Tragedi Mutilasi Wanita di Ngawi: Kepala Korban Ditemukan di Watulimo Trenggalek
Kepala terbungkus plastik putih rangkap beberapa lapis ini ditemukan di dekat jembatan Desa Slawe.
26 Jan 2025 • 11:40 WIB
Ilustrasi korban mutilasi yang bagian tubuhnya ketemu di Trenggalek. KBRT/Istimewa
KBRT - Pencarian anggota tubuh korban mutilasi dalam koper merah di Ngawi, ternyata berujung di Trenggalek, yang jaraknya sekitar 120 km. Kepala korban ditemukan di tepi sungai Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Minggu (26/01/2025) pagi. Penemuan kepala itu merupakan hasil pengembangan Jatanras Polda Jatim yang didampingi Polres Trenggalek.
“Penemuan sekitar Pukul 08.00 WIB, kami mendampingi Jatanras Polda Jatim untuk melakukan pengembangan,” terang AKP Eko Widi, Kasat Reskrim Polres Trenggalek.
Kepala yang terbungkus plastik putih rangkap beberapa lapis ini ditemukan di Desa Slawe di dekat jembatan. Selanjutnya, bagian tubuh kepala korban mutilasi itu dibawa unit Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk diidentifikasi lebih lanjut.
Advertisement
“Tidak ada barang bukti lain yang menyertai dari bagian kepala korban mutilasi tersebut,” tandas Eko.
Sekadar diketahui, penemuan sesosok mayat wanita yang ditemukan terbungkus di dalam koper merah menggegerkan warga Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi Kamis (23/1/2024) siang. Koper tersebut ditemukan terbuang di tepi sungai dekat jalan raya.
Ternyata, mayat ditemukan dalam kondisi yang tidak utuh. Karena kaki kiri dan kepalanya hilang. Korban diidentifikasi bernama Uswatun Khasanah, seorang sales kosmetik asal Blitar.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Bahas Kasus Mutilasi yang Kepalanya Ditemukan di Trenggalek, Nessie Judge Ungkap Fakta Terbaru
Booth Es Kedai di Tasikmadu Watulimo Terbakar, Diduga Akibat Korsleting
Pantai Watulimo Diprediksi Membludak Saat Libur Iduladha, Polisi Mulai Pasang Strategi
Rusunawa Watulimo Sepi Peminat, Tarif Murah Belum Jadi Daya Tarik
Penuh Makna, Larung Sembonyo Trenggalek Jadi Ritual Syukur Sekaligus Wisata