3 Sapi Kurban di Trenggalek Terjangkit Cacing Hati, Disnakkan Minta Organ Ini Jangan Dibagikan

Disnakkan Trenggalek menemukan tiga sapi kurban terinfeksi cacing hati saat pemeriksaan Idul Adha. Organ hati diminta tidak dikonsumsi warga.

3 Sapi Kurban di Trenggalek Terjangkit Cacing Hati, Disnakkan Minta Organ Ini Jangan Dibagikan

Disnakkan Trenggalek mekakukan pengecekan daging kurban. KBRT/Istimewa

Ringkasan

  • Disnakkan Trenggalek menemukan tiga sapi kurban terinfeksi cacing hati saat pemeriksaan lapangan.
  • Organ hati diminta dibuang karena tidak layak konsumsi, tetapi daging lainnya masih aman.
  • Pemeriksaan hewan kurban terus dilakukan hingga lokasi penyembelihan sapi bantuan presiden.

TRENGGALEK - Momen penyembelihan hewan kurban di Trenggalek tahun ini diwarnai temuan cacing hati pada sejumlah sapi. Meski begitu, warga diminta tidak panik karena bagian daging lainnya dipastikan masih aman dikonsumsi.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek menemukan tiga ekor sapi terinfeksi cacing hati saat pemeriksaan hewan kurban di sejumlah titik penyembelihan, Rabu (27/5/2026). Temuan itu didapat dari hasil pengecekan langsung tim kesehatan hewan yang turun ke lapangan sejak pagi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Disnakkan Trenggalek, Ririn Hari Setiani, mengatakan pemeriksaan dilakukan melalui metode antemortem atau sebelum penyembelihan, serta post mortem setelah hewan dipotong.

Advertisement

Sebanyak 18 tim diterjunkan ke 14 kecamatan untuk memastikan kondisi hewan kurban tetap sehat dan daging yang dibagikan ke masyarakat aman dikonsumsi.

"Saya tadi keliling ke Masjid Agung Kelurahan Ngantru, Karangsoko 2 tempat. Kelurahan Tamanan ada 14 ekor sapi, 3 ekor diantaranya ada cacing hati. Serta dari 24 ekor kambing sehat semua," ujar drh Ririn Hari Setiani saat dikonfirmasi.

Menurut Ririn, organ hati dari sapi yang terinfeksi sebaiknya tidak dibagikan kepada warga. Namun untuk bagian daging lainnya masih dinyatakan aman.

"Betul dagingnya masih aman. Kami sarankan untuk dibuang bagian hatinya saja, tidak untuk dibagikan ke warga," bebernya.

Ia menjelaskan, cacing hati baru bisa diketahui setelah proses penyembelihan dilakukan. Petugas biasanya membuka bagian hati untuk memastikan ada atau tidaknya parasit tersebut.

"Bentuknya pipih menyerupai daun," ujarnya singkat.

Ririn menyebut sapi yang terinfeksi cacing hati umumnya tidak menunjukkan ciri khusus. Secara fisik, kondisi hewan tetap terlihat sehat dan gemuk sehingga sulit dideteksi tanpa pemeriksaan organ dalam.

Menurutnya, kasus cacing hati biasanya dipicu pakan ternak yang terkontaminasi telur cacing.

"Itu indikasinya makan rumput yang ada telur cacingnya. Jadi berkembang di dalam hati," katanya.

Disnakkan juga mengingatkan panitia kurban agar lebih memperhatikan kebersihan lokasi penyembelihan dan perlakuan terhadap hewan. Sebab, dari hasil pemantauan di lapangan, masih ada sejumlah tempat penyembelihan yang belum menerapkan standar hygiene sanitasi dan kesejahteraan hewan secara maksimal.

"Untuk rekomendasi dari dinas ke takmir mushola ada beberapa yang masih belum menerapkan kesejahteraan hewan dan memperhatikan hygiene sanitasinya," paparnya.

Karena itu, Disnakkan meminta panitia kurban yang masih melaksanakan penyembelihan pada hari berikutnya agar lebih teliti dalam proses penanganan hewan maupun distribusi daging.

"Pesannya agar lebih memperhatikan tata cara penyembelihan dan penanganan daging yang benar," tandasnya.

Pemeriksaan hewan kurban di Trenggalek dijadwalkan masih berlanjut hingga Kamis (28/5/2026). Salah satu lokasi yang akan dipantau yakni penyembelihan sapi bantuan presiden di Masjid Ngelo, Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari.

"Ada beberapa tim yg msh jalan, diantaranya ke lokasi Sapi Banpres disembelih besok Kamis," katanya.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait