Admin SIAP Datangi Markas Shrimp Army, Minta Maaf, tapi Polemik Askab PSSI Trenggalek Belum Kelar
Admin SIAP Askab PSSI Trenggalek mendatangi Shrimp Army untuk meminta maaf atas perubahan data pemain. Namun polemik dinilai belum selesai.
29 Jun 2026 • 18:00 WIB
Admin Shirmp Army kedatangan admin aplikasi SIAP ASKAB PSSI Trenggalek. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Admin SIAP Askab PSSI Trenggalek mendatangi Shrimp Army untuk meminta maaf secara langsung.
- Shrimp Army menerima permintaan maaf, tetapi tetap menunggu sikap resmi organisasi.
- Pengelolaan data pemain SIAP ke depan akan dikembalikan sepenuhnya kepada masing-masing klub.
TRENGGALEK – Polemik dugaan perubahan data pemain di aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) belum benar-benar usai. Meski Wakil Sekretaris sekaligus Admin Askab PSSI Trenggalek, Bima Wahyu Romadoni, telah datang langsung ke markas Shrimp Army Football Academy di Watulimo untuk meminta maaf, pihak akademi menilai persoalan ini masih menyisakan pekerjaan rumah bagi organisasi.
Kedatangan Bima disambut jajaran manajemen, tim pelatih, hingga perwakilan wali murid Shrimp Army. Permintaan maaf itu diterima secara personal. Namun, mereka menegaskan penyelesaian masalah tidak cukup berhenti pada permintaan maaf individu.
Pemilik Shrimp Army Football Academy, Anjar Priadi Putra, mengapresiasi keberanian Bima yang memilih datang langsung untuk mengakui kesalahan.
Advertisement
"Mas Bima sudah mengutarakan penyesalan serta memohon maaf, dan kami menerima hal itu. Namun, kami memberikan maaf dengan catatan khusus bahwa Askab harus tetap melakukan evaluasi total," ujarnya.
Menurut Anjar, hubungan secara personal memang mulai mencair. Akan tetapi, persoalan administrasi yang sempat mencuat menjelang bergulirnya Piala Soeratin 2026 masih membutuhkan sikap resmi dari Askab PSSI Trenggalek.
"Kami masih menunggu sikap resmi Askab PSSI Trenggalek sebagai sebuah organisasi, agar kasus diskriminatif seperti ini tidak menimpa Shrimp Army maupun SSB lainnya di kemudian hari," tegas Anjar.
Harapan serupa juga datang dari para orang tua pemain. Salah satu wali murid kelompok usia U-10 dan U-17, Surati, mengaku kecewa karena persoalan administrasi berdampak langsung terhadap anak-anak yang gagal mengikuti kompetisi resmi.
"Kami sebagai orang tua tentu sangat kecewa melihat anak-anak gagal bertanding karena masalah ini. Namun, karena perwakilan Askab menunjukkan itikad baik dengan datang langsung meminta maaf, kami sepakat untuk memaafkannya,” ungkap Surati.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi Askab PSSI Trenggalek untuk memperbaiki sistem pembinaan sepak bola usia dini di daerah.
“Semoga Askab bisa bekerja lebih teliti, profesional, dan lebih aktif merangkul serta mendampingi seluruh SSB di Trenggalek," ungkap Surati.
Sebelumnya, Bima Wahyu Romadoni telah mengakui dirinya melakukan perubahan data pemain pada akun SIAP milik Shrimp Army. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai kesalahan pribadi karena menggunakan kewenangannya sebagai admin tingkat kabupaten secara berlebihan.
"Saya mengakui kesalahan pribadi saya karena telah melangkah terlalu jauh dan mencampuri hak kedaulatan pengelolaan aplikasi SIAP milik klub. Saya secara sadar ikut andil mencabut status kepemilikan pemain serta mengutak-atik sejumlah proses administrasi internal Shrimp Army," aku Bima.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Bima memastikan tidak akan lagi mencampuri pengelolaan akun SIAP milik klub maupun sekolah sepak bola di Trenggalek.
Ke depan, penginputan dan pengelolaan data pemain akan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing manajemen klub. Sementara Askab PSSI Trenggalek akan mengambil peran sebagai pendamping teknis sekaligus memberikan sosialisasi agar pengelolaan administrasi SIAP berjalan lebih tertib, transparan, dan profesional.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement