Dikebut Sambut Tahun Ajaran Baru, Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek Ditarget Rampung Akhir Juli
Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek mencapai 80,44 persen. Proyek senilai Rp225 miliar itu mendapat tambahan waktu hingga akhir Juli 2026 untuk tahap finishing.
02 Jul 2026 • 14:00 WIB
Pembangunan sekolah rakyat trenggalek yang sudah mencapai 80 persen. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek mencapai 80,44 persen dan mendapat tambahan waktu hingga 30 Juli 2026.
- Gedung SMP diprioritaskan agar siap digunakan pada awal tahun ajaran 2026/2027, sementara asrama masih tahap finishing.
- Sekolah senilai Rp225 miliar itu akan menampung 1.080 siswa dengan konsep sekolah berasrama terpadu.
TRENGGALEK – Target penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek bergeser. Semula proyek tersebut ditargetkan tuntas pada 20 Juni 2026, namun kini mendapat tambahan waktu (adendum) hingga 30 Juli 2026 karena masih menyelesaikan tahap finishing dan penataan kawasan (landscape).
Meski begitu, bangunan yang diprioritaskan untuk kegiatan belajar mengajar dipastikan siap digunakan menyambut tahun ajaran baru 2026/2027.
Site Engineer Manager Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek, Alivio Adiguna Akbar, mengatakan progres pembangunan saat ini telah mencapai 80,44 persen.
Advertisement
Sejumlah bangunan utama bahkan sudah memasuki tahap fungsional, di antaranya gedung SMP, gedung serbaguna, dan masjid.
"Progres pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek sudah 80,44 persen. Sudah ada beberapa bangunan yang fungsional seperti gedung serbaguna, gedung SMP, kemudian gedung masjid," kata Alivio.
Menurutnya, seluruh pekerjaan terus dipercepat agar target operasional sekolah sesuai arahan pemerintah pusat dapat terpenuhi.
Pihak kontraktor juga telah menerima instruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum terkait penambahan waktu pelaksanaan pekerjaan hingga akhir Juli.
"Kemarin kami ada instruksi dari pihak Pekerjaan Umum akan ada adendum waktu sampai dengan 30 Juli 2026. Ini sudah mulai proses finishing sama pekerjaan landscape," ujarnya.
Ia memastikan gedung SMP menjadi salah satu bangunan yang diprioritaskan agar dapat segera digunakan ketika tahun ajaran baru dimulai.
"Nanti Juli akan kami pastikan bisa ditempati sesuai dengan target yang telah disepakati," tambahnya.
Selain ruang belajar, pembangunan asrama siswa juga terus dikebut. Saat ini bangunan tersebut masih berada pada tahap penyelesaian akhir.
Alivio menjelaskan, kompleks Sekolah Rakyat Trenggalek dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang menggabungkan fasilitas belajar dan tempat tinggal siswa dalam satu lingkungan.
Di dalam kawasan tersebut akan berdiri gedung SD, SMP, SMA, delapan asrama siswa, dua asrama guru, masjid, gedung serbaguna, hingga laboratorium yang terintegrasi di masing-masing jenjang sekolah.
"Untuk asrama masih proses finishing. Ini diperuntukkan menyambut tahun ajaran baru 2026/2027," jelasnya.
Sekolah itu juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai laboratorium kimia dan biologi, jalur khusus penyandang disabilitas, lapangan mini soccer, hingga lapangan basket.
Sekolah Rakyat Trenggalek dibangun di atas lahan sekitar 5,8 hektare dari total dokumen lahan seluas 6,1 hektare. Kawasan ini diproyeksikan mampu menampung hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 ruang kelas, dengan kapasitas 30 siswa setiap kelas.
Sementara itu, asrama siswa dirancang dengan kapasitas bervariasi, mulai belasan hingga sekitar 20 penghuni per kamar. Asrama putra dan putri juga dipisahkan.
Alivio menambahkan, desain gerbang utama sekolah mengusung unsur kearifan lokal Trenggalek agar identitas daerah tetap tercermin pada bangunan.
"Sebisa mungkin Sekolah Rakyat menjadi gerbang ilmu pengetahuan," ujarnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek merupakan bagian dari paket Sekolah Rakyat Jawa Timur 4 dengan nilai proyek sekitar Rp1,2 triliun. Khusus di Kabupaten Trenggalek, nilai investasinya mencapai sekitar Rp225 miliar.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Sekolah Rakyat Trenggalek Jadi Rebutan, SMP Penuh Tapi SD Masih Sepi
Verifikasi Ungkap Ketidaksesuaian Data Desil, 46 Anak Trenggalek Tetap Bisa Masuk Sekolah Rakyat
Masih Cari 10 Siswa Lagi, Tim Sekolah Rakyat Trenggalek Jemput Bola hingga Akhir Juni
Ruang Perawatan Jiwa RSUD Soedomo Trenggalek Belum Bisa Bertambah, Tersangkut Status Lahan Sawah
Fakta Menarik Sekolah Rakyat, Siswa Tak Terima PIP tapi Seluruh Kebutuhan Dijamin