250 Pelajar Adu Strategi di Turnamen Catur Trenggalek, Percasi Bidik Bibit Atlet Baru

Sekitar 250 pelajar mengikuti turnamen catur Percasi Trenggalek. Ajang ini menjadi bagian dari pembinaan bibit atlet muda.

250 Pelajar Adu Strategi di Turnamen Catur Trenggalek, Percasi Bidik Bibit Atlet Baru

Turnamen catur trenggalek bidik atlet potensial. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Sekitar 250 pelajar mengikuti turnamen catur Percasi Trenggalek.
  • Catur menjadi salah satu cabang olahraga andalan Trenggalek di tingkat provinsi.
  • Percasi mengaku masih terkendala anggaran pembinaan yang saat ini sekitar Rp15 juta per tahun.

TRENGGALEK - Sebanyak 250 pelajar dari jenjang SD hingga SMA mengikuti turnamen catur yang digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Trenggalek dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Turnamen yang berlangsung Rabu (19/8/2026) tersebut menjadi salah satu ajang pembinaan atlet muda catur di Kabupaten Trenggalek. Jumlah peserta tahun ini juga disebut menjadi salah satu yang terbanyak dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Ketua Percasi Kabupaten Trenggalek, Muhamad Ervan Hamami, mengatakan turnamen tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Advertisement

"Ini turnamen rutin setiap tahun. Ini dalam rangka memperingati HUT RI. Kebetulan ini HUT RI ke-81. Turnamen seperti ini pesertanya selalu memuncak," ujar Muhamad Ervan Hamami.

Menurut Ervan, tingginya jumlah peserta menunjukkan minat pelajar terhadap olahraga catur masih cukup tinggi.

"Tahun ini termasuk yang paling sukses, paling banyak. Pesertanya sekitar 250," ujarnya.

Para peserta terbagi dalam enam kategori, yakni SD putra, SD putri, SMP putra, SMP putri, SMA putra, dan SMA putri.

Kompetisi berlangsung selama satu hari dengan total tujuh babak pertandingan dan berakhir pada sore hari. Percasi Trenggalek menyiapkan piala dan piagam penghargaan yang bersumber dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek.

Ervan mengatakan catur menjadi salah satu cabang olahraga andalan Kabupaten Trenggalek di bawah pembinaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Prestasi atlet catur Trenggalek juga telah terlihat dalam sejumlah kejuaraan tingkat provinsi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

"Ini merupakan salah satu andalan dari KONI. Prestasi kita termasuk luar biasa, termasuk cabor yang diunggulkan di event-event provinsi," jelasnya.

Pada Porprov sebelumnya, atlet catur Trenggalek berhasil meraih medali emas nomor perorangan putri kelompok usia di bawah 21 tahun.

"Tahun kemarin untuk usia di bawah 21 itu namanya Porprov. Kita pernah dapat medali emas, perorangan putri. Tahun-tahun sebelumnya kita juga selalu sukses berulang-ulang meraih medali," terangnya.

Untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Percasi Trenggalek melakukan pembinaan melalui klub-klub catur.

Pembinaan tersebut dilakukan dengan pemantauan KONI dan Percasi. Para atlet juga didorong aktif mengikuti berbagai turnamen untuk mengasah kemampuan bertanding.

"Kita biasanya di klub-klub masing-masing. Tetapi di bawah pantauan KONI dan Percasi. Setiap ada kejuaraan, kita selalu aktif ikut. Hampir tidak pernah absen turnamen catur," ulasnya.

Terkait jumlah atlet yang akan dikirim dalam POPDA, Ervan mengatakan keputusan masih menunggu karena cabang olahraga catur masih dalam tahap usulan.

Meski demikian, Percasi telah memiliki sejumlah atlet yang dinilai siap mengikuti kompetisi. Organisasi tersebut juga memiliki bidang pembinaan dan prestasi (binpres) serta pelatih untuk mendampingi atlet.

"Kita punya binpres, kita punya pelatih. Latihan rutin, ikut turnamen. Kita mendorong, memberi semangat, support. Karena biayanya terbatas, mereka juga mandiri untuk belajar," ujarnya.

Di tengah prestasi yang ditorehkan atlet, Ervan menyebut dukungan anggaran pembinaan masih menjadi tantangan.

Saat ini, Percasi Trenggalek mendapatkan anggaran sekitar Rp15 juta per tahun. Jumlah tersebut diharapkan dapat ditingkatkan untuk mendukung pembinaan atlet.

"Kita ini mendapat Rp15 juta per tahun. Diharapkan bisa kembali seperti dulu, di atas Rp30 juta," kata dia.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait