Persiga Trenggalek Sudah Pasti Tampil di Liga 4, tapi Mesin Tim Belum Dipanaskan

Persiga Trenggalek memastikan ikut Liga 4 musim 2026. Namun, pembentukan skuad dan pelatih masih menunggu jadwal resmi dari Asprov PSSI Jatim.

Persiga Trenggalek Sudah Pasti Tampil di Liga 4, tapi Mesin Tim Belum Dipanaskan

Persiga Trenggalek dipastikan tampil dalam gelaran Liga 4. KBRT/Arsip Dok Persiga

Ringkasan

  • Persiga Trenggalek memastikan ikut Liga 4 musim 2026, tetapi persiapan tim masih menunggu jadwal resmi dari Asprov PSSI Jawa Timur.
  • Pembentukan pelatih, skuad, hingga agenda uji coba belum diputuskan karena regulasi kompetisi belum diumumkan.
  • Seleksi pemain diproyeksikan melalui Trenggalek Soccer League (TSL) sebagai wadah menjaring pesepak bola lokal.

TRENGGALEK – Kabar baik datang untuk pendukung Laskar Menak Sopal. Persiga Trenggalek dipastikan kembali meramaikan kompetisi Liga 4 musim ini. Meski begitu, manajemen belum menginjak pedal gas untuk membentuk tim karena masih menunggu kepastian jadwal dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur.

Alih-alih terburu-buru merekrut pemain atau menunjuk pelatih, Persiga memilih menyusun langkah setelah regulasi dan kalender kompetisi diumumkan secara resmi.

Ketua Umum Persiga Trenggalek, Ayub Nualak, memastikan klub kebanggaan masyarakat Trenggalek itu tidak akan absen pada Liga 4 musim ini.

Advertisement

"InsyaAllah kita pastikan ikut. Namun, kita juga masih menunggu bergulirnya kapan. Bisa saja nanti Desember atau Januari," ujar Ayub saat ditemui di kawasan Lapangan Sumbergedong, Senin (20/7/2026).

Menurut Ayub, ketidakjelasan jadwal membuat manajemen belum bisa mengambil keputusan terkait komposisi tim. Mulai dari pelatih kepala, daftar pemain, hingga agenda uji coba masih menunggu kepastian dari penyelenggara kompetisi.

"Untuk persiapan internal, kita menunggu jadwal dulu. Kalau sudah jelas bergulirnya kapan, baru kita melangkah. Jajaran pelatih dan skuad juga akan kita rembukan setelah ada kepastian," paparnya.

Meski persiapan teknis belum dimulai, manajemen mengaku tetap bergerak di sektor nonteknis. Salah satunya dengan membuka peluang kerja sama bersama sponsor untuk memperkuat dukungan finansial selama kompetisi berlangsung.

"Persiga ini kebanggaan masyarakat Trenggalek. Kita berupaya semaksimal mungkin untuk bekerja sama dengan sponsor-sponsor yang masuk," ulasnya.

Ayub juga belum ingin berbicara banyak mengenai peluang Trenggalek menjadi tuan rumah fase grup maupun kekuatan calon lawan. Menurutnya, seluruh pemetaan baru bisa dilakukan setelah pembagian grup dan jadwal resmi dirilis Asprov PSSI Jawa Timur.

"Kita lihat perkembangan dulu. Mengenai lawan dan peta persaingan, kita belum tahu karena jadwal dan pembagian grup dari Asprov memang belum ada," tuturnya.

Sementara itu, Manajer Persiga Trenggalek Agung Wahyuliyono mengatakan surat resmi pembukaan Liga 4 dari Asprov PSSI Jawa Timur hingga kini juga belum diterima.

Karena itu, proses seleksi pemain belum dibuka. Persiga justru akan menjadikan Trenggalek Soccer League (TSL) sebagai pintu utama mencari talenta lokal yang akan mengisi skuad musim ini.

"Terkait persiapan tim dan seleksi pemain, kita masih menunggu bergulirnya TSL (Trenggalek Soccer League) atau kompetisi internal Trenggalek. Dari sana, kita akan menjaring bibit-bibit pemain putra daerah untuk dimasukkan ke dalam skuad Persiga," ujar Agung.

Soal regulasi pemain, Agung mengatakan manajemen belum dapat memastikan batas usia yang akan diberlakukan musim ini. Regulasi terbaru masih menunggu keputusan resmi dari Asprov.

"Jika mengacu pada regulasi musim lalu, patokan usianya maksimal 23 tahun dengan kuota pemain senior tertentu. Namun, untuk musim ini kita masih menunggu konfirmasi resmi dan regulasi terbaru dari Asprov," ujar dia. 

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait