KONI Trenggalek: Jangan Sampai Konflik Askab dan SSB Korbankan Masa Depan Atlet Muda
KONI Trenggalek meminta Askab PSSI dan Shrimp Army menyelesaikan polemik SIAP melalui komunikasi agar tidak mengganggu pembinaan atlet usia dini.
30 Jun 2026 • 16:00 WIB
Ketua KONI Trenggalek ingatkan soal konflik PSSI tidak korbankan atlet sepak bola. KBRT/Zamz
Ringkasan
- KONI Trenggalek meminta konflik Askab PSSI dan Shrimp Army tidak mengganggu pembinaan atlet usia dini.
- Doding Rahmadi mendorong penyelesaian melalui komunikasi internal tanpa memperpanjang konflik.
- Shrimp Army masih menunggu sikap resmi Askab PSSI Trenggalek setelah permintaan maaf dari admin SIAP.
TRENGGALEK – Polemik dugaan perubahan data pemain dalam aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) antara Askab PSSI Trenggalek dan Shrimp Army Football Academy belum juga mereda. Di tengah konflik tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek mengingatkan agar perhatian semua pihak tidak bergeser dari tujuan utama, yakni membina atlet sepak bola usia dini.
Ketua KONI Trenggalek, Doding Rahmadi, menilai persoalan administrasi maupun komunikasi antarlembaga tidak boleh sampai berdampak pada anak-anak yang sedang berjuang mengembangkan kemampuan di dunia sepak bola.
"Aset paling berharga kita adalah para atlet. Jangan sampai karut-marut persoalan organisasi justru menghantam dan merugikan anak-anak yang kini sedang giat berlatih serta mengejar prestasi. Tugas mulia kita bersama adalah menjembatani mereka agar mampu berkembang secara maksimal," tegas Doding.
Advertisement
Menurutnya, komunikasi menjadi kunci agar persoalan internal organisasi tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Karena itu, ia berharap jajaran Askab PSSI Trenggalek dan seluruh klub anggota segera membuka ruang dialog.
"Kami sangat berharap pengurus cabang olahraga bisa meminimalkan setiap riak persoalan di internal melalui komunikasi yang sehat dan intens. Jangan sampai para pihak membiarkan kebuntuan komunikasi berlangsung terlalu lama, karena hal itu pasti memicu miskomunikasi dan memperbesar skala persoalan," ujarnya.
Meski memberikan perhatian terhadap polemik tersebut, KONI memilih tidak mengambil peran sebagai mediator. Doding menilai penyelesaian sebaiknya tetap dilakukan melalui mekanisme internal organisasi sepak bola.
"Kami belum mau ikut campur terlalu jauh ke dalam dapur mereka. Kami mempercayakan dan berharap jajaran PSSI bersama klub-klub terafiliasi bisa segera bertemu, menyatukan koordinasi, dan merumuskan solusi terbaik. Intinya, semua pihak wajib meletakkan masa depan prestasi atlet sepak bola Trenggalek di atas segalanya," jelasnya.
Polemik ini bermula setelah Shrimp Army Football Academy gagal mengikuti Piala Soeratin U-15 2026. Manajemen klub mengaku menemukan sejumlah data pemain di akun SIAP berubah sehingga proses administrasi pendaftaran tim tidak dapat diselesaikan.
Perkembangan terbaru, Wakil Sekretaris sekaligus Admin Askab PSSI Trenggalek, Bima Wahyu Romadoni, telah mendatangi markas Shrimp Army di Kecamatan Watulimo untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Pemilik Shrimp Army Football Academy, Anjar Priadi Putra, menyatakan menerima permintaan maaf tersebut secara pribadi. Namun, menurutnya penyelesaian belum tuntas karena Askab PSSI Trenggalek sebagai organisasi belum menyampaikan sikap resmi maupun hasil evaluasi internal.
"Kami memaafkan Mas Bima secara personal. Namun, kami menuntut evaluasi organisasi tetap berjalan. Kami masih menunggu surat keputusan dan sikap resmi dari institusi Askab PSSI Trenggalek agar kasus diskriminatif seperti ini tidak kembali menjegal Shrimp Army maupun SSB lainnya di masa depan," tegas Anjar.
Sebelumnya, Bima mengakui telah mengubah data pemain pada akun SIAP milik Shrimp Army dan menyebut tindakan tersebut sebagai kesalahan pribadi. Ia juga menyatakan ke depan pengelolaan akun SIAP akan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing klub, sedangkan Askab hanya berperan sebagai pendamping teknis.
Hingga kini, publik sepak bola Trenggalek masih menantikan langkah resmi dari Askab PSSI Trenggalek terkait evaluasi organisasi maupun pembenahan tata kelola administrasi, menyusul polemik yang mencuat menjelang pelaksanaan Piala Soeratin U-15 2026.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Admin SIAP Datangi Markas Shrimp Army, Minta Maaf, tapi Polemik Askab PSSI Trenggalek Belum Kelar
Data Pemain Dibajak ASKAB PSSI Trenggalek, Shrimp Army: Tak Cukup Kata Maaf
Pemain Hilang dari Database, ASKAB PSSI Trenggalek Akui Otak-atik Akun SIAP Milik Skuad Sepak Bola
Dimulai Bulan Juli, KONI Optimistis Bupati Cup Lahirkan Talenta Baru Pencak Silat Trenggalek
Resmi Dilantik, Ketua KONI Trenggalek Bawa Jurus Baru Dongkrak Prestasi Olahraga