Tak Lagi di BLK, Siswa Sekolah Rakyat Trenggalek Mulai Tempati Kompleks Baru
Sekolah Rakyat Trenggalek mulai menempati kompleks baru. Sebanyak 240 siswa akan belajar dan tinggal di asrama yang diperkenalkan melalui kegiatan open house.
01 Aug 2026 • 10:00 WIB
Sekolah Rakyat Trenggalek resmi ditempati. KBRT/Zamz
Ringkasan
- 240 siswa akan menempati gedung baru Sekolah Rakyat.
- 75 siswa angkatan pertama resmi pindah dari BLK.
- Open house digelar agar orang tua mengenal lingkungan sekolah dan asrama.
TRENGGALEK – Suasana berbeda terlihat di kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek, Jumat (31/7/2026). Sebelum ratusan siswa mulai tinggal di asrama dan mengikuti pembelajaran di gedung baru, pihak sekolah lebih dulu mengajak para orang tua melihat langsung lingkungan belajar melalui kegiatan open house.
Langkah itu dilakukan agar wali murid memahami kondisi sekolah, termasuk sejumlah fasilitas yang masih dalam tahap penyelesaian. Dengan begitu, orang tua diharapkan dapat memberikan dukungan kepada anak-anak saat mulai menjalani kehidupan baru di lingkungan Sekolah Rakyat.
PIC Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek, Laode Taufik Nuryadin, mengatakan kegiatan tersebut diikuti orang tua siswa angkatan pertama maupun peserta didik baru. Tahun ini, sekitar 240 siswa akan menempati kompleks Sekolah Rakyat, termasuk 75 siswa yang sebelumnya belajar di gedung Balai Latihan Kerja (BLK).
Advertisement
"Alhamdulillah pada hari ini, 31 Juli, kita menyelenggarakan open house. Acara ini dihadiri oleh para orang tua murid-murid yang existing tahun lalu sebanyak 75 siswa dan sekarang sekitar 240 siswa," ujar Laode.
Menurutnya, open house menjadi momentum untuk mengenalkan kondisi sekolah secara terbuka. Sebab, pembangunan sejumlah fasilitas masih berlangsung meski tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar.
"Proses pembangunan memang masih berlangsung sehingga ada beberapa fasilitas yang masih dalam proses penyelesaian. Melalui open house ini para orang tua mengetahui kondisi sekolah sehingga bisa memberikan penguatan kepada anak-anaknya agar tetap semangat dan gigih bersekolah di Sekolah Rakyat," katanya.
Pada hari yang sama, sebanyak 75 siswa angkatan pertama dijadwalkan meninggalkan gedung BLK dan mulai menempati asrama baru.
"Hari ini anak-anak yang 75 siswa existing nanti sore akan pindah ke sini. Mohon doanya karena selama ini kita masih memanfaatkan gedung-gedung BLK sebagai tempat belajar sementara," ujarnya.
Laode memastikan proses pembangunan yang masih berjalan tidak akan menghambat kegiatan belajar. Sejumlah pekerjaan bahkan sengaja ditunda agar proses pembelajaran berlangsung lebih nyaman.
"Insyaallah tidak mengganggu aktivitas pembelajaran. Ada beberapa pekerjaan yang kita hold dulu. Asrama sudah siap digunakan, begitu juga ruang kelas SMP. Untuk gedung SD dan SMA masih membutuhkan penyelesaian, terutama instalasi listrik dan beberapa pekerjaan pendukung lainnya," jelasnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyebut Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis nasional untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
"Ini merupakan program strategis nasional dalam rangka mewujudkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang pengentasan kemiskinan. Ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah di Kabupaten Trenggalek," kata Stefanus.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum yang telah membangun fasilitas Sekolah Rakyat di Trenggalek.
"Kami berterima kasih kepada Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum yang telah mewujudkan fasilitas ini. Sekolah Rakyat menjadi kesempatan bagi anak-anak yang membutuhkan pendidikan maupun yang sebelumnya belum sempat bersekolah agar bisa memperoleh akses pendidikan yang layak," kata dia.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Sekolah Rakyat Trenggalek Bersiap Tinggalkan Kampus Rintisan, Siswa Pindah Akhir Juli
Sekolah Rakyat Trenggalek Siap Dibuka, 270 Siswa Jalani MPLS Mulai 1 Agustus