Mujahadah Nisfussanah Jawa Timur, Puluhan Ribu Jama'ah Gelorakan Sholawat Wahidiyah di Trenggalek
Mujahadah Nisfussanah Jawa Timur menggelora di Alun-Alun Trenggalek. Para jama'ah pengamal Sholawat Wahidiyah tersebut berdatangan mulai sejak Minggu (18/08/2024) di kota alen-alen.Dalam rangkaian acara tersebut juga dihadiri Bupati Trenggalek, dan Forkopimda serta unsur terkait. Jama'ah sendiri memadati alun-alun kisaran di angka puluhan ribu.Mujahadah tersebut juga dipimpin langsung Hadrotul Muk...
19 Aug 2024 • 21:00 WIB
Mujahadah Nisfussanah Jawa Timur menggelora di Alun-Alun Trenggalek. Para jama'ah pengamal Sholawat Wahidiyah tersebut berdatangan mulai sejak Minggu (18/08/2024) di kota alen-alen.
Dalam rangkaian acara tersebut juga dihadiri Bupati Trenggalek, dan Forkopimda serta unsur terkait. Jama'ah sendiri memadati alun-alun kisaran di angka puluhan ribu.
Mujahadah tersebut juga dipimpin langsung Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo K. Abdul Majid Ali Fikri RA, sebagai pengasuh perjuangan Wahidiyah.
Advertisement
“Mujahadah Nisfusannah adalah mujahadah rangkaian dari mujahadah yaumiyah yang diamalkan setiap hari,
mujahadah usbu'iyah seluruh wilayah di tingkat jama'ah desa yang berkumpul seminggu sekali,” terang Ketua Yayasan Perjuangan Wahidiyah Trenggalek H. Mukayah.
Kemudian, mujahadah syahriah seluruh kecamatan yang berkumpul satu bulan sekali, mujahadah rubu'ussanah 3 bulan sekali di kabupaten.
“Kemudian mujahadah nifsusannah mujahadah tingkat provinsi, seluruh masyarakat berkumpul mengadakan doa bersama untuk melaksanakan mujahadah, Kemudian mujahadah Kubro yang diselenggarakan Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren di kedunglo,” paparnya.
Mukayan menambahkan, dirinya terimakasih kepada jama'ah yang sudah hadir dan berbagai pihak baik dari Pemkab maupun Forkopimda yang membantu acara terselenggara.
“Alhamdulillah acara terlaksana dengan khidmat dan mohon maaf jika ada salah pada jalannya acara,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin dalam sambutannya terimakasih telah memilih Trenggalek sebagai tempat berdoa dan Sholawat.
“Insya Allah Rasulullah Muhammad SAW, jangkung kita semua. Muassis dan Romo Kyai jangkung semua,” kata Mas Ipin.
Mas Ipin juga berpesan, para keluarga Yayasan Perjuangan Wahidiyah untuk kompak. Bahkan ketika di Trenggalek ada penghalang, maka dirinya akan langsung turun tangan.
‘Keluarga besar kompak membela perjuangan, kalau ada yang ganggu saya yang turun, dan dimanapun tempatnya jika ada yang mengganggu perjalanan ini, kami terdepan menjadi pembela. Mari kita ajak masyarakat mengamalkan,” ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Libur Sekolah Dimulai, Trenggalek Siapkan Deretan Destinasi Menarik untuk Wisatawan
DPRD Trenggalek Siapkan Aturan Baru, Pelaku UMKM dan Koperasi Bakal Dapat Perlindungan Lebih Kuat