Sekolah Rakyat Trenggalek Bikin Orang Tua Lega, Makan, Seragam hingga Asrama Gratis
Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek memberikan fasilitas gratis penuh bagi siswa, mulai makan, seragam, buku hingga tempat tinggal asrama.
28 May 2026 • 12:00 WIB
Sekolah rakyat trenggalek mendapatkan fasilitas gratis. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Sekolah Rakyat Trenggalek memberi fasilitas gratis penuh, termasuk makan dan asrama siswa.
- Orang tua hanya bisa menjenguk siswa satu kali dalam dua minggu saat akhir pekan.
- Tahun ajaran 2026/2027, kuota siswa ditargetkan naik hingga mencapai 345 anak.
TRENGGALEK - Sekolah gratis biasanya identik cuma bebas SPP. Tapi beda dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek. Di sekolah ini, siswa bukan cuma belajar tanpa biaya, tapi juga mendapat makan, tempat tinggal, hingga perlengkapan sekolah secara cuma-cuma.
Program pendidikan berasrama tersebut saat ini menampung 75 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Trenggalek. Seluruh kebutuhan siswa selama tinggal di asrama ditanggung penuh oleh pemerintah.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek, Yogyantoro, mengatakan kebutuhan perlengkapan siswa seperti seragam, buku, dan fasilitas belajar diajukan melalui Rencana Anggaran Biaya (RAB) kepada instansi terkait.
Advertisement
“Kalau untuk kebutuhan peserta didik baru seperti seragam, buku dan lain-lain langsung kita ajukan lewat RAB ke PPK, Biro Umum maupun Pusdiklat Pemprov sebagai provider sarana dan prasarana,” ujar Yogyantoro.
Ia memastikan para siswa tidak dipungut biaya selama mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.
“Gratis semuanya,” tegasnya.
Bukan cuma urusan sekolah, kebutuhan makan para siswa juga sudah disiapkan. Setiap hari siswa mendapatkan makan tiga kali ditambah makanan ringan dua kali.
“Tiga kali sehari makan dan ditambah snack dua kali,” katanya.
Karena menerapkan sistem asrama, sekolah juga mengatur jadwal kunjungan orang tua. Penjengukan hanya diperbolehkan satu kali dalam dua minggu dan dilakukan saat akhir pekan.
“Sejauh ini memang ada regulasi bahwa siswa dijenguk satu kali dalam dua minggu dan waktunya pada weekend atau Sabtu dan Minggu,” jelasnya.
Sementara untuk libur panjang, siswa diperbolehkan pulang sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni saat libur semester ganjil, semester genap, dan Idulfitri.
“Untuk kepulangan siswa ada tiga kali setahun yaitu libur semester genap, semester ganjil masing-masing dua minggu dan ditambah saat libur Idulfitri,” ucapnya.
Menariknya lagi, pihak sekolah mengaku siap membantu biaya perjalanan siswa ketika pulang ke rumah.
"Kami bahkan bisa menyediakan transportasi dan juga pemberian uang saku untuk siswa atau transportasi orang tua,” imbuhnya.
Yogyantoro menjelaskan Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Karena itu, proses penerimaan siswa tidak dilakukan secara terbuka seperti sekolah umum.
“Persyaratan pertama berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, kemudian bersedia mengikuti asesmen kesehatan, bersedia tinggal di asrama dan taat aturan, melampirkan surat tanggung jawab mutlak orang tua serta deskripsi profil calon peserta dan keluarga,” terangnya.
Menurutnya, calon siswa diperoleh melalui data Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat kategori desil 1 dan desil 2. Setelah itu dilakukan verifikasi lapangan oleh sejumlah pihak.
“Nanti supply datanya dari DTSEN yang masuk kategori desil 1 dan desil 2, kemudian dilakukan verifikasi lapangan oleh pendamping PKH, BPS daerah dan unsur pemerintah daerah,” jelasnya.
Meski begitu, sekolah tetap membuka peluang bagi anak yang layak namun belum masuk data DTSEN melalui mekanisme penanganan kasus khusus.
“Kalau ditemukan calon siswa yang layak bersekolah di sekolah rakyat maka bisa menggunakan penanganan kasus khusus dengan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan,” ujarnya.
Saat ini kuota siswa Sekolah Rakyat Trenggalek telah terpenuhi. Total ada 75 siswa aktif yang terbagi dalam dua rombongan belajar SD dan satu rombongan belajar SMP.
“Saat ini kita ada 75 siswa. Sudah full sesuai kuota baik jenjang SD dua rombel dan jenjang SMP satu rombel,” katanya.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut berencana memperluas kapasitas hingga menampung ratusan siswa baru dari berbagai jenjang pendidikan.
“Kita menyediakan kuota tiga rombel jenjang SD, tiga rombel SMP dan tiga rombel SMA,” katanya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Perjalanan NR, Dari Hutan Mentawai ke Bangku Sekolah Rakyat Trenggalek
Inovatif! Sekolah Rakyat Trenggalek Gabungkan Kurikulum dan Pendekatan Inklusif