Generasi Muda Unjuk Gigi, Turnamen Free Fire Trenggalek Lahirkan Bintang Baru
Turnamen Free Fire di Trenggalek menjadi ajang munculnya talenta muda esports. Salah satu juara bahkan masih berusia 13 tahun.
01 Jun 2026 • 16:00 WIB
Turnamen Free Fire di Watulimo Trenggalek yang memunculkan potensi baru. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Turnamen Free Fire di Trenggalek diikuti 24 tim dari berbagai wilayah.
- Salah satu juara diketahui masih berusia 13 tahun.
- Panitia melihat munculnya talenta muda sebagai modal penting perkembangan esports Trenggalek.
TRENGGALEK – Dunia esports di Trenggalek terus menunjukkan perkembangan yang menarik. Bukan hanya soal banyaknya peserta yang ikut bertanding, tetapi juga munculnya pemain-pemain muda yang mulai mencuri perhatian di arena kompetitif.
Salah satu sorotan dalam turnamen Garena Free Fire yang digelar baru-baru ini adalah keberhasilan pemain berusia 13 tahun bersaing dengan peserta lain dan berhasil meraih gelar juara. Capaian itu menjadi bukti bahwa talenta esports di Trenggalek mulai tumbuh sejak usia dini.
Turnamen tersebut mempertemukan 24 tim dari berbagai wilayah. Selama pertandingan berlangsung, para peserta menunjukkan kemampuan strategi, kerja sama tim, hingga ketangkasan mengambil keputusan dalam situasi permainan yang berlangsung cepat.
Advertisement
Ketua Panitia, Irnanda Zeky Almas Elfreda, mengatakan tingginya jumlah peserta menjadi sinyal positif bagi perkembangan komunitas esports di Kabupaten Trenggalek.
“Alhamdulillah peserta yang ikut ada 24 tim. Antusias teman-teman cukup tinggi dan itu jadi semangat tersendiri bagi panitia untuk memberikan yang terbaik selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Menurut Zeky, penyelenggara telah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis sebelum kompetisi berlangsung. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggunakan custom room resmi dari Garena Free Fire agar pertandingan berjalan lebih tertib dan kompetitif.
“Persiapannya sudah matang. Kami juga menggunakan custom room resmi dari Garena Free Fire supaya memutar lebih banyak pertandingan dan peserta bisa bermain dengan nyaman,” katanya.
Turnamen ini bukan kali pertama digelar. Sejauh ini, kompetisi Free Fire tersebut sudah berlangsung dua kali dan menjadi salah satu ruang berkumpulnya komunitas esports lokal.
Meski berjalan lancar, panitia mengakui masih menghadapi tantangan, terutama terkait kestabilan jaringan internet yang menjadi faktor penting dalam pertandingan berbasis daring.
“Kendala utama memang di jaringan. Karena pertandingan sangat bergantung pada koneksi yang stabil, jadi itu menjadi perhatian kami selama acara berlangsung,” jelasnya.
Di balik persaingan yang ketat, kehadiran pemain-pemain muda justru menjadi kabar paling menggembirakan. Menurut Zeky, regenerasi menjadi kunci agar esports Trenggalek terus berkembang dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Ia menilai munculnya juara dari kalangan usia belia menunjukkan bahwa Trenggalek memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet esports masa depan apabila mendapatkan wadah dan pelatihan yang tepat.
"Semoga ke depannya makin banyak tim yang berpartisipasi di event seperti ini. Kami juga berharap ada regenerasi dari usia muda. Karena sekarang sudah terlihat ada pemain yang masih sangat muda, bahkan ada yang 13 tahun dan mampu jadi juara. Ini tentu menjadi bibit unggul yang sangat bagus untuk jangka panjang perkembangan esports di Trenggalek," tuturnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Kalah Besar dari Sapi Impor, Sapi Galekan Justru Punya Keunggulan yang Sulit Ditandingi
4 Kecamatan Trenggalek yang Tidak Memiliki SPBU
Trenggalek Siapkan Spot Nobar Piala Dunia, Dispora Sulap Halaman Kantor Jadi Ruang Kumpul Suporter
MNA Gen Z Futsal Jadi Rumah Baru Talenta Muda Trenggalek, Siap Unjuk Gigi di Turnamen Nasional
Jam Buka, HTM, dan Daya Tarik Curug Mangir Trenggalek