Jemaah Haji Trenggalek Masih Bertahan di Makkah, Kepulangan Dijadwalkan Akhir Juni
Jemaah haji asal Trenggalek masih berada di Makkah hingga awal Juni 2026. Kepulangan ke Indonesia dijadwalkan pada 28 Juni mendatang.
06 Jun 2026 • 12:00 WIB
Kepala Kemenhaj Trenggalek bicara soal jadwal kepulangan haji. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Seluruh jemaah haji asal Trenggalek masih berada di Makkah hingga awal Juni 2026.
- Kepulangan ke Indonesia dijadwalkan pada 28 Juni 2026 melalui Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
- Petugas mengingatkan jemaah menjaga kesehatan karena cuaca panas di Arab Saudi masih cukup ekstrem.
TRENGGALEK – Kabar untuk keluarga jemaah haji asal Trenggalek yang sudah menanti kepulangan kerabatnya dari Tanah Suci. Hingga awal Juni 2026, seluruh jemaah haji asal Kabupaten Trenggalek masih menjalani aktivitas di Kota Makkah dan belum diberangkatkan menuju Madinah.
Artinya, perjalanan pulang ke Indonesia masih membutuhkan waktu beberapa pekan lagi. Sesuai jadwal yang disusun petugas penyelenggara ibadah haji, rombongan jemaah asal Trenggalek baru akan dipulangkan ke tanah air pada akhir Juni.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah, mengatakan posisi seluruh jemaah saat ini masih berada di Makkah.
Advertisement
"Saat ini posisi jemaah haji Trenggalek masih berada di Makkah. Petugas baru akan memberangkatkan mereka ke Madinah sekitar delapan hari sebelum jadwal kepulangan," ujarnya.
Menurut Subkan, jemaah dijadwalkan meninggalkan Arab Saudi pada 28 Juni 2026. Jika tidak ada perubahan jadwal penerbangan maupun kendala perjalanan, rombongan diperkirakan tiba di Trenggalek pada malam hari.
"Kami menjadwalkan pemulangan jemaah pada 28 Juni. Perkiraan kami, jemaah tiba di Trenggalek sekitar pukul 22.00 WIB hingga 23.00 WIB," jelasnya.
Sebelum tiba di Trenggalek, dua kelompok terbang (kloter) yang membawa jemaah asal Trenggalek akan lebih dulu mendarat dan menjalani proses kedatangan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Kloter 105 dijadwalkan tiba sekitar pukul 17.25 WIB. Sedangkan Kloter 106 diperkirakan tiba sekitar pukul 18.05 WIB.
Karena selisih waktu kedatangan kedua kloter relatif dekat dan proses administrasi biasanya sudah dipersiapkan sebelumnya, jemaah diperkirakan tidak perlu menunggu terlalu lama sebelum melanjutkan perjalanan ke Trenggalek.
"Kalau seluruh skema berjalan lancar, jemaah kemungkinan bisa langsung melanjutkan perjalanan pulang ke Trenggalek tanpa terlalu lama berada di asrama," katanya.
Untuk mendukung proses pemulangan, Kemenhaj Trenggalek juga mulai menyiapkan armada transportasi yang akan mengantar jemaah dari Surabaya menuju Trenggalek. Pengawalan dari aparat kepolisian juga akan dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Kami tetap menyiapkan armada bus dan pengawalan patwal demi menjamin keamanan jemaah. Namun, kami baru akan mematangkan koordinasi teknis bersama pemerintah daerah dan instansi terkait menjelang hari kepulangan," imbuh Subkan.
Di sisi lain, perhatian petugas saat ini tidak hanya tertuju pada jadwal kepulangan, tetapi juga kondisi kesehatan jemaah. Cuaca panas yang masih melanda Arab Saudi menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi para jemaah selama menunggu jadwal kembali ke Indonesia.
Subkan mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan aktivitas fisik berlebihan di luar ruangan. Menjaga stamina dinilai penting karena perjalanan pulang masih cukup panjang.
"Meskipun jemaah sudah menyelesaikan seluruh rangkaian utama ibadah haji, mereka tetap wajib menjaga kondisi tubuh sampai benar-benar kembali ke tanah air," tegasnya.
Ia juga mengimbau jemaah untuk selalu menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar hotel guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.
"Kalau terpaksa keluar ruangan, kami berharap jemaah memakai payung, membawa semprotan air, atau menggunakan pakaian pelindung agar tubuh tidak terlalu terpapar panas matahari," katanya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement