Berawal dari Jualan Online, Pelaku UMKM Muda Trenggalek Dilatih Disperinaker Jadi Commis Chef
Pelaku UMKM muda di Trenggalek mengikuti pelatihan Commis Chef untuk meningkatkan keterampilan memasak, mengembangkan usaha, dan memperoleh sertifikasi BNSP.
30 Jun 2026 • 12:00 WIB
Pelatihan yang dilakukan oleh disperinaker trenggalek. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Pelaku UMKM asal Dongko mengikuti pelatihan Commis Chef agar mampu memproduksi menu sendiri.
- Disperinaker Trenggalek hanya menerima 20 peserta dari sekitar 80 pendaftar.
- Peserta dibekali kompetensi memasak, keamanan pangan, dan sertifikasi BNSP untuk meningkatkan daya saing usaha.
TRENGGALEK – Bagi banyak pelaku usaha kuliner, memasak bukan lagi sekadar soal rasa. Di era media sosial, kemampuan menciptakan menu sendiri menjadi modal penting agar bisnis tetap berkembang dan tidak bergantung pada produk dari pihak lain.
Semangat itu yang membawa Siti Nurariyah atau Arisa, pelaku UMKM asal Kecamatan Dongko, mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Kejuruan Tata Boga (Commis Chef) yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Trenggalek.
Selama ini perempuan berusia 26 tahun tersebut menjalankan usaha kuliner dengan konsep on the road (OTR). Ia berkeliling menjajakan dagangan di sejumlah pasar dan kawasan pertokoan, mulai dari Dongko hingga Munjungan.
Advertisement
Meski telah memiliki produk andalan seperti kue pandan dan cendol aren, sebagian menu yang dijualnya masih dipasok dari pihak lain. Karena itu, ia ingin meningkatkan kemampuan agar seluruh produk bisa dibuat sendiri.
"Saya ingin lebih mengembangkan lagi usaha saya, terutama di bidang kuliner. Kebetulan ini jurusannya sangat pas, yaitu tata boga," ujar Arisa.
Arisa mengaku media sosial menjadi salah satu penopang utama usahanya. Melalui siaran langsung di TikTok, ia mampu menjangkau lebih banyak pembeli dibanding hanya mengandalkan penjualan secara konvensional.
Namun, ia juga pernah merasakan dampak ketika akses internet terganggu akibat pemadaman listrik.
"Kalau tidak ada media sosial, omsetnya terasa sekali perbedaannya. Saya pernah jualan di Munjungan saat internet mati karena pemadaman lampu, pembelinya tidak seramai saat saya sambil live streaming," ungkapnya.
Lewat pelatihan ini, Arisa berharap mampu memperluas variasi produk sekaligus meningkatkan kualitas usaha agar lebih mandiri.
Di sisi lain, Kepala Disperinaker Kabupaten Trenggalek, Christina Ambarwati Soemarno, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus memperluas peluang kerja maupun wirausaha.
"Hari ini sudah dilaksanakan pembukaan pelatihan yang insyaallah akan diselenggarakan selama 14 hari atau setara dengan 140 Jam Pelajaran (JP). Ini untuk pelatihan kejuruan tata boga standar BNSP atau commis chef," jelas Christina.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 80 orang, sementara kuota peserta hanya tersedia untuk 20 orang melalui proses seleksi.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Mereka tidak hanya belajar teknik memasak, tetapi juga pengolahan pangan yang higienis, keamanan pangan, standar halal, hingga pengelolaan dapur sesuai standar industri.
Christina berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri maupun meningkatkan daya saing jika bekerja di sektor kuliner.
Ia menambahkan, Disperinaker tidak berhenti pada pelatihan saja. Para alumni maupun pelaku UMKM akan mendapat pendampingan untuk meningkatkan standar usaha, mulai dari pengurusan sertifikat halal, merek dagang, hingga uji kandungan gizi produk.
"Kalau untuk UMKM, kita memang fokus pada standardisasi usaha mereka. Jadi, misalnya mereka belum memiliki sertifikat halal, belum memiliki merek, atau perlu uji nutrisi dan sebagainya, itu yang bisa kita dampingi agar produk mereka memiliki standar," jelasnya.
Program pelatihan tahun ini juga melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk dua penyandang disabilitas sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap kesempatan belajar yang inklusif.
Christina menambahkan, pelatihan vokasi yang dijalankan Disperinaker saat ini juga diarahkan untuk mendukung berbagai program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Kawasan Desa Mandiri Pangan, hingga Sekolah Rakyat, dengan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Libur Sekolah Dapur MBG Trenggalek Tutup, Relawan Kembali Cari Nafkah dari Pekerjaan Lama
Aksi Hijau di Pantai Cengkrong, Pemuda Muhammadiyah Trenggalek Tanam Mangrove dan Bersihkan Pantai
Judoka Trenggalek Bikin Kejutan di Kejuaraan Internasional Jakarta, Enam Medali Dibawa Pulang
DPRD Trenggalek Siapkan Aturan Baru, Pelaku UMKM dan Koperasi Bakal Dapat Perlindungan Lebih Kuat
Berapa Tarif PPH Final UMKM Setelah Revisi? Simak Detailnya Sekarang Juga