Tak Mencapai Progres, Satu Petugas Sensus Ekonomi 2026 Trenggalek Putus Kontrak

BPS Trenggalek menyebut satu petugas Sensus Ekonomi 2026 tidak melanjutkan kontrak setelah mendapat peringatan dan evaluasi terkait kinerja.

Tak Mencapai Progres, Satu Petugas Sensus Ekonomi 2026 Trenggalek Putus Kontrak

Satu petugas sensus ekonomi trenggalek di pecat. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Satu petugas Sensus Ekonomi 2026 di Trenggalek tidak melanjutkan kontrak.
  • Sebelumnya BPS memberikan surat peringatan dan melakukan evaluasi terhadap kinerja petugas.
  • Honor petugas diperkirakan Rp3,5 juta-Rp4 juta dengan kontrak sekitar 2,5 bulan

TRENGGALEK - Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek mencatat satu petugas Sensus Ekonomi 2026 tidak melanjutkan kontrak setelah sebelumnya mendapat surat peringatan terkait kinerja pendataan.

Kepala BPS Trenggalek, Abu Amar, mengatakan pada awal pelaksanaan terdapat petugas yang dinilai kurang produktif dalam melakukan pendataan. BPS kemudian memberikan surat peringatan sekaligus melakukan pendekatan secara intensif.

"Di awal-awal kemarin satu bulan pertama memang kami membuat surat peringatan teman-teman yang kinerjanya kurang produktif, tapi alhamdulillah dengan ada surat peringatan pendekatan ke masing-masing wilayah intens akhirnya mereka berubah dan bergerak, dan hasilnya sudah melebihi target," ujar Abu Amar.

Advertisement

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar kinerja petugas kembali meningkat dan target pendataan dapat dicapai.

Namun, dari evaluasi tersebut terdapat sekitar satu petugas yang akhirnya tidak melanjutkan kontrak.

"Kalau kemarin sekitar 1 pemutusan kontrak, memang ada surat peringatan kami ajak diskusi segala macam, sepertinya dia dengan sendirinya tidak sanggup melanjutkan," jelasnya.

Abu Amar mengatakan BPS sebelumnya telah memberikan kesempatan melalui surat peringatan dan diskusi sebelum petugas tersebut tidak melanjutkan kontraknya.

Sementara terkait pendapatan petugas sensus, Abu Amar memperkirakan berada di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp4 juta. Masa kontrak berlangsung sekitar 2,5 bulan sehingga total akumulasi pendapatan diperkirakan sekitar Rp10 juta.

Namun, Abu Amar mengaku tidak hafal nominal pasti honor petugas di lapangan.

Di sisi lain, secara keseluruhan progres Sensus Ekonomi 2026 di Trenggalek telah mencapai 113 persen dari prelist hingga 18 Agustus 2026. BPS menyebut capaian tersebut belum berarti seluruh pendataan lapangan selesai karena terdapat keluarga dan usaha baru yang ditemukan selama proses sensus.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait