Apem Dumbo Khas Ngadirenggo, Kuliner Trenggalek untuk Mengenang Leluhur
Apem dumbo khas Ngadirenggo merupakan kuliner Trenggalek yang unik. Sebab, apem dumbo ada setahun sekali dalam perayaan bersih desa serta ziarah makam leluhur Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Tahun ini, masyarakat Desa Ngadirenggo berziarah ke makam leluhur, Syekh Dumbo, di Gunung Kebo, pada Jumat (17/05/2024). Mereka juga membawa makanan khas kenduri, ayam lodho, dan...
W
Wahyu AO
20 May 2024 • 07:00 WIB
Apem dumbo khas Ngadirenggo merupakan kuliner Trenggalek yang unik. Sebab, apem dumbo ada setahun sekali dalam perayaan bersih desa serta ziarah makam leluhur Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.
Tahun ini, masyarakat Desa Ngadirenggo berziarah ke makam leluhur, Syekh Dumbo, di Gunung Kebo, pada Jumat (17/05/2024). Mereka juga membawa makanan khas kenduri, ayam lodho, dan apem dumbo. Lalu, Minggu (19/05/2024), apem dumbo dibagikan secara gratis.
"Apem dumbo ini adalah makanan khas di Desa Ngadirenggo yang tidak dimiliki oleh desa maupun kota yang ada di Indonesia. Ini makanan khas yang adanya cuma satu tahun sekali dalam tradisi untuk menghormati leluhur dan mengenang leluhur kami," ujar Rohmat, warga Ngadirenggo.
Menurut keterangan Rohmat, apem dombo tidak tidak dijual belikan. Masyarakat Desa Ngadirenggo hanya membuat apem dumbo setahun sekali untuk mengenang leluhur desa. Penyajian apem dumbo ini juga berbeda dengan apem biasanya.
"Kalau apem-apem lain, yang saya amati itu rasanya manis. Jadi gulanya itu dijadikan satu dengan apemnya. Tapi untuk apem dumbo di Desa Ngadirenggo, rasanya itu gurih, teksturnya kenyal. Terus, rasa manisnya kita ambil dari kuah," jelas Rohmat.
Pegiat komunitas Info Seputar Trenggalek itu mengatakan, nama 'dumbo' pada apem dumbo diambil dari salah satu tokoh di Desa Ngadirenggo, yaitu Syekh Dumbo.
"Menurut cerita dari kakek-kakek saya dulu jadi dumbo itu diambil dari nama salah satu tokoh babat. Jadi yang membabat Desa Ngadirenggo diceritakan namanya Syekh Dumbo," ucap Rohmat.
Menurut Rohmat, jajanan kuliner yang berkaitan erat dengan sejarah dan budaya ini perlu terus dilestarikan. Masyarakat Desa Ngadirenggo menyadari pentingnya menghormati leluhur. Sehingga, generasi anak cucu ke depan tidak melupakan perjuangan para leluhur.
"Tradisi menghormati leluhur, mengenang leluhur kita, supaya nanti anak cucu kita kalau diadakan acara apem dombo setiap tahun sekali kan perjuangan leluhur itu tidak mudah dilupakan. Karena setiap tahun kita selalu mengenang," tandas Rohmat.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Wisata
05 Jan 2024
Penasaran dengan Nasi Gegog Khas Trenggalek? Ternyata Cara Membuatnya Sangat Mudah
News
18 May 2023
Macam Makanan Khas Perayaan Isa Al Masih, Resep dan Cara Membuat
Trenggalekpedia
19 May 2026
Mengenal Tradisi Nyadran Tirtha Wening Belik Sumbergedong Trenggalek
Sosial
17 May 2026
Tari Samohung Jadi Magnet Trenggalek Menari 5, Penonton Diajak Mikir Soal Hutan dan Alam
Sosial
15 May 2026
Dari Yoga hingga Tari Kontemporer, Trenggalek Menari 2026 Tampil Lebih Berani
Trenggalekpedia
12 May 2026