Memaknai Ulang Hari Koperasi: Dari Keramaian Menuju Keberdayaan

Oleh: Edie Suprapto Anggota AWASI (Asosiasi Pengawas Koperasi Indonesia) Kabupaten Trenggalek

Memaknai Ulang Hari Koperasi: Dari Keramaian Menuju Keberdayaan

Edie Suprapto Penulis Opini Soal Koperasi. KBRT/Tim Redaksi

Setiap tanggal 12 Juli, Kabupaten Trenggalek selalu meriah memperingati Hari Koperasi Indonesia. Rangkaian acaranya lengkap, mulai dari upacara, jalan sehat dengan hadiah utama sepeda listrik, sepeda, televisi, kulkas, dan mesin cuci, donor darah, bazar UMKM, hingga santunan anak yatim.

Antusiasme masyarakat dan anggota koperasi patut diapresiasi. Ini menjadi bukti bahwa semangat berkoperasi masih hidup di tengah masyarakat.

Namun, di balik kemeriahan itu, ada satu pertanyaan penting yang perlu kita renungkan bersama.

Advertisement

Sudahkah peringatan Hari Koperasi benar-benar mengena pada makna koperasi sebagai soko guru perekonomian?

Dengan 732 koperasi di Trenggalek dan 608 di antaranya masih aktif, potensi koperasi di Bumi Menak Sopal sesungguhnya sangat besar. Data tersebut merupakan modal berharga. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkannya agar tidak berhenti pada seremoni tahunan.

Apresiasi untuk Keramaian yang Mempersatukan

Saya mengapresiasi upaya Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek beserta seluruh Panitia Hari Koperasi ke-79.

Jalan sehat dengan doorprize menarik berhasil menghadirkan ribuan peserta. Bazar UMKM memberi ruang promosi bagi produk anggota. Donor darah dan santunan anak yatim menunjukkan wajah humanis koperasi yang peduli terhadap sesama.

Kegiatan-kegiatan tersebut penting. Kehadirannya membuat koperasi tetap terlihat, tetap dirasakan manfaat dan eksistensinya oleh masyarakat. Tanpa keramaian seperti ini, bukan tidak mungkin koperasi akan semakin jauh dari perhatian publik.

Tantangan: Menjembatani Kemeriahan dengan Keberdayaan

Tantangan berikutnya adalah bagaimana menjembatani kemeriahan peringatan Hari Koperasi dengan penguatan kelembagaan.

Dari 732 koperasi, masih terdapat 124 koperasi yang tidak aktif. Ini merupakan pekerjaan rumah bersama.

Jalan sehat sudah baik sebagai sarana mempererat kebersamaan. Namun agar lebih mengena, kegiatan tersebut dapat diperkaya dengan aktivitas yang langsung menyentuh ruh koperasi, yakni pendidikan dan pemberdayaan.

Beberapa Solusi yang Bisa Dicoba ke Depan :

Tambahkan Lomba yang Mengasah Otak Koperasi

Di samping lomba yang bersifat fisik, dapat diselenggarakan lomba inovasi produk anggota, lomba pembukuan sederhana terbaik, maupun simulasi Rapat Anggota Tahunan (RAT) mini bagi pelajar, mahasiswa, dan anggota muda.

Tujuannya agar peserta tidak hanya datang untuk mendapatkan hadiah, tetapi juga pulang membawa pengetahuan.

Jadikan Bazar Sebagai Kelas Hidup

Bazar UMKM sudah berjalan dengan sangat baik. Agar dampaknya lebih besar, kegiatan tersebut dapat dilengkapi dengan Klinik Bisnis Gratis.

Mentor dapat membantu anggota menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), memperbaiki kemasan produk, hingga memperluas pemasaran melalui platform digital.

Dari 608 koperasi aktif, tentu banyak produk berkualitas yang memiliki peluang untuk naik kelas.

Angkat Kisah Sukses Koperasi Lokal

Selain sambutan seremonial, panggung utama juga dapat diisi dengan kisah sukses dua atau tiga koperasi di Trenggalek.

Perlihatkan bagaimana pembagian SHU dilakukan, bagaimana koperasi membantu anggotanya mengembangkan usaha, serta bagaimana manfaat koperasi benar-benar dirasakan.

Cerita nyata seperti ini diyakini akan lebih menginspirasi dibandingkan sekadar slogan.

Rangkul Generasi Muda dengan Bahasa Mereka

Sebagian dari 124 koperasi yang tidak aktif disebabkan oleh minimnya regenerasi. Karang Taruna dan mahasiswa dapat diajak membuat konten bertajuk "Sehari Jadi Pengurus Koperasi" di TikTok atau menggelar talkshow bertema "Koperasi Masa Kini: Keren dan Menguntungkan."

Koperasi perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda agar tidak lagi dipandang sebagai lembaga yang kuno.

Penutup: Meriah Boleh, Bermakna Harus

Peringatan Hari Koperasi di Trenggalek sejatinya telah berada di jalur yang benar. Ada kepedulian sosial, dukungan terhadap UMKM, serta semangat kebersamaan yang terus dijaga.

Kini tinggal satu langkah lagi, yakni menambahkan isi pada wadah yang sudah megah.

Dengan demikian, peringatan Hari Koperasi tidak hanya meninggalkan kenangan tentang hadiah sepeda listrik, tetapi juga melahirkan koperasi yang lebih sehat, anggota yang lebih cerdas, serta ekonomi daerah yang semakin kuat.

Mari bersama-sama memaknai ulang Hari Koperasi. Meriah kita jaga, keberdayaan kita tingkatkan.

Karena koperasi yang hebat bukan hanya yang ramai saat diperingati, melainkan yang manfaatnya benar-benar dirasakan setiap hari oleh para anggotanya.

"Dari Trenggalek untuk Indonesia: Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya."

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait