Sepak Bola Trenggalek Makin Bergairah, Tapi Stadion Menak Sopal Tak Lagi Cukup
Jumlah turnamen sepak bola di Trenggalek terus meningkat. DPRD menilai sudah saatnya daerah memiliki lapangan alternatif selain Stadion Menak Sopal.
22 Jul 2026 • 10:00 WIB
Stadion menak sopal trenggalek mulai dipenuhi dengan event. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Meningkatnya jumlah kompetisi membuat Stadion Menak Sopal menjadi satu-satunya venue yang kewalahan menampung jadwal pertandingan.
- DPRD dan KONI Trenggalek mendorong pembangunan lapangan sepak bola alternatif yang memenuhi standar kompetisi.
- Polemik benturan jadwal Liga Pelajar menjadi bukti bahwa Trenggalek membutuhkan tambahan infrastruktur olahraga.
TRENGGALEK – Sepak bola di Kabupaten Trenggalek sedang memasuki fase yang semakin ramai. Turnamen antarklub, kompetisi pelajar, hingga pembinaan usia muda terus bermunculan. Namun, perkembangan itu mulai dihadapkan pada satu persoalan mendasar: Trenggalek hanya memiliki satu stadion yang selama ini menjadi andalan untuk menggelar pertandingan berskala besar.
Akibatnya, jadwal penggunaan Stadion Menak Sopal semakin padat. Bahkan, beberapa penyelenggara kompetisi harus menyesuaikan agenda karena benturan jadwal pemakaian.
Ketua DPRD Trenggalek yang juga Ketua KONI Trenggalek, Doding Rahmadi, menilai kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah perlu mulai memikirkan penambahan fasilitas olahraga, khususnya lapangan sepak bola yang memenuhi standar kompetisi.
Advertisement
"Kami mendorong pemerintah daerah mulai membangun satu lapangan alternatif yang layak dan representatif," tegas Doding.
Menurutnya, selama ini hampir seluruh kompetisi masih bergantung pada Stadion Menak Sopal. Padahal, agenda sepak bola di Trenggalek terus bertambah, mulai dari kegiatan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI, akademi sepak bola, hingga berbagai turnamen yang digelar komunitas maupun klub.
Satu turnamen saja, kata Doding, bisa berlangsung berhari-hari. Kondisi itu membuat stadion sulit mengakomodasi seluruh agenda yang masuk dalam waktu berdekatan.
"Lapangan alternatif akan menjadi solusi nyata. Saat agenda kompetisi padat, kita bisa membagi pertandingan di dua lokasi sekaligus," ujarnya.
Wacana penambahan lapangan alternatif menguat setelah muncul polemik penggunaan Stadion Menak Sopal beberapa waktu lalu. Saat itu, Askab PSSI Trenggalek tidak dapat menggunakan stadion untuk menggelar Liga Pelajar karena jadwalnya berbenturan dengan penyewa lain yang lebih dulu melakukan pemesanan.
Di sisi lain, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Trenggalek menyatakan tidak pernah menolak penyelenggaraan Liga Pelajar. Namun, dinas juga tidak bisa membatalkan jadwal yang telah lebih dahulu disepakati dengan pihak lain.
Peristiwa tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa kapasitas infrastruktur olahraga di Trenggalek belum mampu mengimbangi meningkatnya aktivitas sepak bola.
Saat ini, Askab PSSI Trenggalek tengah menggelar Liga Pelajar Piala Kemerdekaan yang diikuti 12 tim tingkat SMP/sederajat dan delapan tim tingkat SMA/SMK/sederajat dengan format setengah kompetisi.
Babak penyisihan telah rampung pada 17 Juli 2026. Selanjutnya, pertandingan semifinal dan final dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Juli 2026 di Stadion Menak Sopal.
Doding berharap pemerintah daerah mulai merancang lapangan alternatif agar pembinaan sepak bola tidak terkendala persoalan fasilitas. Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang terselenggara, semakin besar pula kebutuhan terhadap sarana olahraga yang memadai.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Jadwal dan Tarif Pendaftaran Turnamen Adu Pinalty Menak Sopal Cup 2026 Kelutan Trenggalek
Di Stadion Menak Sopal Bisa Apa Saja? Ini Beberapa Hal yang Bisa Kamu Lakukan Secara Gratis
Pendopo Trenggalek Gelar Nobar Indonesia vs Arab Saudi di Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Mercusuar: Sepak Bola Wanita Trenggalek yang Diinisiasi secara Swadaya
Babak 28 Besar Liga 3, Persiga Trenggalek Waspadai Tiga Club Besar