TRENGGALEK - Kabar soal penyebaran Hantavirus di sejumlah daerah mulai ramai diperbincangkan. Namun hingga Mei 2026, Kabupaten Trenggalek dipastikan masih aman dari temuan kasus virus yang ditularkan melalui tikus tersebut.
Meski belum ada laporan kasus terkonfirmasi, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek tetap meminta masyarakat tidak lengah dan mulai lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar rumah.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek, Andiek Muarifin, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan konfirmasi kasus Hantavirus di wilayah Trenggalek.
“Untuk Jawa Timur khususnya di Trenggalek, kami belum mendapatkan laporan konfirmasi sehingga insyaallah di Trenggalek ini masih aman dari virus Hantavirus,” ujar Andiek, Jumat (22/05/2026).
Menurut Andiek, Hantavirus merupakan penyakit yang disebabkan orthohantavirus dan dapat menular melalui cairan tubuh tikus seperti urine, kotoran, maupun air liur.
Virus tersebut tidak menyebar seperti Covid-19, tetapi debu yang terkontaminasi cairan tikus bisa menjadi media penularan ketika terhirup manusia.
Karena itu, warga diminta lebih rutin membersihkan rumah, terutama area yang rawan menjadi sarang tikus.
“Yang paling penting menjaga kebersihan rumah dan lingkungan karena virus ini ditularkan melalui tikus,” katanya.
Secara umum, Hantavirus memiliki dua jenis manifestasi klinis, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Gejala HPS meliputi demam, sakit kepala, nyeri badan, batuk hingga sesak napas. Sedangkan HFRS memiliki gejala yang hampir sama, namun biasanya tanpa sesak napas.
“Di Indonesia yang dilaporkan justru jenis HFRS, bukan HPS,” jelas Andiek.
Berdasarkan data surveilans epidemiologi nasional, sejak 2024 hingga 2026 terdapat 23 kasus konfirmasi Hantavirus di sembilan provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Dinkes Trenggalek juga mengimbau masyarakat membiasakan pola hidup bersih seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan makanan, serta menutup celah rumah yang berpotensi menjadi jalan masuk tikus.
Selain itu, tumpukan barang bekas dan sampah yang bisa menjadi tempat persembunyian tikus juga diminta segera dibersihkan.
“Rumah-rumah yang ada lubang atau celah yang bisa menjadi jalan masuk tikus sebaiknya ditutup,” imbuhnya.
Masyarakat juga diminta tidak menyepelekan gejala demam atau sakit kepala berkepanjangan.
“Kalau sudah dirasakan sakit kepala kemudian demam yang tidak sembuh-sembuh, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” terang Andiek.
Saat ini, Dinkes bersama puskesmas terus melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai layanan, termasuk kegiatan posyandu.
Andiek menegaskan, Hantavirus dapat ditangani dengan baik apabila penderita segera mendapatkan penanganan medis, terutama sebelum kondisi berkembang lebih parah akibat penyakit penyerta.
“Kalau segera ditangani insyaallah bisa tertangani dengan baik,” kata dia.
Kabar Trenggalek - Kesehatan
Editor: Zamz





















