Tak Ingin Terjebak Polemik, Askab PSSI Trenggalek Tidak Helat Piala Presiden Usia Dini
Askab PSSI Trenggalek memilih tidak menggelar Piala Presiden U-10 dan U-12 akibat polemik kepengurusan Asprov PSSI Jawa Timur.
01 Jul 2026 • 16:00 WIB
Piala presiden trenggalek tidak mengirimkan skuad. KBRT/Arsip
Ringkasan
- Askab PSSI Trenggalek membatalkan Piala Presiden U-10 dan U-12 tahun ini.
- Polemik kepengurusan Asprov PSSI Jawa Timur menjadi alasan utama keputusan tersebut.
- Askab akan menggelar forum evaluasi untuk membahas SIAP, kompetisi, dan rencana Trenggalek Soccer League.
TRENGGALEK – Turnamen Piala Presiden kelompok usia U-10 dan U-12 dipastikan tidak bergulir di Kabupaten Trenggalek tahun ini. Bukan karena minimnya peserta, melainkan karena Askab PSSI Trenggalek memilih mengambil sikap di tengah polemik kepengurusan Asprov PSSI Jawa Timur yang hingga kini belum menemukan kejelasan.
Keputusan tersebut sekaligus membuat Trenggalek tidak mengirimkan wakil ke putaran tingkat provinsi. Askab menilai kondisi organisasi di level Jawa Timur belum cukup kondusif untuk menjadi dasar penyelenggaraan kompetisi resmi.
Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo, mengatakan sejak awal pihaknya telah menyampaikan sikap kepada pengurus maupun klub anggota. Askab memutuskan tidak terlibat secara kelembagaan sampai persoalan di tubuh Asprov selesai.
Advertisement
"Waktu itu kami menerima masukan dan saran agar tidak menggulirkan kompetisi tersebut. Sikap kami di Askab sangat jelas. Jika ada klub lokal yang tetap ingin berpartisipasi silakan saja, tetapi Askab secara kelembagaan tidak ingin terlibat karena polemik di tingkat Asprov belum menemui titik temu," tegas Puguh Purnomo.
Menurutnya, persoalan utama terletak pada polemik kepengurusan Asprov PSSI Jawa Timur, terutama terkait kewenangan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov dalam mengambil kebijakan strategis, termasuk penyelenggaraan kompetisi.
Puguh menilai kondisi tersebut menimbulkan keraguan di kalangan pengurus Askab maupun klub anggota.
"Aturan organisasi dengan tegas membatasi ruang gerak dan kewenangan seorang Plt. Alasan itulah yang membuat kami ragu ketika Asprov tetap memaksakan kompetisi berjalan," ujarnya.
Selain mempertimbangkan situasi di tingkat provinsi, Askab juga masih menghadapi pekerjaan rumah di internal sepak bola Trenggalek. Salah satunya adalah kesiapan klub dalam mengoperasikan Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP).
Puguh mengungkapkan belum banyak klub yang telah memiliki sekaligus mampu mengelola akun SIAP secara mandiri. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi keputusan Askab.
"Klub yang benar-benar siap mengoperasikan aplikasi SIAP jumlahnya masih sangat terbatas. Faktor ini juga memperkuat pertimbangan kami untuk tidak memaksakan kompetisi," jelas Puguh.
Dengan keputusan tersebut, Trenggalek dipastikan tidak memiliki wakil pada ajang Piala Presiden tingkat Jawa Timur. Namun, menurut Puguh, langkah serupa juga diambil sejumlah Askab lain karena mempertimbangkan situasi yang sama.
"Bukan hanya Askab Trenggalek yang memutuskan tidak mengirim tim. Banyak daerah lain juga mengambil langkah serupa karena mereka melihat situasi di tubuh Asprov saat itu belum kondusif," imbuhnya.
Meski kompetisi usia dini batal digelar, Askab memastikan agenda pembenahan organisasi tetap berjalan. Dalam waktu dekat, seluruh klub anggota akan diundang dalam forum evaluasi untuk membahas sejumlah agenda penting.
Forum tersebut akan membicarakan percepatan penggunaan aplikasi SIAP, kesiapan perangkat pertandingan, evaluasi organisasi, hingga rencana penyelenggaraan Trenggalek Soccer League (TSL).
Puguh memastikan setiap bidang di kepengurusan Askab akan menyampaikan laporan serta rencana kerja secara terbuka di hadapan klub anggota.
"Nanti bidang kompetisi akan menjelaskan seluruh agenda turnamen ke depan, bidang perwasitan memaparkan rencana penyegaran wasit, begitu juga bidang lainnya. Harapan kami, forum ini melahirkan sistem yang lebih sehat demi kemajuan sepak bola Trenggalek," ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Usai Polemik SIAP, Askab PSSI Trenggalek Janji Benahi Organisasi dan Dengarkan Suara Klub
KONI Trenggalek: Jangan Sampai Konflik Askab dan SSB Korbankan Masa Depan Atlet Muda
Admin SIAP Datangi Markas Shrimp Army, Minta Maaf, tapi Polemik Askab PSSI Trenggalek Belum Kelar
Data Pemain Dibajak ASKAB PSSI Trenggalek, Shrimp Army: Tak Cukup Kata Maaf
Pemain Hilang dari Database, ASKAB PSSI Trenggalek Akui Otak-atik Akun SIAP Milik Skuad Sepak Bola