Ruang Perawatan Jiwa RSUD Soedomo Trenggalek Belum Bisa Bertambah, Tersangkut Status Lahan Sawah

Rencana penambahan ruang perawatan jiwa di RSUD dr Soedomo Trenggalek masih tertahan karena lahan pembangunan berstatus Lahan Sawah Dilindungi.

Ruang Perawatan Jiwa RSUD Soedomo Trenggalek Belum Bisa Bertambah, Tersangkut Status Lahan Sawah

Rumah Sakit Trenggalek belum realisasi soal tambahan bangunan untuk pasien jiwa. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Pembangunan gedung perawatan jiwa RSUD dr Soedomo masih tertunda karena lahan berstatus Lahan Sawah Dilindungi.
  • Kapasitas rawat inap kesehatan jiwa saat ini hanya delapan tempat tidur dan dinilai perlu ditambah.
  • Tenaga medis serta peralatan sudah tersedia, namun pembangunan ruang baru masih menunggu izin perubahan status lahan.

TRENGGALEK – Kebutuhan layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Trenggalek terus meningkat, namun upaya RSUD dr Soedomo untuk memperluas kapasitas perawatan pasien masih harus tertahan.

Bukan karena kekurangan tenaga medis atau minimnya peralatan, melainkan karena lahan yang disiapkan untuk pembangunan gedung baru ternyata masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Akibatnya, rencana pembangunan gedung perawatan kesehatan jiwa yang sudah disiapkan rumah sakit belum bisa dilanjutkan sebelum status lahan tersebut mendapatkan kejelasan dari pemerintah pusat.

Advertisement

Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr. Saeroni, menjelaskan bahwa persoalan utama saat ini berada pada proses perizinan penggunaan lahan.

"Jadi pembangunan gedung jiwa ini kita masih terkendala lahannya adalah lahan LSD. Sehingga kita menunggu lahan tersebut sudah clear dan bisa digunakan untuk pembangunan gedung perawatan penyakit jiwa," ujar Saeroni.

Menurutnya, rumah sakit bersama instansi terkait telah melakukan koordinasi untuk mencari solusi atas kendala tersebut. Namun hingga kini belum ada keputusan mengenai perubahan status lahan yang memungkinkan pembangunan dilakukan.

"Saat ini kita masih menunggu dari kementerian yang terkait dengan LSD ini. Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum yang menangani terkait hal ini," katanya.

Tertundanya pembangunan gedung baru membuat layanan rawat inap kesehatan jiwa masih mengandalkan fasilitas yang ada saat ini. Jumlah tempat tidur yang tersedia pun masih terbatas.

Saat ini ruang rawat inap jiwa di RSUD dr Soedomo hanya memiliki delapan tempat tidur. Padahal rumah sakit menargetkan kapasitas tersebut dapat ditingkatkan hampir dua kali lipat.

"Untuk sementara ini ruang rawat inap jiwa jumlahnya hanya delapan tempat tidur. Kemudian ini akan kita tingkatkan paling tidak 10 sampai 15 tempat tidur," jelas Saeroni.

Menurut dia, pengembangan kapasitas tidak memungkinkan dilakukan di lokasi yang sekarang karena keterbatasan area bangunan.

"Lokasi yang lama lahannya sangat sempit, tidak bisa digunakan untuk pengembangan," ujarnya.

Selain sempit, posisi ruang perawatan jiwa saat ini juga berada di tengah layanan medis lainnya. Kondisi tersebut dinilai kurang mendukung apabila jumlah pasien dan layanan terus berkembang.

"Di kanan kirinya untuk perawatan bedah dan di sebelah kirinya ada untuk perawatan hemodialisis. Sehingga ini perlu kita relokasi ruangannya agar menjadi lebih baik, lebih luas dan lebih nyaman untuk semuanya," katanya.

Meski pembangunan gedung baru belum berjalan, RSUD dr Soedomo memastikan kesiapan pelayanan kesehatan jiwa dari sisi sumber daya manusia maupun sarana pendukung sudah tersedia.

"Kalau SDM sudah ada, alat-alatnya sudah ada," ungkap Saeroni.

Karena itu, menurutnya tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada tenaga kesehatan atau perlengkapan medis, melainkan tersedianya ruang perawatan yang lebih representatif untuk menampung pasien.

"Berarti tinggal bangunan saja, ruangannya dan perawatan inap," ujarnya. 

Bila persoalan lahan dapat diselesaikan, pembangunan gedung baru diharapkan menjadi langkah penting untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa di Trenggalek, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mental yang lebih layak dan nyaman.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait