Bripda Ardan, Polisi Muda Trenggalek yang Berprestasi di Arena Karate

Bripda Ardan, anggota Satsamapta Polres Trenggalek, menorehkan sejumlah prestasi karate sembari menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Bripda Ardan, Polisi Muda Trenggalek yang Berprestasi di Arena Karate

Polisi Trenggalek yang menjadi atlet karate dan punya prestasi moncer. KBRT/Polres Trenggalek

Ringkasan

  • Bripda Ardan mulai berlatih karate sejak usia 4 tahun di Dojo INKAI Trenggalek.
  • Ia meraih sejumlah prestasi karate hingga tingkat nasional, termasuk Piala Kapolri 2026.
  • Ardan membagi waktu antara tugas kepolisian, kuliah, dan latihan karate.

TRENGGALEK - Bagi Bripda Muhammad Akbar Ardan Purbaningrat, menjadi anggota Polri bukan berarti harus meninggalkan aktivitas yang telah ditekuninya sejak kecil. Di tengah tugasnya sebagai anggota Satsamapta Polres Trenggalek, polisi muda tersebut tetap menjalani latihan karate. Olahraga bela diri yang telah digelutinya sejak usia empat tahun itu bahkan membawanya meraih sejumlah prestasi di berbagai kejuaraan.

Ardan mulai mengenal karate ketika masih kecil dan bergabung dengan Dojo INKAI Trenggalek. Ketertarikannya terhadap karate terus berkembang hingga ia berani mengikuti kompetisi sejak duduk di kelas VI sekolah dasar.

Dari sejumlah pertandingan yang diikutinya, Ardan mulai mengumpulkan pengalaman sekaligus prestasi. Salah satu capaian terbarunya diraih pada 2026, ketika ia menjadi Juara 3 Kumite Perorangan Senior Putra Kelas -60 kilogram dalam Piala Kapolri.

Advertisement

Pada tahun yang sama, ia juga meraih Juara 1 Kumite Perorangan Putra Kelas -60 kilogram dalam Piala Wali Kota Surabaya.

Prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Ardan di dunia karate. Sebelumnya, ia juga meraih sejumlah penghargaan, antara lain Juara 3 Kumite Beregu Senior Putra Piala Bergilir Pemprov Jatim III 2025 dan Juara 2 Kumite Perorangan -60 kilogram Senior Putra pada kejuaraan yang sama.

Ardan juga pernah menjadi Juara 3 Kumite Perorangan -60 kilogram Putra TNI-Polri dalam Piala Panglima TNI dalam rangka HUT ke-80 TNI 2025.

Pada ajang Jatim Martial Arts Championship Piala Ketua Umum KONI Pusat di Malang 2025, ia meraih Juara 2 Kata Beregu TNI-Polri Putra sekaligus Juara 1 Kumite Beregu Putra TNI-Polri.

Prestasi lainnya diraih dalam Piala Panglima Divisi Infanteri II Kostrad 2025 dengan menempati posisi ketiga pada nomor Kata Beregu Senior Putra.

Jauh sebelum menjadi anggota Polri, Ardan juga telah meraih sejumlah prestasi. Pada 2023, ia menjadi Juara 1 Kumite Perorangan -61 kilogram Putra Atmajaya Cup I Piala Ketua Umum KONI Kota Malang.

Setahun sebelumnya, ia meraih Juara 1 Kumite Perorangan -61 kilogram Piala Wali Kota Madiun dan Juara 3 Kumite Perorangan -55 kilogram Putra Piala Bimari Cup I.

Prestasi di arena karate tersebut berjalan beriringan dengan perjalanan Ardan menjadi anggota Polri.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 2 Trenggalek, Ardan mengikuti seleksi Bintara Polri. Ia kemudian dinyatakan lolos dan menjalani pendidikan di SPN Polda Jatim di Mojokerto pada 2024.

Setelah pendidikan, Ardan sempat ditempatkan di Direktorat Samapta Polda Jatim. Ia kemudian kembali ke daerah asalnya dan bergabung dengan Satsamapta Polres Trenggalek.

Keputusan menjadi anggota Polri, menurut Ardan, salah satunya didorong keinginan untuk membanggakan orang tua.

“Saya ingin membanggakan orang tua dengan mengabdi lewat jalur Polri. Alhamdulillah, bisa terwujud,” ujarnya.

Bagi Ardan, karate juga tidak sebatas aktivitas olahraga. Ia melihat latihan karate sebagai proses pembentukan karakter sekaligus sarana untuk membangun sikap disiplin, kejujuran, dan jiwa kesatria.

“Bagi saya, karate memiliki daya tarik yang sangat khas karena berfokus pada efisiensi gerakan satu lawan satu dan filosofi pembentukan karakter yang praktis. Karate tidak mengandalkan gerakan akrobatik yang rumit, melainkan kesederhanaan tapi efektif,” imbuhnya.

Nilai-nilai tersebut menurutnya juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Di tengah kesibukan sebagai polisi, Ardan masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Malang. Ia juga tetap menyempatkan diri berlatih dan berkumpul bersama rekan-rekan sesama karateka.

Bagi Ardan, tantangan utamanya bukan memilih antara pekerjaan dan hobi, melainkan mengatur waktu agar keduanya tetap berjalan.

“Yang terpenting bagaimana cara kita membagi waktu tanpa mengorbankan satu sisi. Dari karate ini, saya juga bisa berkesempatan keliling Indonesia,” ucapnya sembari tersenyum.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait