PULE, TRENGGALEK - Pemandangan berbeda terlihat di lokasi pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Jombok, Kecamatan Pule, Trenggalek. Di tengah warga yang sibuk mengangkut material, Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki ikut turun tangan mendorong angkong berisi tanah uruk menuju area proyek.
Bukan sekadar meninjau, orang nomor satu di Polres Trenggalek itu tampak membaur bersama warga dan pekerja yang sedang bergotong royong menyelesaikan pembangunan jembatan penghubung antarwilayah tersebut.
Aksi Kapolres yang ikut berkeringat di lapangan pun jadi perhatian warga sekitar.
Dengan pakaian lapangan, Ridwan terlihat beberapa kali membantu proses pengurukan sambil mengecek perkembangan pembangunan jembatan yang selama ini dinanti warga setempat.
“Alhamdulillah, progres pembangunan sudah mencapai 70 persen. Tinggal pemasangan besi pembatas kanan kiri dan pengecatan,” ujar Ridwan.
Jembatan Merah Putih itu dibangun dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 1 meter. Tingginya mencapai kurang lebih 3,5 meter dengan bentang sungai sekitar 5 meter.
Meski ukurannya tidak terlalu besar, keberadaan jembatan tersebut punya arti penting bagi aktivitas warga Desa Jombok dan sekitarnya.
Selama ini, warga harus memutar cukup jauh untuk menuju area pertanian maupun akses antar dusun. Kehadiran jembatan baru itu diperkirakan bisa memangkas waktu perjalanan hingga sekitar 20 menit.
“Dulu warga harus memutar hingga sekitar 4 kilometer. Dengan adanya jembatan ini, waktu tempuh bisa lebih singkat,” jelasnya.
Pembangunan jembatan dilakukan lewat kolaborasi antara Polres Trenggalek dan masyarakat sekitar. Total anggaran yang digunakan diperkirakan mencapai Rp45 juta.
Selain bantuan dari Polres, proses pembangunan juga mengandalkan swadaya dan tenaga gotong royong warga.
Menurut Ridwan, keterlibatan masyarakat sengaja didorong sejak awal agar warga merasa memiliki dan nantinya benar-benar merasakan manfaat jembatan tersebut.
“Warga kami libatkan bersama-sama agar nantinya manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Jembatan ini nantinya bakal menjadi jalur penting bagi petani yang setiap hari melintas membawa hasil panen maupun kebutuhan pertanian.
Kapolres berharap proses pembangunan bisa segera rampung sehingga akses warga menjadi lebih mudah dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin lancar.
“Semoga cepat selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi warga,” ujarnya.
Di tengah derasnya pembangunan infrastruktur modern, suasana gotong royong yang terlihat di proyek Jembatan Merah Putih ini justru jadi pemandangan yang mulai jarang ditemui.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















