3 Korban Ledakan LPG di Trenggalek Dirujuk ke Surabaya, Dua dalam Kondisi Kritis
Tiga korban ledakan LPG di Trenggalek dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Dua pasien kritis dengan luka bakar hingga 70 persen.
04 Apr 2026 • 16:59 WIB
Korban ledakan gas LPG 3 Kg Trenggalek dirujuk ke Surabaya. KBRT/Mapas
Ringkasan
- Tiga korban ledakan LPG dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya
- Dua korban kritis dengan luka bakar di atas 60 persen
- Kebocoran gas dan regulator tidak layak diduga jadi penyebab
TRENGGALEK - Tiga korban ledakan tabung gas LPG di Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, kini dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk penanganan lanjutan.
Sebelumnya, para korban sempat mendapat perawatan intensif di RSUD dr Soedomo Trenggalek usai insiden yang terjadi Sabtu (04/04/2026) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Ketiga korban yakni Marini (75), Winarni (54), dan Sulastri (61). Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis akibat luka bakar yang cukup luas.
Advertisement
Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono, menjelaskan kondisi korban saat pertama kali ditangani tim medis. Menurutnya, luka bakar yang dialami tergolong berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit rujukan.
“Marini mengalami luka bakar sekitar 67 persen disertai gangguan pernapasan akibat asap, sehingga kondisinya sangat kritis. Winarni mengalami luka bakar hingga 70 persen dan juga dalam kondisi kritis,” jelas Sujiono.
Ia menambahkan, Sulastri mengalami luka bakar sekitar 22,5 persen. Meski lebih ringan dibanding dua korban lainnya, kondisinya tetap memerlukan perawatan intensif.
“Seluruh pasien masih dalam pengawasan ketat tim medis,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, seluruh korban akhirnya dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan fasilitas perawatan yang lebih lengkap.
Sebelumnya, ledakan terjadi di rumah korban di Jalan MT Haryono No 03 RT 15 RW 05. Kepala Bidang Damkar Trenggalek, Wasis Widodo, menyebut insiden dipicu kebocoran gas yang diduga sudah terjadi sejak malam hari.
“Saat itu pemilik rumah mencium bau gas dan meminta ART untuk mengecek. Namun terdengar bunyi seperti menyalakan kompor, sehingga percikan api langsung menyulut gas yang sudah terakumulasi di dalam dapur,” ujar Wasis.
Ia menambahkan, regulator gas yang digunakan tidak standar dan telah dimodifikasi, sehingga berpotensi menyebabkan kebocoran. Ditambah kondisi dapur yang minim ventilasi, gas mudah terperangkap dan memicu ledakan saat terkena api.
“Regulator tidak standar dan dimodifikasi, ini sangat berisiko. Ditambah ventilasi buruk, gas menjadi terperangkap di dalam ruangan,” imbuhnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement