Lirik 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' Versi Religi, Lebih Elegan

Kabar Trenggalek - Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet mendapat kecaman dari ulama ternama Gus Muwafiq. Hal itu bermunculan banyak musisi mengubah lirik lagu yang diduga mencederai tokoh ulama itu. Bahkan pencipta memohon maaf melalui kanal youtube Tama Halu 008. Dirinya beralasan bahwa tidak tahu menahu tentang tokoh Joko Tingkir itu. “Saya mohon maaf atas ketidaktahuan saya tentang tokoh bernam...

Lirik 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' Versi Religi, Lebih Elegan
Kabar Trenggalek - Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet mendapat kecaman dari ulama ternama Gus Muwafiq. Hal itu bermunculan banyak musisi mengubah lirik lagu yang diduga mencederai tokoh ulama itu. Bahkan pencipta memohon maaf melalui kanal youtube Tama Halu 008. Dirinya beralasan bahwa tidak tahu menahu tentang tokoh Joko Tingkir itu. “Saya mohon maaf atas ketidaktahuan saya tentang tokoh bernama ‘Joko Tingkir’ yang diagungkan oleh masyarakat Jawa, dan saya tidak ada niatan merendahkan atau melecehkan, sekali lagi saya mohon maaf, dan liriknya sudah kami ganti,” ujar Tama Halu 008. Tak ayal, lagu ‘Joko Tingkir Ngombe Dawet’ sempat trending di YouTube musik karena dinyanyikan oleh artis seperti Deny Caknan, Percil, Yeni Inka, Happy Asmara dan Abah Lala. Lagu ‘Joko Tingkir Ngombe Dawet’ hampir saja dinyanyikan di depan Jokowi oleh Farel Prayoga, namun tak disetujui oleh pihak protokoler Istana saat peringatan hari Kemerdekaan RI Ke-77 lalu. Kontroversi lagu ‘Joko Tingkir Ngombe Dawet’ diungkapkan oleh ulama ternama Gus Muwafiq. Ulama itu menuturkan bahwa nama asli dari ‘Joko Tingkir’ adalah Sultan Hadiwijaya menantu Sultan Trenggono, muridnya Sunan Kalijaga, ulama besar. “Kula niki jengkel miring lagu ‘Joko Tingkir Ngombe Dawet’ iki sopo sing ngarang? Ndang dikandani iku dudu jeneng sembarangan [Saya jengkel dengan lagu joko tingkir ngombe dawet, siapa pengarangnya, cepat di kasih tahu, itu bukan nama sembarangan],” ucap Gus Muwafiq dikutip dari laman YouTube. Dalam ceramahnya itu, Gus Muwafiq merincikan sanad para ulama besar yang sambung dengan Sultan Hadiwijaya atau nama populernya Joko Tingkir. Menurut Gus Muwafiq, Kiai Hasyim Asyari belajar dari Kiai Kholil Bangkalan, juga Kiai Soleh Darat, termasuk Mbah Asy’ari ayahnya sendiri. “Kemudian Mbah Asy’ari belajarnya dari Mbah Khoiron atau Mbah Gareng Ngroto Purwodadi, Mbah Gareng belajar di Mbah Abdul Wahid Salatiga,” katanya. Lalu, Mbah Abdul Wahid belajarnya di mbah Abdul Khalim Boyolali, Mbah Abdul Khalim belajarnya di Mbah Sufyan Tuban, Mbah Sufyan Tuban belajar di Mbah Jabbar Nglirip, Mbah Jabbar Ngelirip belajar di Mbah Abdurrahman Lasem. “Mbah Abdurrahman Lasem belajar ke Mbah Benowo Mbah Benowo Mondok di Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir yang menurunkan ulama ulama Jawa,” tegas Gus Muwafiq.

Lirik 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' versi sholawat:

Lirik 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' versi sholawat:

Joko Tingkir wali Jowo Joko Tingkir wali Jawa Muride Sunan Kalijogo Murid Sunan Kalijaga Wis Mashur ing Nuswantoro Terkenal di Nusantara Dadi Wali yo dadi Rojo Jadi Wali juga jadi Raja Legendane Joko Tingkir Legendanya Joko Tingkir Joko gagah sregep dzikir Pemuda gagah yang rajin dzikir Statuse yatim piyatu Statusnya yatim piatu Biso sukses mergo mituhu Bisa sukses karena taat Ngabdine ing Demak bintoro Mengabdi di Demak bintoro Banjur terus diangkat rojo Kemudian diangkat menjadi raja Misine nyebarke agomo Misinya menyebarkan agama Agomo Islam agomo kang mulyo Agama Islam yang mulia Joko Tingkir wali mashur Joko Tingkir wali terkenal Joko Tingkir rojo luhur Joko Tingkir raja luhur Joko Tingkir pangkate duwur Joko Tingkir pangkatnya tinggi Mugo kito ketularan makmur Semoga kita tertular sejahtera https://youtu.be/70MxRcB1slU

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait