Meski Sehat Saat Dicek, 46 Hewan Kurban di Trenggalek Ternyata Mengandung Cacing Hati

Disnakkan Trenggalek menemukan 46 kasus cacing hati pada hewan kurban hasil pemeriksaan postmortem di sejumlah lokasi penyembelihan.

Meski Sehat Saat Dicek, 46 Hewan Kurban di Trenggalek Ternyata Mengandung Cacing Hati

Pemeriksaan cacing hati dalam kandungan hewan kurban. KBRT/Istimewa

Ringkasan

  • Disnakkan Trenggalek menemukan 46 kasus cacing hati pada sapi dan kambing kurban.
  • Seluruh hewan sebelumnya dinyatakan sehat saat pemeriksaan sebelum penyembelihan.
  • Pemeriksaan hewan kurban masih berlangsung hingga hari keempat Idul Adha.

TRENGGALEK - Pemeriksaan hewan kurban di Trenggalek masih menemukan “penumpang gelap” di organ dalam ternak. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek mencatat puluhan sapi dan kambing terindikasi terkena cacing hati usai disembelih saat Idul Adha 2026.

Meski jumlah temuannya cukup banyak, masyarakat diminta tidak panik. Sebab, daging kurban secara umum tetap dinyatakan aman untuk dikonsumsi selama bagian organ yang terinfeksi tidak dibagikan.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek, Ririn Hari Setiani, mengatakan temuan itu diperoleh dari pemeriksaan postmortem atau pengecekan organ hewan setelah penyembelihan dilakukan.

Advertisement

“Dari pemeriksaan postmortem ditemukan kasus cacing hati sebanyak 46 ekor hewan, terdiri dari 34 ekor sapi dan 12 ekor kambing,” ujarnya.

Ririn menjelaskan, seluruh hewan sebelumnya telah menjalani pemeriksaan antemortem sebelum dipotong. Dari hasil pengecekan awal itu, kondisi hewan dinyatakan sehat dan layak untuk kurban.

“Untuk pemeriksaan antemortem, seluruh hewan yang diperiksa dinyatakan sehat dan layak disembelih,” jelasnya.

Menurutnya, cacing hati memang sulit dideteksi dari tampilan fisik hewan. Sapi maupun kambing yang terinfeksi umumnya tetap terlihat sehat dan gemuk seperti biasa.

Meski begitu, Disnakkan memastikan tidak ditemukan penyakit lain yang membahayakan masyarakat selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Pemeriksaan lain tidak ditemukan penyakit yang berbahaya,” tegasnya.

Selama pelaksanaan Idul Adha, Disnakkan menerjunkan 18 tim pemeriksa ke berbagai lokasi penyembelihan di Trenggalek. Hingga Rabu (27/5/2026), sebanyak 71 titik penyembelihan telah diperiksa.

Dari hasil pendataan sementara, hewan kurban yang diperiksa meliputi 110 sapi jantan, 50 sapi betina, 555 kambing jantan, 17 kambing betina, 49 domba jantan, dan 3 domba betina.

Ririn mengatakan pemeriksaan akan terus dilakukan hingga hari keempat pelaksanaan kurban untuk memastikan daging yang beredar di masyarakat tetap aman, sehat, utuh, dan halal dikonsumsi.

“Pemeriksaan masih berlangsung sampai hari keempat, dengan catatan jika ada pemeriksaan,” tandas dokter hewan tersebut.

Disnakkan juga mengimbau panitia kurban agar lebih teliti saat memeriksa organ hati hewan setelah penyembelihan. Jika ditemukan cacing hati, bagian tersebut sebaiknya langsung dipisahkan dan tidak dibagikan kepada warga.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait