Kabar dari Makkah, Jemaah Haji Trenggalek Sakit ISPA dan Bertahan Dalam Cuaca 45 Derajat
Ratusan jemaah haji asal Trenggalek di Makkah dilaporkan dalam kondisi stabil. ISPA menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak dialami setelah Armuzna.
03 Jun 2026 • 08:00 WIB
Dokter Kloter SUB 105, Hafizh Azin Adaba sedang melakukan edukasi kepada jemaah. KBRT/Dokumen Hafizh
Ringkasan
- Jemaah haji Trenggalek Kloter SUB 105 dilaporkan dalam kondisi stabil pasca-puncak ibadah haji.
- ISPA menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak dialami, disusul kelelahan dan dehidrasi.
- Tidak ada jemaah yang dirawat di rumah sakit, sementara tim kesehatan terus melakukan pendampingan dan edukasi.
TRENGGALEK - Kondisi jemaah haji asal Trenggalek yang tergabung dalam Kloter SUB 105 dilaporkan tetap terjaga meski banyak jemaah mengalami gangguan kesehatan ringan setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Dokter Kloter SUB 105, Hafizh Azin Adaba, menyebut mayoritas jemaah masih dalam kondisi fit dan bugar. Meski demikian, sejumlah jemaah mengalami keluhan kesehatan yang umum terjadi setelah menjalani aktivitas fisik berat di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.
"Alhamdulillah kondisi jamaah haji asal Trenggalek dalam kondisi fit dan bugar, walaupun banyak yang sakit apalagi setelah kegiatan puncak haji yaitu Arofah, Muzdalifah dan Mina," kata Hafizh kepada Kabar Trenggalek.
Advertisement
Data yang dihimpun menunjukkan Kloter SUB 105 membawa total 347 jemaah haji asal Trenggalek. Dari berbagai keluhan kesehatan yang muncul, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan.
Menurut Hafizh, ISPA umumnya ditandai dengan gejala batuk, pilek, dan demam. Kondisi tersebut sebagian besar dipicu oleh infeksi virus yang mudah menyebar di tengah padatnya aktivitas jemaah dari berbagai negara.
"Untuk sakit, kebanyakan jemaah mengalami sakit pernafasan atas atau biasa disebut ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). ISPA ini biasa ditandai dengan keluhan batuk pilek demam. Penyebab terseringnya adalah infeksi dari virus," ujarnya.
Selain ISPA, petugas kesehatan juga menemukan keluhan akibat kelelahan seperti pegal-pegal, nyeri otot, hingga dehidrasi. Kondisi tersebut banyak dialami jemaah setelah menjalani rangkaian ibadah yang menguras tenaga.
Meski banyak jemaah sempat mengalami gangguan kesehatan, Hafizh memastikan belum ada jemaah asal Trenggalek yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
"Alhamdulillah untuk saat ini tidak ada yang di rawat di Rumah Sakit," ungkapnya.
Untuk menjaga kondisi jemaah tetap stabil, tim kesehatan haji terus melakukan berbagai langkah pencegahan. Mulai dari mengedukasi jemaah agar memperbanyak waktu istirahat, menjaga asupan cairan, mengonsumsi makanan yang cukup, hingga mengurangi aktivitas di luar hotel saat suhu udara sedang tinggi.
Petugas juga membagikan oralit guna mencegah dehidrasi serta mengimbau penggunaan masker bagi jemaah yang mengalami batuk dan pilek agar tidak menularkan penyakit kepada jemaah lain.
"Selain itu kami juga memberikan pelayanan pengobatan jemaah, bisa melalui klinik atau di kamar jamaah," terang Hafizh.
Menurutnya, faktor cuaca menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi jemaah selama berada di Tanah Suci. Suhu udara di Makkah pada siang hari dapat mencapai sekitar 45 derajat Celsius, jauh lebih panas dibandingkan iklim tropis di Indonesia.
"Benar, cuaca disini juga mempengaruhi kondisi kesehatan jamaah haji, apalagi cuaca disini bisa dikatakan ekstrim daripada cuaca Indonesia yang tropis. Pada siang hari bisa menyentuh 45°C," katanya.
Saat ini seluruh jemaah haji asal Trenggalek masih berada di Kota Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah dan masa pemulihan pasca puncak haji. Sesuai jadwal, rombongan Kloter SUB 105 akan bergeser menuju Madinah.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Muhammadiyah Trenggalek Pertama Kali Kelola Dam Haji di Kampung Halaman, 47 Kambing Disembelih Saat Tasyrik
Prosedur Daftar Haji Reguler Lengkap Beserta Syaratnya
Ratusan Calon Haji Trenggalek Berangkat Dini Hari, Tangis Keluarga Menetes di Pendopo
451 CJH Trenggalek Berangkat Mei 2026, Dapat Bonus Cuaca Lebih Sejuk di Tanah Suci
Jadwal Pelaksanaan Haji 2026, Simak Detail Lengkapnya di Sini