Bukan Sekadar Rebutan Juara, Trenggalek Student League 2026 Siapkan Generasi Baru Sepak Bola
Trenggalek Student League (TSL) 2026 resmi bergulir di Stadion Menak Sopal. Kompetisi ini diikuti 16 tim pelajar sebagai ajang pembinaan talenta muda sepak bola.
28 Jul 2026 • 12:00 WIB
Trenggalek student league resmi bergulir di stadion menak sopal trenggalek. KBRT/Zamz
Ringkasan
- TSL 2026 diikuti 16 tim dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK.
- Turnamen berlangsung 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 di Stadion Menak Sopal.
- Ajang ini difokuskan untuk pembinaan dan pencarian bibit pesepak bola muda.
TRENGGALEK - Suara peluit panjang menandai dimulainya Trenggalek Student League (TSL) 2026 di Stadion Menak Sopal, Senin (27/07/2026). Namun turnamen ini tak sekadar memburu gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi antarpelajar tersebut diproyeksikan menjadi wadah lahirnya pesepak bola muda yang kelak membawa nama Trenggalek ke level lebih tinggi.
Kompetisi yang digelar MNA Sport Management itu mempertemukan tim dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/SMK sederajat. Sebanyak 16 tim ambil bagian, terdiri dari tujuh tim tingkat SMA/SMK dan sembilan tim tingkat SMP/MTs. Turnamen dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Laga pembuka mempertemukan MAN 1 Trenggalek melawan SMKN 2 Trenggalek. MAN 1 Trenggalek mengawali kompetisi dengan kemenangan meyakinkan 4-0.
Advertisement
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, ST Triadi Admono, membuka langsung kompetisi tersebut. Ia mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang terlibat sehingga TSL kembali dapat digelar.
"Terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya TSL 2026. Sangat bersyukur hari ini kita bisa menyaksikan adik-adik pelajar bertanding dalam turnamen ini," kata Triadi.
Menurutnya, kompetisi seperti TSL menjadi bagian penting dalam pembinaan olahraga, sekaligus ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan di bidang sepak bola.
"Saya berpesan jaga sportivitas dan junjung tinggi fair play dalam setiap pertandingan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia TSL 2026 Irnanda Setyoko mengatakan tujuan utama penyelenggaraan turnamen bukan semata-mata mencari tim terbaik.
"Bukan untuk mencari siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, harapannya kompetisi ini menjadi wadah pembinaan, pembentukan karakter, sportivitas, disiplin, serta menumbuhkan gairah sepak bola di kalangan pelajar SMP maupun SMA," ujar pria yang akrab disapa Tito.
Ia berharap kompetisi ini menjadi titik awal munculnya pesepak bola muda potensial dari Kabupaten Trenggalek.
"Kami berharap dari lapangan-lapangan inilah akan lahir bibit-bibit pesepak bola berbakat yang kelak mampu mengharumkan nama Kabupaten Trenggalek, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun profesional," tuturnya.
Tito menambahkan, meski berlangsung selama sepekan, panitia berupaya menghadirkan kompetisi yang dikelola secara profesional sehingga memberi pengalaman bertanding yang berkualitas bagi para peserta.
"Kami berharap bisa menghadirkan kompetisi yang profesional, kompetitif, dan bermanfaat bagi generasi muda. Harapannya TSL menjadi wadah pembinaan sepak bola usia pelajar di Kabupaten Trenggalek," katanya.
Selain memperebutkan Piala Bupati Trenggalek, para peserta juga akan memperoleh sertifikat yang diterbitkan oleh Bupati Trenggalek sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kompetisi tersebut.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement