Kabar TrenggalekKabar Trenggalek
Kabar TrenggalekKabar Trenggalek

Press ESC / Click X icon to close

My Account

Sering Puasa Bolong, Begini Arti Qadha dan Fidyah

  • 05 Mar 2025 09:00 WIB
  • Google News

    KBRT - Mengganti puasa yang bolong itu namanya qadha. Qadha artinya membayar kewajiban sesudah lewat waktunya. Dimaksud adalah bagi orang-orang yang tidak dapat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dikarenakan sakit, haid, nifas, dan sebagainya diharuskan mengganti puasa yang ditinggalkannya itu, pada hari lain di luar bulan Ramadhan.

    Puasanya dilaksanakan secara berturut-turut maupun terpisah-pisah. Jadi, meng-qadha itu mengganti hari, yang pada hari itu kita tidak puasa. Bagi yang tidak mampu berpuasa karena udzur atau usia lanjut, menderita sakit menahun, atau bekerja berat, mereka boleh tidak berpuasa dan tidak wajib mengqadha. Sebagai gantinya, mereka diwajibkan membayar fidyah.

    Fidyah artinya, penebus kesalahan. yaitu memberi makan orang miskin untuk setiap hari puasa Ramadhan yang mereka tinggalkan.

    Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Tirmizi kelompok orang-orang yang tidak wajib puasa itu adalah orang tua yang tidak kuat puasa, wanita yang sedang mengandung atau sedang menyusui anaknya. 

    Juga termasuk dalam kelompok ini adalah orang yang bekerja keras untuk penghidupannya (misalnya, penarik becak), orang yang jika berpuasa akan sakit, dan orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh. Oleh karena itu, keluarganya wajib membayar fidyah tiap-tiap hari sebanyak hari-hari puasa Ramadhan yang mereka tinggalkan.

    Adapun bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui, boleh memilih salah satu. Pertama, bisa mengganti hari yang ditinggalkan di bulan Ramadhan dengan membayar fidyah. Atau, kedua, mereka meng-qadha puasanya.

    Hikmah Puasa

    Allah akan selalu memberikan pahala bagi hamba-Nya yang menjalankan puasa, baik itu puasa wajib di bulan suci Ramadhan maupun puasa sunnah. Menurut hadits riwayat Ahmad, Muslim, dan an-Nasa’i, puasa itu menjadi benteng dari maksiat. Oleh karena itu, ketika datang saat berpuasa, jangan berkata keji, berteriak-teriak, dan mencaci maki.

    Adapun hikmah puasa, dilansir dari buku Puasa Wajib dan Puasa Sunnah karya Agus Tarsono, antara lain sebagai berikut.

    Mendidik dan Melatih Kesabaran

    Orang yang berpuasa pasti akan dengan sabar menunggu waktu berbuka. Seseorang yang berpuasa akan menahan makan dan minum sampai waktu berbuka tiba.

    Mendidik dan Melatih Kedisiplinan

    Pada saat berpuasa, secara otomatis akan mendisiplinkan diri dengan mengatur jadwal buka dan jadwal sahur.

    Kejujuran

    Ibadah puasa berarti melatih diri kita untuk selalu bersikap jujur pada diri sendiri. Kamu pasti tidak akan makan dan minum pada siang hari meskipun tidak ada orang lain yang melihatnya. Ibadah ini berhubungan langsung dengan Allah dan hanya diperuntukkan untuk Allah.

    Pahala yang besar telah dijanjikan Allah bagi orang-orang yang berpuasa dengan mengharap ridha-Nya. Mengingat keutamaan puasa sangat besar, mari kita praktikkan puasa wajib maupun puasa sunnah. 

    Kabar Trenggalek - Edukasi

    Editor:Zamz

    ADVERTISEMENT
    Lodho Ayam Pak Yusuf