TRENGGALEK - Momen Idul Adha selalu bikin lapak penjual sapi dan kambing ramai diserbu pembeli. Tapi jangan cuma tergiur badan hewan yang besar atau harga murah. Soalnya, hewan kurban tetap harus memenuhi syarat sehat dan layak sebelum disembelih.
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek mengingatkan masyarakat supaya lebih teliti saat memilih hewan kurban. Mulai dari kondisi fisik, perilaku, sampai umur hewan wajib dicek agar ibadah kurban tetap sah dan aman.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Disnakkan Trenggalek, Ririn Hari Setiani, mengatakan ciri paling mudah mengenali hewan sehat bisa dilihat dari gerak-geriknya.
“Penampakan fisiknya lincah, kemudian tidak ada kotoran di mata atau di anus, sinar mata dan bulu bagus, nafsu makan bagus, kemudian diraba sekitar telinga suhu 38,5 bagus,” ujar Ririn.
Selain itu, calon pembeli juga diminta memperhatikan kondisi fisik hewan secara detail. Hewan sehat umumnya memiliki bentuk tubuh proporsional dan tidak menunjukkan kelainan.
Berdasarkan materi edukasi Disnakkan Trenggalek, ciri hewan kurban sehat di antaranya kepala, kaki, dada, dan perut tampak normal serta simetris. Kulit dan bulu terlihat bersih, tidak kusam, dan tidak rontok.
Mulut, mata, hidung, telinga, hingga anus juga harus bersih tanpa cairan atau kotoran berlebih. Organ reproduksi seperti ambing maupun testis tidak mengalami pembengkakan atau kelainan bentuk.
Sebaliknya, hewan yang sakit biasanya menunjukkan tanda-tanda mudah dikenali. Misalnya terlihat lesu, nafsu makan menurun, mata sayu, demam, hingga malas bergerak.
Tak cuma itu, ada juga tanda fisik lain seperti rambut kusam, kulit luka, perut membesar, hingga hidung mengeluarkan cairan.
Dalam materi pemeriksaan kesehatan hewan kurban, suhu tubuh normal kambing berkisar 38,5 sampai 40,5 derajat Celsius. Sedangkan sapi dan kerbau sekitar 37,5 sampai 39,5 derajat Celsius.
Selain kesehatan, umur hewan juga menjadi syarat penting dalam kurban. Salah satu cara mengeceknya bisa dilihat dari kondisi gigi atau biasa disebut “poel”.
Namun, Ririn mengingatkan masyarakat tetap waspada karena ada praktik nakal di lapangan.
“Dilihat kemudian poelnya di gigi, ada juga poelnya itu dicabut atau dipaksakan,” katanya.
Ia menyarankan masyarakat membeli hewan kurban di lapak yang sudah mendapat pemeriksaan kesehatan dari petugas veteriner. Biasanya hewan yang lolos pengecekan memiliki tanda atau surat keterangan sehat.
Dalam syariat kurban, hewan juga wajib memenuhi beberapa syarat utama, yakni sehat, tidak cacat, cukup umur, dan tidak kurus.
Menjelang Idul Adha, Disnakkan Trenggalek juga rutin melakukan pemeriksaan ke sejumlah pasar dan lapak penjualan hewan untuk memastikan kondisi ternak aman sebelum dibeli masyarakat.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz





















