Sapi Kurban Presiden di Trenggalek Dicek Kesehatan, Posturnya Gemoi Berat 1 Ton Lebih
Disnakkan Trenggalek memastikan sapi bantuan presiden untuk Idul Adha 2026 dalam kondisi sehat. Bobot sapi mencapai 1 ton 37 kilogram.
26 May 2026 • 08:00 WIB
Sapi bantuan presiden prabowo di Trenggalek sedang cek kesehatan. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Sapi Banpres di Trenggalek dipastikan sehat setelah diperiksa dokter hewan
- Bobot sapi jenis simental mencapai 1 ton 37 kilogram
- Hewan kurban senilai Rp98 juta itu akan disalurkan ke Masjid Ngelo Sukorame
KABAR TRENGGALEK – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, sapi bantuan presiden (Banpres) untuk Kabupaten Trenggalek mulai jadi perhatian. Bukan cuma karena ukurannya gemoi, tapi juga karena proses pengecekan kesehatannya dilakukan cukup detail sebelum nantinya disalurkan untuk kurban.
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek turun langsung mengecek kondisi sapi tersebut pada Senin (25/5/2026). Pemeriksaan dilakukan di kandang milik peternak asal Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan.
Kepala Disnakkan Trenggalek, Muyono Piranata, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban dari Presiden RI benar-benar dalam kondisi sehat dan layak disembelih.
Advertisement
“Tadi kami sudah melakukan pengawasan pemeriksaan dengan dokter hewan Ibu Ririn dan dokter hewan Pak Adi dinyatakan sehat,” ujar Muyono kepada awak media.
Menurutnya, pemeriksaan tidak sekadar melihat kondisi luar sapi. Tim dokter hewan juga mengecek beberapa bagian penting mulai dari rongga hidung, mulut, lidah, mata, hingga postur tubuh hewan ternak tersebut.
“Terus postur tubuhnya ini juga normal, bagus, mulus. Dia bisa berdiri tegak, tidak pincang dan sebagainya. Terus kotorannya dia juga tidak ada darah sehingga kami menyatakan sehat,” jelasnya.
Sapi jenis simental itu memiliki bobot mencapai 1 ton 37 kilogram dengan usia sekitar empat tahun. Nantinya, sapi Banpres tersebut akan diserahkan ke Takmir Masjid Ngelo, Desa Sukorame, untuk pelaksanaan kurban pada Kamis, 28 Mei 2026.
Di balik terpilihnya sapi gemoi itu, ternyata proses penjaringannya juga cukup ketat. Kabid Perbibitan, Pakan, dan Produksi Peternakan Disnakkan Trenggalek, Yoyon Hariyanto, mengatakan tim awalnya mencari sapi dengan bobot di atas 800 kilogram.
Namun setelah dilakukan penelusuran di lapangan, hanya ada dua sapi yang memenuhi kriteria tersebut.
“Lalu beberapa kita datangi ternyata yang sekitar 800 up itu hanya ada 2 ekor sapi,” kata Yoyon.
Dua sapi tersebut kemudian ditimbang untuk menentukan kandidat terbaik. Hasilnya, sapi milik Mujadi alias Jadi asal Pogalan memiliki bobot paling tinggi dibanding kandidat lainnya.
“Kita usulkan ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan ditanya mintanya berapa. Dia minta harga 98 juta,” imbuhnya.
Dengan nilai mencapai Rp98 juta, sapi Banpres itu menjadi salah satu hewan kurban dengan ukuran terbesar di Trenggalek tahun ini. Selain ukuran, faktor kesehatan juga jadi perhatian utama agar hewan kurban benar-benar aman saat didistribusikan ke masyarakat.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement