Infus hingga Nebulizer Naik Harga, Pelayanan Rumah Sakit di Trenggalek Tetap Normal
RSUD dr Soedomo Trenggalek menyebut sejumlah bahan medis berbahan plastik mengalami kenaikan harga, tetapi obat generik dan layanan pasien tetap berjalan normal.
16 Jun 2026 • 16:00 WIB
Harga alat medis naik tapi pelayanan tetap normal. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Kenaikan terjadi pada bahan medis habis pakai berbahan plastik.
- Obat generik yang banyak digunakan pasien belum mengalami kenaikan harga.
- RSUD Soedomo memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan normal.
TRENGGALEK – Kenaikan nilai tukar dolar AS belakangan ikut berdampak pada sektor kesehatan. Namun masyarakat yang berobat ke RSUD dr Soedomo Trenggalek belum perlu khawatir, karena harga obat generik yang banyak digunakan pasien masih terpantau stabil.
Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, Saeroni, mengatakan hingga pertengahan Juni 2026 belum ada kenaikan harga pada obat-obatan generik yang menjadi andalan dalam pelayanan kesehatan sehari-hari.
Sebaliknya, penyesuaian harga justru terjadi pada sejumlah bahan medis habis pakai (BMHP), terutama yang berbahan dasar plastik dan banyak digunakan dalam tindakan medis.
Advertisement
"Untuk obat sampai dengan saat ini untuk obat-obat generik ini masih belum ada kenaikan. Yang ada kenaikan adalah bahan habis pakai seperti yang berbahan plastik, misalnya untuk injeksi, infus, masker untuk gangguan saluran pernapasan, nebulizer itu yang mengalami peningkatan," ujar Saeroni.
Menurutnya, kenaikan tersebut tidak berdampak langsung pada pelayanan pasien. Rumah sakit masih mampu menjalankan layanan kesehatan seperti biasa tanpa kendala berarti.
Hal itu karena sebagian besar pasien yang datang ke RSUD Soedomo masih menjalani pengobatan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi yang menggunakan obat generik.
"Untuk pelayanan ini masih belum ada kendala. Kasus terbanyak yang berkunjung adalah penyakit diabetes, hipertensi, yang masih menggunakan obat generik yang belum mengalami peningkatan," jelasnya.
Saeroni menerangkan, bahan medis habis pakai yang mengalami kenaikan harga umumnya digunakan untuk menunjang berbagai tindakan medis. Mulai dari infus, injeksi, hingga alat bantu penanganan gangguan saluran pernapasan.
"Misalnya untuk penyakit saluran pernapasan, alat-alat infus, itu membutuhkan bahan habis pakai dari plastik," katanya.
Meski terdapat penyesuaian harga pada beberapa komponen, rumah sakit tetap menjalankan pengadaan obat dan kebutuhan medis sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
"Operasional rumah sakit tetap mengacu pada formularium yang ada di rumah sakit dan formularium nasional dari Kementerian Kesehatan," tambahnya.
Berdasarkan pemantauan rumah sakit, kenaikan harga bahan medis habis pakai saat ini berada pada kisaran 2 hingga 10 persen, tergantung jenis barang yang digunakan.
"Kenaikannya kurang lebih sekitar 5 sampai 10 persen, ada yang 2 persen, ada yang 5 persen," pungkas Saeroni.
Meski ada penyesuaian harga pada sejumlah alat penunjang medis, RSUD dr Soedomo memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Rumah sakit juga terus memantau perkembangan harga kebutuhan medis agar layanan kesehatan tidak terganggu.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Kabar Baik dari RSUD Soedomo, Layanan Eksekutif BPJS Rawat Jalan Siap Dibuka Februari
Jumlah Pasien Poli Jiwa RSUD dr. Soedomo Trenggalek Terus Meningkat, Remaja Ikut Mendominasi