Verifikasi Ungkap Ketidaksesuaian Data Desil, 46 Anak Trenggalek Tetap Bisa Masuk Sekolah Rakyat

Verifikasi lapangan menemukan puluhan calon siswa Sekolah Rakyat di Trenggalek masuk desil tinggi, padahal kondisi ekonominya layak menjadi penerima program.

Verifikasi Ungkap Ketidaksesuaian Data Desil, 46 Anak Trenggalek Tetap Bisa Masuk Sekolah Rakyat

Calon siswa sekolah rakyat trenggalek berada di luar desil tetap terjangkau. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Verifikasi lapangan menemukan 46 calon siswa Sekolah Rakyat Trenggalek masuk kategori desil yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.
  • Pemerintah tetap membuka akses pendidikan sambil memproses pembaruan data sosial ekonomi keluarga.
  • Kuota SMP dan SMA hampir terpenuhi, bahkan jenjang SMP mendapat tambahan rombongan belajar karena tingginya minat.

TRENGGALEK – Proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Trenggalek memunculkan temuan yang cukup mengejutkan. Puluhan anak yang secara administrasi tercatat berada di kelompok desil menengah hingga tinggi justru diketahui hidup dalam kondisi ekonomi yang layak masuk kategori keluarga miskin.

Temuan tersebut diperoleh setelah tim penjangkau melakukan verifikasi langsung ke rumah-rumah calon peserta didik, bukan hanya mengandalkan data administrasi.

Koordinator SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Trenggalek, Saiful Nuryanto, mengatakan data desil yang menjadi acuan awal dari Kementerian Sosial bersifat dinamis sehingga tidak selalu menggambarkan kondisi ekonomi keluarga saat ini.

Advertisement

"Meski kami sudah diberi prelist oleh Kementerian Sosial untuk menjangkau desil 1 dan 2, tidak semuanya aktual di lapangan menunjukkan kondisi tersebut. Karena itu, kami tetap menjangkau seluruh data yang diberikan sekaligus melakukan verifikasi kondisi sebenarnya," ujarnya.

Dari hasil pendataan, tim menemukan sekitar 46 calon siswa yang masih tercatat berada pada desil 3 hingga desil 9. Namun setelah diverifikasi, kondisi ekonomi keluarganya dinilai lebih tepat masuk kelompok desil 1 atau desil 2.

"Ada sekitar 46 calon siswa Sekolah Rakyat yang berada di luar desil 1 dan 2. Bahkan ada yang tercatat di desil 9, tetapi kondisi faktual di lapangan seharusnya masuk desil 1 atau 2," katanya.

Saiful menegaskan kondisi tersebut tidak otomatis menggugurkan kesempatan anak untuk bersekolah di Sekolah Rakyat. Pemerintah tetap membuka akses pendidikan bagi mereka, sementara proses pembaruan data sosial ekonomi dilakukan secara bersamaan.

"Ketika kami menjangkau calon siswa yang berada di luar desil, mereka tetap bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Namun kami diminta melengkapi persyaratan agar nantinya data desil keluarganya dapat diperbaiki," jelasnya.

Hingga tahap finalisasi, tim penjangkau telah mendata 26 calon siswa jenjang SD, 115 siswa SMP, dan 84 siswa SMA.

Kuota SMP dan SMA masih menyisakan kekurangan. Saat ini jenjang SMP masih membutuhkan lima siswa lagi, sedangkan SMA kurang enam siswa dari target yang telah ditetapkan.

"Kami akan memaksimalkan minggu keempat bulan Juni untuk memenuhi kekurangan lima siswa SMP dan enam siswa SMA," ujarnya.

Tingginya minat pada jenjang SMP juga membuat Kementerian Sosial memberikan tambahan rombongan belajar (rombel). Awalnya hanya disiapkan tiga rombel dengan kapasitas 90 siswa, namun kini bertambah menjadi empat rombel setelah jumlah calon siswa mencapai 115 orang.

"SMP awalnya tiga rombel atau 90 siswa. Karena hasil penjangkauan mencapai 115 siswa, kami mendapat kebijakan untuk menambah menjadi empat rombel," katanya.

Sementara untuk jenjang SD, proses penerimaan masih menyesuaikan arahan pemerintah pusat yang saat ini memprioritaskan pemenuhan kuota SMP dan SMA.

Saiful juga memastikan calon siswa yang sudah lebih dulu diterima di sekolah umum tetap memiliki kesempatan bergabung dengan Sekolah Rakyat. Perpindahan dapat dilakukan apabila sekolah asal memberikan persetujuan dan keluarga siswa menyepakati keputusan tersebut.

"Kalau anak masih terdaftar di SD negeri atau madrasah, kami siap menampung apabila sekolah asal bersedia melepas dan keluarga juga setuju masuk Sekolah Rakyat," katanya.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait