Kurban Tanpa Plastik, Sekolah di Trenggalek Konsisten Pakai Besek Bambu Ramah Lingkungan

SMAN 1 Trenggalek kembali memakai besek bambu untuk pembagian daging kurban Idul Adha sebagai upaya mengurangi sampah plastik.

Kurban Tanpa Plastik, Sekolah di Trenggalek Konsisten Pakai Besek Bambu Ramah Lingkungan

Sekolah di Trenggalek pakai besek untuk kurban Idul Adha. KBRT/Dok.Istimewa

Ringkasan

  • SMAN 1 Trenggalek kembali memakai besek bambu untuk pembagian daging kurban Idul Adha 2026.
  • Sebanyak 350 besek disiapkan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
  • Besek dibeli dari pengrajin lokal dan daging dibagikan langsung ke rumah warga.

TRENGGALEK - Di tengah masih maraknya pembagian daging kurban memakai kantong plastik sekali pakai, SMAN 1 Trenggalek justru konsisten memilih cara yang lebih ramah lingkungan. Sekolah ini kembali membagikan daging kurban menggunakan besek bambu saat Idul Adha 2026.

Tradisi tersebut sudah dijalankan bertahun-tahun dan tetap dipertahankan sebagai bentuk kepedulian terhadap pengurangan sampah plastik di lingkungan sekitar.

Panitia kurban SMAN 1 Trenggalek, Muhajirin, mengatakan penggunaan besek bambu bukan sekadar tren sesaat. Menurutnya, langkah itu sudah menjadi budaya sekolah setiap momentum kurban.

Advertisement

“Betul, kami pakai besek untuk pembagian. Ini memang tradisi setiap tahun saat Idul Adha sebagai bentuk kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan,” ujarnya.

Tahun ini, panitia menyiapkan sekitar 350 besek bambu untuk mendistribusikan daging kurban kepada warga dan penerima manfaat di sekitar sekolah.

Selain lebih ramah lingkungan, besek dinilai memiliki keunggulan dibanding kantong plastik karena mampu menjaga kualitas daging tetap segar.

“Selain mengurangi plastik, besek juga lebih baik untuk menjaga kesegaran daging,” jelasnya.

Menariknya, besek yang digunakan panitia juga dibeli dari pengrajin lokal Trenggalek. Cara ini sekaligus ikut menggerakkan ekonomi pelaku usaha bambu di daerah.

Muhajirin mengakui biaya penggunaan besek memang lebih mahal dibanding plastik. Namun menurutnya, hal itu sebanding dengan dampak positif yang diberikan untuk lingkungan.

“Memang harga besek lebih mahal dari plastik, tapi ini bagian dari komitmen kami,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, SMAN 1 Trenggalek menyembelih satu ekor sapi. Daging kemudian dibagikan kepada warga sekitar sekolah serta para mustahik.

Panitia juga menerapkan sistem distribusi langsung ke rumah-rumah warga untuk menghindari antrean dan kerumunan saat pembagian daging.

“Pembagian kami antar langsung ke rumah. Untuk mustahik juga kami minta tetap di rumah agar tidak terjadi kerumunan,” tegasnya.

Lewat cara sederhana tersebut, SMAN 1 Trenggalek ingin menunjukkan bahwa tradisi kurban tidak hanya soal berbagi daging, tetapi juga bisa menjadi momentum menjaga lingkungan dan mengurangi sampah sekali pakai.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait