TRENGGALEK - Banyak yang masih mengira semua game online otomatis masuk kategori esports. Padahal, tidak semua game bisa dipertandingkan secara resmi dalam ekosistem olahraga elektronik.
Di Kabupaten Trenggalek sendiri, perkembangan esports terus meningkat seiring makin aktifnya komunitas dan rutin digelarnya turnamen game digital hampir setiap bulan.
Wakil Sekretaris Umum E-Sports Indonesia Kabupaten Trenggalek, Wildan Bisri, menjelaskan sebuah game baru bisa disebut esports apabila memiliki sistem kompetisi yang jelas dan berkelanjutan.
“Suatu game bisa masuk kategori esports apabila memiliki sistem turnamen, ranking, aturan pertandingan yang jelas, dan tentunya membutuhkan kemampuan khusus seperti strategi, refleks, kerja sama tim, serta latihan yang konsisten,” ujar Wildan.
Saat ini, game esports dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan platform yang digunakan pemain.
Untuk kategori mobile atau game yang dimainkan lewat ponsel, beberapa judul yang paling populer antara lain Mobile Legends: Bang Bang, Free Fire, PUBG Mobile, Call of Duty: Mobile, Arena of Valor, hingga Magic Chess: Go Go.
Sementara untuk kategori PC atau komputer, ada sejumlah game yang sudah lama masuk skena kompetitif internasional seperti Dota 2, Valorant, PUBG: Battlegrounds, dan Fortnite.
Sedangkan di kategori console, perkembangan mulai terlihat lewat game Tekken 8, EA Sports FC 26, dan eFootball.
Menurut Wildan, genre seperti MOBA, battle royale, FPS, hingga sepak bola virtual lebih cepat berkembang karena punya unsur kompetitif yang kuat dan mudah dipertandingkan.
“MOBA menuntut strategi tim dan pengambilan keputusan yang cepat, battle royale menguji adaptasi dan survival, FPS berfokus pada akurasi dan komunikasi, sedangkan sepak bola virtual punya basis penggemar yang besar karena dekat dengan olahraga konvensional,” jelasnya.
Di Trenggalek sendiri, game mobile masih mendominasi ekosistem esports lokal karena lebih mudah diakses anak muda melalui gawai pribadi.
“Selama ini yang cukup aktif di Trenggalek ada Mobile Legends dan Free Fire,” terang Wildan.
Namun belakangan, komunitas esports console mulai tumbuh lewat kolaborasi turnamen bersama pelaku usaha rental PlayStation di Trenggalek.
Dengan makin luasnya cabang game kompetitif yang berkembang, esports kini tak lagi sekadar aktivitas hiburan, tetapi juga mulai menjadi ruang prestasi baru bagi generasi muda Trenggalek.
Kabar Trenggalek - Olahraga
Editor: Zamz





















