Soal Penyekapan Wali Kota Blitar, DPRD Jatim: Satpol PP Harus Punya Pasukan seperti Paspampres
Kabar Trenggalek - Insiden penyekapan Wali Kota Blitar, Santoso, oleh lima perampok mendapatkan respons dari Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim). Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Rohani Siswanto, mengusulkan agar Satpol PP di kabupaten/kota dan Provinsi di Jatim harus memiliki pasukan elit khusus seperti Pasukan pengamanan Presiden (Paspampres). Hal ini dilakukan unt...
W
Wahyu AO
15 Dec 2022 • 02:06 WIB
Kabar Trenggalek - Insiden penyekapan Wali Kota Blitar, Santoso, oleh lima perampok mendapatkan respons dari Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim).
Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Rohani Siswanto, mengusulkan agar Satpol PP di kabupaten/kota dan Provinsi di Jatim harus memiliki pasukan elit khusus seperti Pasukan pengamanan Presiden (Paspampres). Hal ini dilakukan untuk mengamankan tempat obyek vital yaitu Rumah Dinas Bupati/Wali Kota.
Usul yang disampaikan Rohani itu merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satpol PP, bahwa penegak perda harus mampu berbenah dan memaksimalkan kewenangan yang diberikan.
Menurut Rohani, insiden penyekapan Wali Kota Blitar itu seharusnya dijadikan momentum untuk seluruh Satpol PP di seluruh Jawa Timur, bahwa salah satu tugasnya memang pengamanan.
Sehingga seharusnya personil yang ditempatkan di objek vital pemerintahan memang mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas pengamanan baik dalam hal bela diri dan sarana penunjang lainnya. Jadi, jangan asal comot saja orang-orang yang menjaga tempat vital pemerintah daerah," ujar Rohani, Rabu (14/12/2022).
Rohani menjelaskan, pengamanan itu sudah waktunya terintegrasi oleh sistem. Sebab, penjagaan tersebut masih bersifat tradisional. Rohani juga menyarankan untuk membuat tombol early warning sistem di tempat-tempat vital pemerintahan daerah yang terintegrasi dengan TNI dan Polri.
"Sehingga mereka tidak harus selalu memberikan bantuan secara fisik, tapi cukup memantau melalui sistem. Sebab, tugas TNI dan Polri itu banyak. Jadi saya sangat berharap Satpol PP diberdayakan secara maksimal tentunya dengan dibekali anggaran yang mencukupi," kata politisi Fraksi Gerindra Jatim itu.
Sebelumnya, Senin (12/12/2022) tindakan perampokan dan penyekapan terjadi di rumah dinas Wali Kota Blitar, Santoso, saat subuh. Pelaku yang berjumlah empat hingga lima orang disebut melumpuhkan anggota Satpol PP Kota Blitar yang berjaga sebelum merangsek masuk.
Santoso dan istrinya sempat mengalami penyekapan. Para perampok sempat mengancam Santoso dan istrinya dengan senjata tajam agar mereka ditunjukkan tempat penyimpanan barang berharga.
Para pelaku berhasil menggondol uang dan perhiasan dengan total nilai sekitar Rp 400 juta. Wali Kota Blitar Santoso dan istrinya tak mengalami luka fisik serius, akan tetapi kabarnya mereka mengalami trauma.
BACA JUGA:
Ngeri, Wali Kota Blitar Disekap Perampok: Uang 400 Juta dan Perhiasan Raib
Gondol Motor Warga Gandusari : Satu Tersangka Ditangkap, Tiga Masih Buron
Tragedi Kanjuruhan, YLBHI Duga Gas Air Mata dari Aparat Jadi Penyebab Banyaknya Korban Jiwa
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Mata Rakyat
19 Sep 2024
Beroperasi Bertahun-tahun, Limbah Tambak Udang di Munjungan Cemari Lingkungan
Peristiwa
07 Sep 2024
168 Reklame Bodong di Trenggalek Dibredel, Ada yang Pasangnya Salah
Jawa Timur
09 Jul 2024
Ada Kenaikan, Berikut Daftar Tarif Tol Surabaya-Mojokerto Terbaru 2024
Jawa Timur
05 Jul 2024
Anak Muda Kediri Teliti Kondisi Sungai Kedak, Tingkatkan Kesadaran Kurangi Penggunaan Plastik
Jawa Timur
03 Jun 2024
Gas LPG 3 Kg Wajib Dibeli Pakai KTP, Pemprov Jatim Siap Dukung
Jawa Timur
20 May 2024