Innalillahi, Jemaah Haji Trenggalek Tutup Usia Setelah Menuntaskan Tawaf Ifadah

Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Trenggalek wafat di Makkah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji tahun 2026

Innalillahi, Jemaah Haji Trenggalek Tutup Usia Setelah Menuntaskan Tawaf Ifadah

Satu jemaah haji di Trenggalek meninggal dunia. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Hj Sulastri (73), jemaah haji asal Trenggalek, wafat di Makkah pada Selasa (2/6/2026).
  • Almarhumah dilaporkan telah menyelesaikan seluruh rangkaian utama ibadah haji sebelum meninggal dunia.
  • Keluarga tetap berhak menerima manfaat asuransi jemaah haji sesuai ketentuan yang berlaku.

TRENGGALEK – Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji asal Kabupaten Trenggalek yang tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci. Seorang jemaah dilaporkan meninggal dunia di Makkah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian utama ibadah haji.

Jemaah tersebut adalah Hj Sulastri (73), anggota Kloter SUB 105 Regu 15 Rombongan 4. Almarhumah mengembuskan napas terakhir saat berada di kamar tempatnya beristirahat di Hotel 909 Makkah pada Selasa (02/06/2026).

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Trenggalek, Subkan Hamzah, membenarkan kabar tersebut. Informasi wafatnya Hj Sulastri diterima pihaknya dari petugas yang mendampingi jemaah di Arab Saudi.

Advertisement

"Ya berita itu kami terima baru tadi pagi. Meninggalnya tanggal jam 18.00 lebih sedikit itu di Arab Saudi," kata Subkan saat ditemui di kantornya, Rabu (3/6/2026).

Menurut Subkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari petugas kloter, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), serta keluarga yang berada di Tanah Suci, almarhumah tidak memiliki keluhan kesehatan yang mengkhawatirkan sebelum kejadian.

Beberapa hari sebelumnya, pihak Kementerian Haji dan Umrah Trenggalek juga rutin memantau kondisi jemaah melalui petugas kloter. Saat itu tidak ada laporan mengenai kondisi darurat yang dialami Hj Sulastri.

"Hanya mungkin pusing setelah naik kursi roda yang mungkin agak cepat waktu tawaf. Tetapi sudah istirahat 1 hari lebih," ujar Subkan.

Berdasarkan informasi yang diterima, pada sore hari sebelum wafat almarhumah masih sempat beraktivitas seperti biasa. Setelah menikmati kopi dan beristirahat di kamar hotel, kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun.

"Beliau gletak itu bahasa Jawanya. Sekedar berbaring tapi kemudian beliau langsung meninggal di hotel, seperti itu yang kami terima," ungkapnya.

Meski meninggal dunia di Tanah Suci, pihak keluarga mendapat sedikit ketenangan karena almarhumah telah menuntaskan seluruh tahapan penting ibadah haji, termasuk tawaf ifadah yang menjadi salah satu rukun haji.

Subkan menegaskan status hajinya telah sempurna sehingga tidak diperlukan badal haji atau pelimpahan ibadah kepada pihak lain.

"Alhamdulillah kebetulan Ibu Sulastri sudah menyelesaikan semua tahapan di antara tahapan itu ifadahnya sudah selesai, berarti hajinya selesai," jelasnya.

Selain itu, almarhumah tetap berhak memperoleh manfaat asuransi jemaah haji sesuai ketentuan yang berlaku. Pihak Kementerian Haji dan Umrah Trenggalek saat ini juga berkoordinasi dengan keluarga untuk membantu proses pengurusan hak-hak tersebut.

"Jadi yang perlu kami sampaikan kepada keluarga, nanti bagaimana kita kerja sama untuk mengurus hak-haknya yang utamanya terkait dengan asuransi," kata Subkan.

Saat ini jemaah haji asal Trenggalek lainnya masih berada di Makkah dan dijadwalkan bergeser ke Madinah sebelum nantinya kembali ke Indonesia sesuai jadwal kepulangan yang telah ditetapkan.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait