KBRT - Hantavirus, adalah kelompok virus yang menyerang organ paru-paru (hantavirus pulmonary syndrome/HPS) serta pembuluh darah dan ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome/HFRS). Virus ini, kini sedang banyak menjadi perbincangan karena terdapat kasus serius dan kematian pada penumpang kapal pesiar yang baru-baru ini viral.
Bagi kalian yang peduli dengan kesehatan keluarga, memahami ancaman Hantavirus atau virus Hanta, merupakan salah satu langkah penting karena penyakit ini tergolong berbahaya dan dapat berakibat fatal.
Apalagi, Hantavirus merupakan Penyakit yang bersifat zoonosis, atau berarti penularannya dimulai dari hewan, khususnya tikus dan hewan pengerat lainnya, kepada manusia. Berikut adalah sedikit ulasan tentang Hantavirus yang kami rangkum dari laman Alodokter.
Daftar Isi [Show]
Penyebab dan Faktor Risiko Infeksi Hantavirus
Hantavirus, umumnya menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan pengerat yang terinfeksi, seperti feses, urine, dan air liur. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat memicu infeksi Hantavirus:
- Menghirup partikel udara yang mengandung virus (aerosolisasi).
- Menyentuh benda yang terkontaminasi lalu memegang mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan.
- Mengonsumsi makanan yang telah tercemar virus.
- Mengalami luka akibat gigitan tikus yang terinfeksi.
Resiko infeksi virus ini, akan meningkat bagi mereka yang tinggal di area dengan populasi tikus tinggi, pekerja konstruksi, jasa pengendalian hama, serta orang yang gemar berkemah atau mendaki gunung.
Mengenali Gejala Infeksi Hantavirus
Gejala penyakit ini, biasanya baru muncul sekitar 1 hingga 8 minggu setelah seseorang terpapar virus. Keluhan yang timbul bervariasi tergantung pada jenis gangguan yang dialami:
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
Tahap awal jenis ini, pengidap akan mengalami beberapa kondisi seperti demam, meriang, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan rasa lelah yang luar biasa. Setelah itu, akan berlanjut dengan batuk, sesak napas hebat, nyeri dada, dan detak jantung cepat yang dapat berujung pada edema paru serta syok fatal.
Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Memasuki tahap awal jenis ini, pengidap akan mengalami sakit kepala berat, nyeri punggung dan perut, pandangan kabur, serta ruam di kulit. Hal tersebut, akan berlanjut menjadi tekanan darah rendah (hipotensi), perdarahan, kebocoran plasma, hingga gagal ginjal akut.
Diagnosa dan Cara Pengobatan
Jika kalian mengalami gejala tersebut, dokter akan melakukan diagnosis melalui tes darah, tes urine, tes PCR, tes serologi untuk mendeteksi antigen, serta pemindaian seperti Rontgen atau CT scan dada.
Berdasarkan informasi dari Alodokter, hingga saat ini belum ada pengobatan khusus yang benar-benar efektif untuk Hantavirus, sehingga penanganan difokuskan pada meredakan gejala dan pencegahan komplikasi di unit perawatan intensif. Berikut adalah rincian penanganan yang bisa dilakukan saat ini:
- Pemberian oksigen melalui alat bantu napas atau ventilator.
- Pemberian cairan infus untuk menjaga keseimbangan elektrolit.
- Pemberian obat antivirus Seperti ribavirin untuk kasus HFRS tahap awal.
- Pemasangan ECMO untuk pengganti fungsi paru pada HPS berat atau cuci darah untuk gagal ginjal pada HFRS berat.
Langkah Pencegahan Utama
Karena belum tersedia vaksin untuk mencegah Hantavirus, langkah terbaik adalah dengan menghindari faktor risikonya. Pastikan kalian rutin mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan bahan makanan, membasmi tikus di sekitar tempat tinggal, serta selalu membersihkan rumah dengan disinfektan.
Jika pekerjaan kalian berisiko tinggi, selalu gunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar prosedur yang berlaku.
Kabar Trenggalek - Edukasi
Editor: Zamz





















