkungan dan literasi keuangan.

“Jadi sebenarnya ini menarik bagi anak anak, karena literasi keuangan didiajarkan. Karena mereka tidak bekerja kan. Jadi kita tanamkan dua hal ini, pertama cinta lingkungan dan juga mempersiapkan finansial kedepan. Karena memang belum bekerja yang juga mencintai lingkungan. Dengan pilah sampah akhirnya bisa punya tabungan,” tandasnya.

Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan Agustus menjadi momentum bagi OJK untuk menggalakkan Simpanan Pelajar (Simpel).

Program tersebut merupakan produk simpanan yang diperuntukkan bagi pelajar dan tidak dikenakan biaya administrasi.

“Bulan Agustus itu harinya Indonesia Menabung. Jadi selama bulan Agustus Otoritas Jasa Keuangan itu sedang menggalakkan Simpanan Pelajar (Simpel). Jadi simpanan ini khusus digunakan pelajar tanpa biaya administrasi sama sekali. Karena mereka itu minim sekali uang sakunya,” katanya.

Menurut Ismirani, gerakan tersebut dilakukan di seluruh wilayah kerja OJK di Indonesia. Untuk wilayah kerja OJK Kediri, puncak kegiatan Hari Indonesia Menabung digelar di Kabupaten Trenggalek.

“Di seluruh wilayah kerja OJK di Indonesia dan ini puncaknya (Trenggalek) untuk wilayah kerja OJK Kediri. Harapannya anak-anak sudah mulai tahu bedanya kebutuhan dan keinginan. Kemudian mereka mulai menyisihkan uang jajannya, bukan menyisakan. Kalau tidak punya uang saku, jalan keluarnya tadi adalah sangu sampah,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek mengapresiasi kegiatan Hari Indonesia Menabung yang digelar OJK Kediri. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya ditunjukkan dari banyaknya peserta, tetapi juga dari tingkat pemahaman pelajar terhadap materi yang disampaikan.

Arifin mengatakan, dalam kegiatan tersebut sejumlah pelajar diminta naik ke panggung untuk menceritakan materi yang menurut mereka menarik. Dari tujuh pelajar yang tampil, menurutnya, mereka mampu menjelaskan kembali materi yang disampaikan secara runtut.

Ia menilai kemampuan pelajar tersebut menunjukkan kegiatan literasi yang digelar OJK dapat diterima dengan baik oleh peserta.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait