Ketua Askab PSSI Trenggalek Buka Suara soal Polemik Sanksi Wasit di Trenggalek Student League

Ketua Askab PSSI Trenggalek Puguh Purnomo buka suara soal polemik sanksi wasit TSL, sebut ini miskomunikasi dan dinamika organisasi yang wajar.

Ketua Askab PSSI Trenggalek Buka Suara soal Polemik Sanksi Wasit di Trenggalek Student League

Ketua Askab PSSI Trenggalek beri penjelasan soal polemik TSL. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Ketua Askab PSSI Trenggalek Puguh Purnomo menyebut polemik sanksi wasit TSL murni miskomunikasi, karena rekomendasi dan surat penugasan harus terbit beriringan, sementara TSL belum merespons ajakan kolaborasi Askab.
  • Ia menegaskan urusan sanksi sepenuhnya kewenangan Komdis dan Komisi Banding yang independen, serta membuka ruang bagi wasit terdampak untuk mengajukan banding.
  • Soal rekomendasi Asprov PSSI Jatim, Askab sudah membalas surat namun belum ada jawaban tertulis; ke depan fokus Askab beralih ke persiapan tuan rumah Piala Soeratin U-17 pada 12 Agustus.

TRENGGALEK — Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo, akhirnya angkat bicara menanggapi polemik sanksi terhadap wasit lokal yang memimpin pertandingan Trenggalek Student League (TSL) 2026. Ia menyebut persoalan yang muncul murni miskomunikasi antara pihak penyelenggara turnamen dengan Askab, bukan konflik kepentingan antarlembaga.

"Yang pertama kami saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat atensinya terhadap kegiatan yang ada di Kabupaten Trenggalek, khususnya kegiatan sepak bola. Kronologinya terkait hal-hal muncul ini adalah dinamika didalam organisasi hal yang sangat wajar sehingga nanti dari ASKAB PSSI Trenggalek akan mengambil langkah strategis demi kemajuan sepak bola trenggalek," katanya.

Urusan Sanksi Sepenuhnya di Tangan Komdis

Puguh menegaskan bahwa penjatuhan sanksi terhadap wasit sepenuhnya berada di ranah Komisi Disiplin (Komdis) Askab PSSI Trenggalek, lembaga yang menurutnya independen dan tidak bisa diintervensi oleh ketua.

Advertisement

"Terkait dengan permasalahan wasit itu adalah ranahnya Komite Disiplin (Komdis) Askab PSSI Trenggalek, memang belum ada penugasan dari Askab, cuman dari sanksi yang diberikan Komdis itu sesuai dengan PO ataupun sesuai dengan sanksi itu ada ruang bagi teman-teman wasit atau perangkat pertandingan bisa melakukan banding ke komisi banding," ujarnya.

Ia mendorong wasit yang terkena sanksi untuk memanfaatkan mekanisme banding yang tersedia, alih-alih menganggap putusan Komdis sebagai keputusan final.

"Jadi monggo ruang itu dimanfaatkan, karena Komdis juga punya independensi sendiri, komisi banding juga independensi sendiri biar beliau yang bersikap, saya selaku Ketua ASKAB PSSI Trenggalek tidak ikut campur masalah hasil keputusannya, karena itu ranah di Komdis dan Banding," katanya.

Rekomendasi Belum Turun karena Ajakan Kolaborasi Tak Direspons

Puguh menjelaskan kronologi versi Askab soal mandeknya rekomendasi untuk TSL. Menurutnya, surat permohonan dari penyelenggara TSL sudah masuk, namun Askab justru berupaya mengajak kolaborasi karena pada saat bersamaan sedang menyiapkan turnamen serupa.

"Terkait yang muncul itu bagi kami ada miskomunikasi saja, terkait surat mereka sudah bersurat dari Trenggalek Student League (TSL) terus kami juga bersurat untuk mengundang pihak panitia pelaksana, bukan hanya tertulis juga secara lisan kita ajak komunikasi dan kolaborasi," katanya.

"Karena secara kebetulan di tahun 2026 ini sesuai dengan agenda program kerja ASKAB juga ada liga turnamen Liga Pelajar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan yang sudah dipaparkan di Smart Center, terkait demikian kami mengajak dari TSL untuk berkolaborasi bersinergi, dan membahas hal teknis mungkin bisa disatukan, jadi biar kegiatan ramai dan gebyar bagus untuk kemajuan sepak bola trenggalek," lanjutnya.

Namun, ia menyebut ajakan tersebut tidak pernah mendapat tanggapan dari pihak penyelenggara TSL, yang berujung pada tertahannya rekomendasi resmi.

"Namun dari undangan yang kami kirim dan koordinasi secara lisan itu tidak ada jawaban dan tanggapan dari penyelenggara TSL, akhirnya sampai saat ini belum mengeluarkan rekom, berkaitan dengan hal tersebut kalau seandainya belum mengeluarkan surat penugasan wasit atau perangkat pertandingan itu karena juga belum memberikan rekom," ujarnya.

Ia menekankan bahwa rekomendasi dan surat penugasan wasit merupakan dua dokumen yang mestinya terbit bersamaan, sehingga tanpa rekomendasi, surat penugasan pun tidak bisa diterbitkan.

"Karena pemberian rekom dengan surat penugasan ini harus berjalan beriringan, karena belum mengeluarkan rekom, mungkin Komdis sesuai dengan ranahnya akhirnya memberikan sanksi kepada wasit atau perangkat pertandingan, namun disitu bukan sesuatu hal yang harga mati, teman-teman dari ASKAB PSSI Trenggalek tidak mematikan rejeki orang dan sebagainya tapi disanksi Komdis sendiri ada ruang bisa banding dan sudah diatur PO atau statuta," katanya.

Ia berharap semua pihak mengedepankan sinergi ketimbang saling merasa paling benar.

"Harapannya kami mari bersinergi dengan baik untuk memajukan sepak bola trenggalek, tidak saling merasa paling benar dan harus andap asor untuk memajukan sepak bola dan dalam kurun waktu ini ada perkembangan yang luar biasa," ujarnya.

Soal Rekomendasi Asprov Jatim, Askab Klaim Sudah Balas Surat

Menyinggung terbitnya rekomendasi resmi dari PSSI Provinsi Jawa Timur untuk turnamen yang sama, Puguh menyatakan tetap menghormati kewenangan Asprov selaku pembina sepak bola tingkat provinsi. Namun ia menegaskan Askab juga memiliki kewenangan sesuai statuta atas wasit berlisensi C-3 yang berdomisili di Trenggalek.

"Terkait dengan surat Rekomendasi ASPROV PSSI Jawa Timur kami tetap menghormati Asprov selaku pembina sepak bola provinsi, namun sesuai dengan pedoman organisasi atau statuta dan ruang lingkup yang diatur didalam berbagai pasal Askab punya kewenangan, dan wasit C3 itu memang aset PSSI, tapi sesuai dengan ruang lingkup dan kewenangannya wasit C3 ini asetnya Askab, kalau Komdis ini bersikap karena sesuai dengan ruang lingkupnya atau sesuai dengan aturan," katanya.

Ia mengeklaim Askab telah mengirim surat balasan kepada Asprov Jatim terkait rekomendasi tersebut, namun hingga kini belum mendapat jawaban tertulis, meski sempat ada komunikasi lisan lewat sambungan telepon dengan ketua Asprov.

"Terkait rekom tersebut Askab mengeluarkan surat balasan kepada Asprov namun belum mendapatkan jawaban. Kalau arahan Asprov secara lisan melalui pak ketua dalam sambungan telepon intinya beliau berkomitmen memajukan sepak bola sesuai dengan peraturan dan tujuan kami mengembangkan sepak bola lebih baik dan kedepan semacam intropeksi buat Askab maupun Asprov, perangkat pertandingan, dan penggemar sepak bola," ujarnya.

Fokus Beralih ke Piala Soeratin U-17

Di akhir keterangannya, Puguh menyampaikan bahwa setelah polemik ini, Askab akan mengalihkan fokus pada persiapan sebagai tuan rumah Piala Soeratin U-17 yang akan digelar 12 Agustus mendatang.

"Harapan saya setelah kami sama-sama intropeksi kami akan fokus persiapan Askab sendiri dalam piala Soeratin U-17 yang juga ditunjuk sebagai tuan rumah dan pertandingannya tanggal 12 nanti sehingga harapannya monggo mendukung piala U-17 bukan sukses soal pelaksanaan tapi juga sukses dari sisi prestasi dan setelah dinamika muncul harapan saya monggo saling intropeksi dan melakukan hal yang sesuai aturan organisasi dan monggo perangkat pertandingan melakukan banding ke Komisi Banding dan terbuka ruang," ujarnya.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait