Modus Baru Catut Program MBG, Korban Rugi hingga Ratusan Juta Demi Dapat Titik Dapur

BGN dan Satgas MBG Polri mengusut dugaan penipuan berkedok Program Makan Bergizi Gratis yang menyebabkan kerugian miliaran rupiah.

Modus Baru Catut Program MBG, Korban Rugi hingga Ratusan Juta Demi Dapat Titik Dapur

Korban penipuan titik MBG di Indonesia. KBRT/Badan Gizi Nasional

Ringkasan

  • Modus penipuan berkedok Program MBG marak terjadi di sejumlah daerah.
  • Korban dijanjikan bantuan mendapatkan titik dapur gizi dengan syarat setor uang.
  • BGN dan Satgas MBG Polri kini memburu pelaku usai kerugian korban mencapai miliaran rupiah.

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membantu masyarakat justru dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk menipu calon mitra. Modusnya, pelaku mengaku dekat dengan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) lalu menawarkan bantuan pengurusan titik dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan imbalan uang.

Nilai kerugiannya pun tak main-main. Ada korban yang kehilangan uang hingga ratusan juta rupiah demi janji bisa lolos program tersebut.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sekaligus Ketua Tim Verifikasi, Sony Sonjaya, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dugaan penipuan dari berbagai daerah di Indonesia.

Advertisement

“Kami menerima banyak laporan dari beberapa daerah, para pelapor tersebut merupakan korban dari pihak-pihak yang mengaku orang dekat dengan pejabat BGN atau mungkin mengaku pejabat BGN dan menawarkan jasa untuk mendaftarkan titik SPPG tentu saja dengan permintaan uang,” ujar Sony dalam konferensi pers, Senin (25/05/2026).

Menurut Sony, kasus terbesar sementara ini tercatat di Jawa Barat. Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp1,9 miliar dengan jumlah korban sebanyak 21 orang.

“Di Jawa Barat itu Rp1,9 miliar yang baru lapor 21 orang jadi rata-rata per orang kerugiannya mencapai Rp100 juta. Di Lombok Timur ada satu orang. Saya juga mendengar hari ini akan datang juga 20 orang korban yang ditipu oleh yayasan,” ujarnya.

Selain Jawa Barat, dugaan penipuan serupa juga dilaporkan terjadi di Lombok Timur, Barelang, hingga Provinsi Banten. Di Banten, dua korban dilaporkan mengalami kerugian total sekitar Rp400 juta.

Melihat maraknya kasus tersebut, BGN kini memperkuat koordinasi bersama Satgas MBG Polri dan jajaran kepolisian di berbagai daerah. Langkah itu dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat sekaligus memburu pelaku yang memanfaatkan program pemerintah demi keuntungan pribadi.

Kepala Satgas MBG, Irjen Pol. Nurworo Danang, menegaskan kepolisian siap menindak pihak-pihak yang menyalahgunakan program MBG secara melawan hukum.

“Tentunya Satgas MBG dalam hal ini Polri mendukung penuh dalam rangka penegakan hukum bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan program MBG ini mengambil keuntungan dengan cara-cara menyimpang dan melanggar hukum,” tegas Danang.

BGN mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap pihak yang menjanjikan kemudahan mendapatkan titik SPPG dengan syarat pembayaran tertentu. Sebab proses program MBG disebut memiliki mekanisme resmi dan tidak dipungut biaya melalui jalur pribadi.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait