Sapi Kurban Makin Jumbo, RPH Pogalan Trenggalek Masih Andalkan Tali dan Tenaga Manual

RPH Pogalan Trenggalek mengeluhkan minimnya alat modern dan SDM saat menangani pemotongan sapi kurban berukuran jumbo.

Sapi Kurban Makin Jumbo, RPH Pogalan Trenggalek Masih Andalkan Tali dan Tenaga Manual

Pemotongan hewan kurban di Trenggalek masih gunakan alat manual. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • RPH Pogalan masih menggunakan cara manual untuk menangani sapi kurban berbobot jumbo.
  • Pengelola meminta tambahan alat hidrolik dan fasilitas modern demi keselamatan kerja.
  • Minimnya regenerasi Juru Sembelih Halal mulai menimpa karena petugas senior segera pensiun.

KABAR TRENGGALEK - Di balik ramainya pemotongan hewan kurban saat Idul Adha, Rumah Potong Hewan (RPH) Pogalan Trenggalek ternyata masih berjibaku dengan cara kerja manual. Bahkan untuk merobohkan sapi berbobot lebih dari satu ton, petugas masih mengandalkan tali dan tenaga manusia.

Kondisi itu diakui langsung oleh Pengelola sekaligus Juru Sembelih Halal (Juleha) RPH Pogalan, Suyitno. Menurutnya, peningkatan tren sapi kurban jumbo mulai menjadi tantangan serius karena fasilitas di RPH belum sepenuhnya modern.

“Menumbangkan sapi di atas satu ton dengan cara manual itu sangat berat dan berbahaya. Idealnya, RPH ini memiliki alat penjepit hidrolik otomatis supaya petugas bisa merobohkan sapi jumbo dengan mudah dan aman,” harapnya.

Advertisement

Selama Idul Adha 2026, RPH Pogalan tercatat menyajikan sedikitnya enam ekor sapi dalam dua hari pelaksanaan kurban. Tiga sapi dipotong pada hari pertama dan tiga lainnya masuk pada hari berikutnya.

“Idul Adha tahun ini kami menangani enam ekor sapi. Hari pertama tiga ekor, kemudian hari kedua masuk lagi tiga ekor. Konsumennya bervariasi, ada yang datang dari takmir masjid dan ada juga milik perorangan,” ujar Suyitno.

Meski ramai saat Idul Adha, aktivitas pemotongan di RPH Pogalan sebenarnya berlangsung hampir setiap hari. Mayoritas pelanggan berasal dari jagal tradisional dan pelaku usaha daging di Trenggalek.

“Kalau hari biasa, kami rutin memotong satu atau dua ekor sapi setiap hari. Konsumen tetap kami mayoritas adalah para juragan jagal sapi di Trenggalek,” jelasnya.

Untuk layanan pemotongan, RPH Pogalan menyediakan dua pilihan bagi masyarakat. Warga bisa membawa tim jagal sendiri dan hanya membayar biaya retribusi, atau memilih layanan penuh alias sistem “terima beres”.

Dalam layanan penuh tersebut, seluruh proses mulai penyembelihan, pengulitan, hingga sinkronisasi daging dan tulang ditangani langsung oleh petugas RPH.

“Jika warga membawa tim potong sendiri, kami hanya menarik biaya retribusi dan kebersihan saja. Tapi, kenyataannya sebagian besar konsumen justru meminta paket terima kasih,” katanya.

Tarif layanan penuh dipatok Rp500 ribu per ekor sapi tanpa melihat ukuran hewan. Menurut Suyitno, biaya itu digunakan untuk membayar tenaga tambahan dari luar dinas yang membantu proses pemotongan.

“Saya mengaryakan tim tambahan dari luar dinas. Jadi, biaya itu memang mutlak untuk membayar keringat tenaga kasar yang mengurus proses potong dari awal sampai selesai,” ujarnya.

Selain alat penjepit hidrolik, RPH Pogalan juga membutuhkan berbagai fasilitas pendukung lainnya seperti timbangan digital sapi hidup, timbangan karkas elektrik, mesin pemotong tulang, hingga gergaji karkas modern.

Tak hanya soal alat, Suyitno juga mulai mengirimkan minimalnya regenerasi energi Juru Sembelih Halal di Trenggalek. Sebab, masa kerja tinggal dua tahun sebelum pensiun, sementara belum ada kader pengganti bersertifikat yang disiapkan.

“Kebutuhan yang paling mendesak itu sebenarnya adalah mencukupi SDM dulu. Pemkab perlu mengadakan diklat atau pelatihan regenerasi secepatnya, karena sisa masa kerja saya tinggal dua tahun lagi sebelum pensiun,” cetusnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera memperkuat fasilitas dan sumber daya manusia di RPH Pogalan. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap layanan pemotongan hewan yang aman, higienis, dan profesional akan terus meningkat setiap tahun.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait