RSUD Soedomo Sudah Punya Dokter dan Alat, Layanan Rawat Inap Jiwa Masih Tertahan Gedung
RSUD dr Soedomo Trenggalek mengaku siap mengembangkan layanan rawat inap jiwa. Namun, pembangunan gedung baru masih dinantikan setelah persoalan lahan selesai.
22 Jul 2026 • 12:00 WIB
Rumah Sakit Trenggalek belum punya gedung perawatan untuk pasien jiwa. KBRT/Zamz
Ringkasan
- RSUD dr Soedomo telah menyiapkan dokter spesialis, tenaga medis, dan peralatan untuk layanan kesehatan jiwa, tetapi gedung rawat inap baru belum tersedia.
- DPRD Trenggalek meminta pembangunan gedung rawat inap jiwa segera dimulai melalui Perubahan APBD 2026 karena persoalan lahan telah selesai.
- Ruang rawat jiwa yang ada saat ini hanya memiliki delapan tempat tidur dan lokasinya dinilai belum mendukung proses pemulihan pasien.
TRENGGALEK – Pelayanan kesehatan jiwa di RSUD dr Soedomo Trenggalek sebenarnya tinggal selangkah lagi berkembang. Dokter spesialis, tenaga kesehatan, hingga peralatan medis sudah tersedia. Namun, satu hal yang masih menjadi penghambat adalah belum berdirinya gedung rawat inap jiwa yang representatif.
Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian Komisi IV DPRD Trenggalek. Legislator meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak lagi menunda pembangunan gedung baru, mengingat persoalan lahan yang selama ini menghambat proyek telah selesai.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, mengatakan pembangunan gedung rawat inap jiwa seharusnya bisa segera direalisasikan melalui Perubahan APBD 2026.
Advertisement
"Pemkab harus segera membangun fasilitas rawat inap jiwa ini. Kami bersyukur jika rumah sakit bisa sekalian menciptakan layanan kesehatan jiwa terpadu, sehingga poliklinik rawat jalan dan bangsal rawat inap berada dalam satu kawasan khusus," ujarnya.
Menurut Sukarodin, tidak ada lagi alasan untuk menunda pembangunan karena status lahan yang sebelumnya masuk kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) kini telah diselesaikan.
"Status lahannya sudah clear dan tidak ada masalah lagi. Karena itu, Komisi IV menyarankan agar rumah sakit memulai pembangunannya tahun ini. Mengapa kita harus menundanya lagi?" tegasnya.
Desakan tersebut muncul karena fasilitas rawat inap jiwa yang ada saat ini dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan pelayanan. RSUD dr Soedomo hanya memiliki delapan tempat tidur untuk pasien gangguan jiwa.
Tak hanya kapasitas yang terbatas, lokasi ruang perawatan juga dinilai kurang mendukung proses pemulihan pasien. Saat ini, ruang rawat jiwa masih berada di antara bangsal bedah dan ruang hemodialisis.
Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr. Saeroni, mengakui kondisi tersebut belum ideal bagi layanan kesehatan mental.
"Posisi ruang rawat jiwa kami saat ini memang kurang ideal karena terjepit di tengah-tengah layanan medis lain. Pasien dengan gangguan kejiwaan sebenarnya membutuhkan lingkungan yang jauh lebih tenang, sunyi, dan nyaman untuk memulihkan trauma mereka," jelas dr. Saeroni.
Rumah sakit sebenarnya telah menyiapkan rencana pembangunan gedung baru dengan kapasitas sekitar 10 hingga 15 tempat tidur. Penambahan kapasitas itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan bagi pasien gangguan jiwa di Trenggalek.
Menurut Saeroni, kesiapan rumah sakit bukan lagi persoalan sumber daya manusia maupun peralatan medis.
"Kalau urusan sumber daya manusia dan tim medis, kami sudah sangat siap. Alat-alat kesehatan juga sudah tersedia lengkap di gudang. Kendala kami saat ini tinggal gedungnya saja yang belum berdiri," ujarnya.
Karena itu, Komisi IV DPRD berharap pembangunan dapat segera dimulai tanpa menunggu lebih lama. Dengan begitu, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa bisa memperoleh fasilitas yang lebih layak.
"Jika urusan lahan sudah selesai, jangan tunggu lebih lama lagi. Kami mendorong penuh agar proyek ini mulai berjalan lewat Perubahan APBD 2026 ini agar masyarakat segera menikmati fasilitas kesehatan mental yang memadai," kata dia.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Ruang Perawatan Jiwa RSUD Soedomo Trenggalek Belum Bisa Bertambah, Tersangkut Status Lahan Sawah
Kesaksian Warga Soal Ledakan LPG Trenggalek, Teriakan Korban Pecah Pagi Hari
3 Korban Ledakan LPG di Trenggalek Dirujuk ke Surabaya, Dua dalam Kondisi Kritis
Sapi, Kambing dan Enam Warga di Tulungagung Terpapar ‘Antraks’, Trenggalek Langsung Lakukan Proteksi Wilayah
KUA Karangan Buka Suara, Dugaan Perangkat Desa Dihamili Salah Satu Kades Ajukan Nikah