Usai Polemik SIAP, Askab PSSI Trenggalek Janji Benahi Organisasi dan Dengarkan Suara Klub
Askab PSSI Trenggalek mulai mengevaluasi organisasi usai polemik SIAP. Seluruh klub akan diajak berdialog untuk memperbaiki tata kelola sepak bola.
01 Jul 2026 • 08:00 WIB
Puguh Purnomo Ketua ASKAB PSSI Trenggalek. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Askab PSSI Trenggalek menggelar evaluasi menyeluruh setelah polemik aplikasi SIAP.
- Seluruh klub akan diajak berdialog untuk memberikan kritik dan masukan kepada pengurus.
- Pendampingan penggunaan aplikasi SIAP bakal diperluas karena baru enam klub yang mampu mengelolanya secara mandiri.
TRENGGALEK - Polemik pengelolaan data pemain di aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) yang sempat memicu protes dari SSB Shrimp Army menjadi titik balik bagi Askab PSSI Trenggalek. Organisasi sepak bola tingkat kabupaten itu kini menyiapkan evaluasi besar-besaran, mulai dari tata kelola internal hingga pendampingan administrasi bagi klub-klub anggotanya.
Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo, mengatakan persoalan yang mencuat beberapa waktu terakhir menjadi bahan introspeksi bagi seluruh pengurus. Menurutnya, evaluasi tidak berhenti pada penyelesaian kasus, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat fondasi organisasi agar pembinaan sepak bola di Trenggalek semakin baik.
"Langkah pertama, kami akan mengevaluasi internal organisasi. Setelah itu kami mengundang seluruh pengurus Askab untuk berkoordinasi. Berikutnya kami mengumpulkan seluruh klub anggota beserta para stakeholder sepak bola untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi kemajuan sepak bola Kabupaten Trenggalek," ujar Puguh Purnomo.
Advertisement
Rapat internal dijadwalkan berlangsung dalam pekan ini. Setelah itu, Askab akan mengundang seluruh klub anggota untuk duduk bersama membahas berbagai persoalan yang selama ini muncul.
Forum tersebut disiapkan sebagai ruang terbuka agar klub-klub dapat menyampaikan kritik, masukan, maupun evaluasi terhadap kinerja organisasi. Hasil diskusi nantinya akan menjadi dasar penyempurnaan sistem kerja Askab.
"Kami ingin mendengar langsung seluruh keluhan dan masukan dari klub-klub. Semua kritik akan menjadi modal penting untuk memperbaiki organisasi sekaligus meningkatkan prestasi sepak bola Trenggalek," kata Puguh.
Ia menegaskan evaluasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada polemik yang melibatkan SSB Shrimp Army. Seluruh bidang kepengurusan juga akan ditinjau agar organisasi mampu bekerja lebih profesional ke depan.
"Polemik kemarin memberi kami banyak catatan penting, termasuk untuk membenahi internal Askab. Kami akan mengevaluasi seluruh bidang agar organisasi ini semakin profesional," tegasnya.
Selain membahas sistem kerja, Askab juga akan melakukan penataan kepengurusan. Langkah tersebut dilakukan menyusul wafatnya salah satu pengurus, Nur Efendi, sehingga terdapat posisi yang perlu segera diisi.
Di sisi lain, Puguh mengungkapkan tantangan lain yang dihadapi Askab adalah belum meratanya kemampuan klub dalam mengelola aplikasi SIAP. Dari sekitar 32 klub anggota, baru enam klub yang dinilai mampu mengoperasikan sistem tersebut secara mandiri.
Padahal, aplikasi SIAP telah menjadi bagian dari sistem administrasi nasional PSSI sekaligus menjadi syarat bagi klub yang akan mengikuti kompetisi resmi.
"Dari sekitar 32 klub anggota Askab, baru enam klub yang benar-benar mampu mengelola aplikasi SIAP secara mandiri. Ke depan kami akan memperbanyak pendampingan dan pelatihan agar seluruh klub siap menggunakan aplikasi sebelum kompetisi dimulai," jelas Puguh.
Karena itu, Askab berencana memperluas pendampingan dan pelatihan administrasi digital agar seluruh klub memiliki pemahaman yang sama. Harapannya, persoalan administrasi maupun miskomunikasi tidak kembali menghambat persiapan tim menghadapi kompetisi.
"Tujuan utama kami bukan hanya menyelesaikan polemik yang terjadi hari ini, tetapi juga memperbaiki pondasi organisasi agar sepak bola Trenggalek berkembang lebih sehat dan berprestasi," kata dia.
Polemik SIAP sebelumnya mencuat setelah SSB Shrimp Army memprotes hilangnya sejumlah data pemain pada akun SIAP mereka. Kondisi tersebut membuat tim gagal memenuhi persyaratan administrasi untuk mengikuti Piala Soeratin U-15 2026.
Belakangan, Wakil Sekretaris sekaligus Admin Askab PSSI Trenggalek, Bima Wahyu Romadoni, mengakui telah mengubah data sekaligus mencabut status beberapa pemain dari akun SIAP milik Shrimp Army menggunakan akses admin tingkat kabupaten.
Bima menyatakan tindakan itu merupakan kesalahan pribadi. Ia juga telah mendatangi markas Shrimp Army untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung dan berkomitmen Askab tidak lagi ikut mengelola akun SIAP milik klub.
Sementara itu, manajemen Shrimp Army menerima permintaan maaf tersebut secara personal. Meski demikian, mereka masih menunggu sikap resmi Askab PSSI Trenggalek melalui keputusan organisasi serta hasil evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola administrasi sepak bola di Kabupaten Trenggalek.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
KONI Trenggalek: Jangan Sampai Konflik Askab dan SSB Korbankan Masa Depan Atlet Muda
Admin SIAP Datangi Markas Shrimp Army, Minta Maaf, tapi Polemik Askab PSSI Trenggalek Belum Kelar